Arus Aktuator Katup Bermotor: VA, W, dan Arus Inrush

Anda membuka datasheet aktuator katup bermotor buatan Jepang dan menemukan tiga angka berdampingan: motor 20 W, 50 VA pada daya keluaran terukur, dan 100 VA saat start. Anda butuh angka arus untuk menentukan catu daya, breaker, dan kontak kontrol.
Ketiganya bukan arus. Kedua nilai VA bisa diubah ke ampere setelah catu dayanya diketahui, tetapi nilai watt tidak boleh diperlakukan dengan cara yang sama.
Jawaban singkatnya: VA adalah daya semu (apparent power, hiso denryoku), bukan arus. Untuk mengubahnya ke ampere, Anda perlu jenis catu daya (AC 1 fasa, AC 3 fasa, atau DC), tegangan catu daya, dan keterangan apakah nilai itu untuk operasi terukur atau saat start. Rating 1 fasa 100 V, 50 VA menghasilkan 0,50 A, tetapi angka watt (konsumsi daya atau keluaran motor) tidak bisa begitu saja dibagi dengan tegangan.
Panduan ini menjelaskan cara membaca tiap nilai, cara menghitung arus untuk catu daya 1 fasa, 3 fasa, dan DC, serta cara membedakan arus terukur, arus inrush, dan arus rotor terkunci. Ada juga catatan tentang tegangan Jepang dan Indonesia, lalu daftar periksa dan contoh surat pertanyaan untuk pemasok Jepang.
Daftar isi
- Apa yang Dilakukan Aktuator Katup Bermotor
- Istilah Datasheet Jepang untuk Arus dan Daya Aktuator
- VA vs. W: Tiga Angka yang Berbeda
- Menghitung Arus: 1 Fasa, 3 Fasa, dan DC
- Arus Terukur, Inrush, dan Rotor Terkunci
- Menentukan Catu Daya, Breaker, dan Kontak Kontrol
- Energi Listrik: Hitung Waktu Operasi dan Siaga
- Tabel Ringkas: VA, W, dan Motor W
- Daftar Periksa Sebelum Menentukan Catu Daya
- Pertanyaan untuk Pemasok Jepang
- Batas Panduan Ini
- FAQ
- Sumber
Apa yang Dilakukan Aktuator Katup Bermotor
Katup bermotor (motorized valve, dendo-ben; juga dikenal sebagai motor operated valve atau MOV) adalah katup otomatis yang membuka dan menutup dengan memutar stem memakai motor listrik. Katup ini terdiri dari bodi katup yang dilalui fluida proses dan aktuator listrik yang dipasang di atasnya.
Aktuator mengubah energi listrik menjadi gerakan mekanis. Selain motor, di dalamnya ada reduktor (gear reducer) yang memperlambat putaran untuk menghasilkan torsi yang dibutuhkan katup, serta mekanisme yang menghentikan katup di posisi yang ditetapkan. Gambar 1 menunjukkan hubungan bagian-bagian ini.
Gambar 1: Aktuator Menerima Daya Listrik; Bodi Katup Mengalirkan Fluida
Putaran motor diteruskan lewat reduktor dan poros ke katup. Lihat catu daya, penggerak mekanis, dan aliran proses secara terpisah.
Hanya skema fungsi. Tata letak internal serta mekanisme berhenti dan kembali berbeda menurut model. Biru menunjukkan daya listrik; cokelat menunjukkan putaran mekanis.
Aktuator ada yang bertipe on/off, yang berpindah antara terbuka penuh dan tertutup penuh, dan ada yang bertipe modulasi (modulating), yang menggerakkan katup ke posisi tengah sesuai perintah. Katup yang bisa berhenti di tengah belum tentu cocok untuk kontrol kontinu, jadi pilih katup dan aktuatornya sebagai satu pasangan.
Pilihan catu daya mencakup AC dan DC, dengan rating seperti AC 100 V, AC 200 V, dan DC 24 V. Titik awalnya adalah mencocokkan catu daya yang tersedia di lokasi pemasangan dengan rating aktuator yang tepat yang akan Anda pesan.
Dua catu daya dengan angka tegangan yang sama tidak bisa dipertukarkan jika berbeda dalam AC atau DC, 1 fasa atau 3 fasa, atau frekuensi. Karena itu, tegangan di Jepang dan di Indonesia perlu dibandingkan dulu sebelum menghitung arus.
Catu Daya di Jepang dan di Indonesia
Di Jepang, stopkontak standar menyuplai 100 V, dan frekuensinya 50 Hz di Jepang timur serta 60 Hz di Jepang barat. Karena itu, sebagian datasheet Jepang memisahkan nilainya menurut tegangan dan frekuensi.
Di pabrik di Indonesia, catu daya umumnya 220 V 1 fasa dan 380 V 3 fasa pada 50 Hz, tetapi periksa tegangan aktual di panel Anda. Rating 100 V atau 200 V di datasheet Jepang tidak sama dengan 220 V atau 380 V, jadi tanyakan apakah ada tipe untuk tegangan Anda atau apakah perlu trafo.
Jika memakai trafo step-down, dasar perhitungannya tetap VA di sisi beban, tetapi arus di sisi primer dihitung dengan tegangan primer. Contoh fiktif: beban 50 VA dengan sekunder 100 V menarik sekitar 0,23 A dari primer 220 V, belum termasuk rugi trafo dan inrush. Kapasitas dan proteksi trafo dihitung terpisah.
Katup Bermotor vs. Katup Solenoid
Katup solenoid (denjiben) menggerakkan bagian dalamnya dengan gaya magnet yang timbul saat arus mengalir di kumparan. Katup bermotor meneruskan putaran motor lewat reduktor, sehingga prinsip penggeraknya berbeda. Karena itu, nilai arus di tiap katalog dibaca menurut jenis penggeraknya.
Sebagian katup solenoid menggerakkan katup langsung dengan gaya magnet, sedangkan tipe pilot memanfaatkan perbedaan tekanan di katup. Nama "katup solenoid" saja tidak menyingkirkan ukuran besar atau tekanan tinggi.
Ketika katup solenoid mengalihkan udara penggerak katup pneumatik (air-operated valve), udara tekanlah yang memberi gaya untuk menggerakkan katup utama. Begitulah katup solenoid kecil bisa mengoperasikan katup utama yang besar.
Kecepatan buka-tutup dan tekanan diferensial yang diizinkan juga tidak ditentukan oleh jenis penggerak saja. Bandingkan model berdasarkan kondisi penggunaan yang tercantum, dengan waktu operasi yang Anda butuhkan dan torsi yang diperlukan katup. Pada sistem yang menutup cepat bisa jadi masalah, jangan memilih katup hanya karena cepat.
Istilah Datasheet Jepang untuk Arus dan Daya Aktuator
Tabel spesifikasi aktuator Jepang biasanya mencantumkan tegangan catu daya, konsumsi daya, keluaran motor, dan arus terukur. Cocokkan setiap nama kolom dengan satuannya sebelum memakai angkanya. Tabel berikut berisi label yang kemungkinan Anda temui.
| Label di datasheet Jepang | Romaji | Arti | Satuan |
|---|---|---|---|
| 電源電圧 | dengen den'atsu | Tegangan catu daya | V |
| 単相 / 三相 | tanso / sanso | 1 fasa / 3 fasa | – |
| 消費電力 | shohi denryoku | Konsumsi daya (cek apakah W atau VA) | W atau VA |
| 皮相電力 | hiso denryoku | Daya semu (apparent power) | VA |
| 有効電力 | yuko denryoku | Daya aktif (daya nyata) | W |
| motor 出力 / motor W | mota shutsuryoku / mota W | Keluaran motor (sering berupa daya mekanis; cek definisi kolom dan catatannya). Kata "motor" di datasheet asli ditulis dengan aksara katakana. | W |
| 定格電流 | teikaku denryu | Arus terukur (rated current) | A |
| 定格出力時 | teikaku shutsuryoku-ji | Pada daya keluaran terukur | VA, A |
| 起動時 / 起動電流 | kido-ji / kido denryu | Saat start / arus start | VA, A |
| 突入電流 | totsunyu denryu | Arus inrush | A |
| 拘束電流 | kosoku denryu | Arus rotor terkunci (locked-rotor current) | A |
| 呼び径 | yobi-kei | Ukuran nominal pipa (misalnya 50A) | Penanda ukuran, bukan satuan listrik |
Perhatikan baris terakhir. Katup bertanda "50A" menunjukkan ukuran nominal pipa seri milimeter (setara 2B atau NPS 2), bukan arus 50 ampere. Jika Anda mengambil angka dari tabel produk tanpa label kolomnya, ukuran katup bisa tertukar dengan rating listriknya.

VA vs. W: Tiga Angka yang Berbeda
Arus diukur dalam ampere (A) dan tegangan dalam volt (V). Di datasheet aktuator, daya muncul dalam dua satuan: watt (W) dan volt-ampere (VA). Angka watt sendiri bisa berarti dua hal berbeda, sehingga tabel aktuator dapat memuat tiga jenis nilai daya.
VA (Daya Semu): Bagi dengan Tegangan untuk AC 1 Fasa
Pada AC 1 fasa, daya semu adalah hasil kali tegangan RMS dan arus RMS. Dengan rating fiktif 1 fasa 100 V dan 50 VA, Anda membagi 50 dengan 100 untuk mendapatkan arus. Angka 50 VA sendiri tidak menunjukkan besar arusnya.
Gambar 2: Dua Kolom yang Dibaca Sebelum Mengubah 50 VA ke Ampere
Pastikan jumlah fasa dan tegangan lebih dulu, lalu pakai daya semu untuk kondisi tersebut.
50 VA yang sama pada kondisi lain, yaitu 1 fasa 200 V, menghasilkan 0,25 A. Ini tidak berarti aktuator yang sama boleh diberi tegangan lain.
Dalam bentuk rumus, perhitungan 1 fasa adalah sebagai berikut.
W (Daya Aktif): Anda Juga Butuh Faktor Daya
Pada AC 1 fasa, daya aktif dalam watt sama dengan tegangan × arus × faktor daya (PF). Jika unit 50 VA yang sama menarik input aktif fiktif 30 W, faktor dayanya 0,60. Membaca 50 VA sebagai 50 W menghilangkan perbedaan ini.
Sebaliknya, angka watt dan tegangan saja tidak cukup. Jika faktor daya tidak diketahui, arus AC 1 fasa tidak punya satu jawaban tunggal.
Motor W (Keluaran): Bukan Input Listrik Sama Sekali
Keluaran motor adalah kerja mekanis yang diberikan poros ke beban. Input yang diambil dari catu daya juga mencakup rugi-rugi internal, sehingga keluaran mekanis dan konsumsi daya adalah nilai yang berbeda. Keduanya memakai watt, jadi satuannya saja tidak memberi tahu mana yang sedang Anda baca.
Misalkan satu tabel mencantumkan "motor 20 W" dan "50 VA pada daya keluaran terukur". Membagi 20 dengan 50 untuk mendapatkan faktor daya terlalu gegabah: jika 20 W adalah keluaran mekanis, angka itu bukan input aktif. Gambar 3 memakai tabel Jepang yang sudah terbit untuk menunjukkan perbedaan kolomnya.
Gambar 3: W dan VA Ada di Kolom Terpisah pada Datasheet Nyata
Nilai terbitan Nihon KOSO untuk 3200R / 32A1RA, dipakai untuk menunjukkan arti tiap kolom.
Sumber: Nihon KOSO, "Daftar torsi dan gaya dorong aktuator elektrik" (bahasa Jepang). Nilai terbitan satu model, bukan nilai standar semua katup bermotor. Tegangan catu daya dan faktor daya tidak ditambahkan di sini karena tabel itu saja tidak menetapkannya.
Faktor daya adalah daya aktif dibagi daya semu dan menggambarkan hubungan tegangan, arus, dan daya di sisi catu daya. Efisiensi adalah keluaran mekanis dibagi input listrik dan menggambarkan rugi-rugi saat dikonversi menjadi gerakan. Jangan menganggap keduanya bisa dipertukarkan.
Kebutuhan torsi katup yang lebih tinggi mungkin membutuhkan aktuator yang berbeda. Namun hubungan torsi dan arus juga bergantung pada kecepatan, reduktor, dan jenis motor, sehingga ukuran katup dua kali lipat tidak berarti arus dua kali lipat.
Tekanan diferensial di katup dan hambatan seat juga menambah beban. Dua katup dengan ukuran nominal sama tidak bisa dibandingkan bila kondisinya tidak sama, jadi baca spesifikasinya sebagai kombinasi bodi katup dan aktuator.
Menghitung Arus: 1 Fasa, 3 Fasa, dan DC
Jangan menerapkan rumus 1 fasa pada model yang berjalan dengan daya 3 fasa. Untuk catu daya 3 fasa seimbang dengan gelombang sinus, daya semu adalah √3 kali tegangan line-to-line kali arus saluran (line current). Jangan menukar tegangan line-to-line dengan tegangan fasa.
Dengan rating fiktif 3 fasa 200 V dan 300 VA, arus salurannya sekitar 0,87 A. Rumus ini mengasumsikan kondisi yang sama di setiap fasa; peralatan dengan ketidakseimbangan atau distorsi gelombang perlu evaluasi tersendiri.
Pada DC dalam keadaan tunak, daya sederhana saja: tegangan × arus. Aktuator DC 24 V fiktif dengan input 6 W menarik 0,25 A. Angka keadaan tunak ini tidak mencakup arus start atau arus maksimum rangkaian elektronik di dalam aktuator.
Dalam praktik, cari dulu nilai arus yang dipublikasikan pabrikan sebelum mengonversi apa pun. Jika tabelnya dipisah menurut tegangan atau frekuensi, pakai baris untuk model yang akan Anda pesan, dan jangan meminjam nilai dari baris untuk catu daya lain.
Arus Terukur, Inrush, dan Rotor Terkunci
Arus terukur (rated current) adalah nilai acuan untuk operasi pada kondisi yang ditetapkan pabrikan. Saat start mengalir arus yang berbeda, sehingga jika Anda menentukan perangkat kontrol atau catu daya hanya dari arus terukur, kondisi start akan terlewat.
Arus rotor terkunci (locked-rotor current) berkaitan dengan keadaan ketika motor terhalang berputar. Pisahkan keadaan itu dari start normal, saat motor masih berakselerasi. Istilah seperti arus start dan arus inrush, beserta kondisi di baliknya, mengikuti definisi tiap pabrikan.
Gambar 4: Start dan Rotor Terkunci Adalah Keadaan Berbeda, Meski Keduanya Menarik Arus Besar
Daripada memakai pengali tetap, periksa dulu keadaan mana yang digambarkan oleh nilai di datasheet.
Motor mulai berputar. Datasheet dapat mencantumkan arus atau VA saat start secara terpisah dari operasi tunak.
Kondisi acuan pada catu daya, beban, dan syarat lain yang ditetapkan. Arus siaga saat berhenti adalah nilai terpisah.
Arus yang berkaitan dengan keadaan motor tidak bisa berputar. Jangan menganggapnya sebagai keadaan di mana start normal boleh terus berlanjut.
Bukan gelombang waktu kuantitatif. Nilai start, rotor terkunci, dan pembalikan sesaat berbeda menurut jenis motor, tegangan, dan daya keluaran, jadi pakai spesifikasi model yang dituju.
FAQ Oriental Motor tentang arus motor AC juga memisahkan arus terukur dari arus inrush, arus pembalikan sesaat (instantaneous reversing current), dan arus rotor terkunci. Rasio yang dicantumkan berbeda menurut jenis dan daya motor, jadi jangan menerapkan pengali satu motor pada semua katup bermotor.
Pada produk dengan rangkaian kontrol elektronik, karakteristik motor saja tidak menentukan arus input. Baca kondisi aktuator secara keseluruhan: arus maksimum termasuk rangkaian kontrol dan proteksi, duty cycle, dan jumlah start.
VA inrush dan VA holding (penahan) di katalog katup solenoid juga berbeda dari nilai terukur dan nilai start katup bermotor. Glosarium CKD memisahkan inrush dan holding untuk katup solenoid AC, tetapi arus holding solenoid tidak boleh dipakai sebagai arus katup bermotor saat berhenti.
Menentukan Catu Daya, Breaker, dan Kontak Kontrol
Rangkaian yang memberi daya ke aktuator dan rangkaian yang mengirim perintah buka/tutup masing-masing punya rating sendiri. Gunakan spesifikasi peralatan dan diagram wiring untuk menentukan apakah output kontroler hanya menggerakkan input kontrol aktuator atau memutus-sambung beban motor secara langsung.
Misalnya, kontak bertanda 5 A tidak boleh langsung dianggap mampu menyambung beban motor hanya dari angka itu. Periksa jenis beban dan kondisi start, lalu cocokkan syarat penggunaan yang ditetapkan untuk kontroler dengan yang ditetapkan untuk katup.
Gambar 5: Rating Satu Katup vs. Syarat Menjalankan Beberapa Katup
Kapasitas total catu daya penggerak dan syarat output kontrol adalah dua pemeriksaan yang terpisah.
Biru solid: daya penggerak; cokelat putus-putus: sinyal kontrol. Hanya tata letak fungsi; tidak menunjukkan jumlah kabel, sambungan terminal, atau boleh tidaknya rangkaian dipakai bersama. Cek tiap output dan total grup terhadap ratingnya masing-masing.
Ketika beberapa katup bergerak bersamaan, jumlah arus terukur saja belum cukup sebagai informasi. Beri tahu juga pihak yang menentukan catu daya katup mana saja yang bisa start bersamaan, karena langkah yang singkat pun menimbulkan beban start. Konsumsi rata-rata harian yang rendah dan kapasitas sesaat yang Anda butuhkan adalah dua pertanyaan yang terpisah.
Pemisahan start dan operasi yang sama berlaku untuk breaker dan relai proteksi. FAQ Oriental Motor, misalnya, menyarankan memilih breaker yang tidak trip akibat arus inrush motor. Tanyakan pabrikan aktuator tentang breaker dan ukuran kabel yang direkomendasikan, lalu cocokkan dengan PUIL 2011 (SNI 0225:2011) dan ketentuan setempat.
Boleh tidaknya beberapa jalur kontrol memakai satu kontak juga bergantung pada rangkaian yang ditetapkan pabrikan. Peran relai bawaan dan syarat operasi paralel ada di dokumentasi pabrikan; jangan menentukan cara wiring hanya dari nilai arus di katalog.
Saat mengganti katup bermotor atau aktuatornya, bawa serta ukuran pipa dan dimensi sambungan, juga tekanan diferensial, torsi yang dibutuhkan, dan waktu operasi. Aktuator baru dapat mengubah tegangan catu daya, arus, input kontrol, dan feedback posisi, jadi bandingkan model lama dan baru butir demi butir.
Jika arus naik dibanding sebelumnya, jangan langsung menyalahkan ukuran katup atau daya motor. Lihat beban dan kondisi operasi secara terpisah.
Sebagian alur berpikir yang sama berlaku untuk perubahan arus pompa, tetapi karakteristik pompa tidak bisa langsung dipindahkan ke beban buka-tutup katup.
Energi Listrik: Hitung Waktu Operasi dan Siaga
Menentukan catu daya dan mengukur jumlah listrik yang terpakai adalah dua pekerjaan yang terpisah. Energi (kWh) adalah daya aktif yang diakumulasikan terhadap waktu, jadi mengalikan VA dengan jam terpasang tidak menghasilkan kWh. Pisahkan waktu katup bergerak dari waktu katup diam.
Misalkan input aktif konstan 30 W saat beroperasi dan 20 langkah per hari masing-masing 20 detik. Dengan kondisi ini, bagian operasi sekitar 3,33 Wh per hari. Ini hanya memperagakan metode; angka ini bukan konsumsi harian produk nyata mana pun.
Sebagian model tetap memakai daya saat berhenti, untuk rangkaian kontrol atau heater, jadi tambahkan secara terpisah. Jangan menganggap katup yang berhenti menarik 0 W, atau menarik daya terukur sepanjang hari. Jumlahkan energinya dari konfigurasi peralatan dan catatan operasi.
Di pabrik dengan banyak katup bermotor, start serentak masuk ke kapasitas catu daya, sedangkan jumlah langkah harian dan kondisi siaga masuk ke pemakaian energi. Dokumen yang memisahkan keduanya memudahkan desainer panel dan pemasok peralatan memakai kondisi yang sama saat Anda menambah peralatan.
Tabel Ringkas: VA, W, dan Motor W
VA dan dua jenis W tampak mirip tetapi punya fungsi berbeda. Pakai tabel ini untuk memutuskan apa yang bisa dilakukan dengan setiap kolom datasheet.
| Kegunaan | VA (daya semu) | W (daya aktif) | W (keluaran motor) |
|---|---|---|---|
| Yang diwakili | Tegangan × arus di sisi catu daya | Daya di sisi catu daya yang melakukan kerja | Kerja mekanis yang diberikan poros |
| Arus AC 1 fasa | Bagi dengan tegangan | Bagi dengan tegangan dan faktor daya | Jangan dipakai untuk arus |
| Faktor daya | Penyebut P/S | Pembilang P/S | Tidak dipakai |
| Energi (kWh) | Jangan dipakai langsung | Kalikan dengan waktu operasi dalam jam (Wh); bagi 1.000 untuk kWh | Tidak dipakai |
| Yang dicek | Saat start atau terukur? | Daya siaga ditambah terpisah? | Definisi kolom dan catatan |
Daftar Periksa Sebelum Menentukan Catu Daya
Telusuri butir-butir ini dengan datasheet di tangan sebelum Anda memfinalkan catu daya, breaker, wiring, dan output kontrol.
- Nomor model yang tepat untuk kombinasi katup dan aktuator
- Jenis catu daya: AC atau DC, 1 fasa atau 3 fasa, tegangan, dan frekuensi (50 Hz, 60 Hz, atau keduanya)
- Apakah tegangan dan frekuensi di lokasi Anda (misalnya 220 V 1 fasa atau 380 V 3 fasa, 50 Hz) tersedia sebagai tipe pesanan, atau perlu trafo
- Apakah setiap nilai daya berupa VA (daya semu) atau W, dan apakah nilai W itu input listrik atau keluaran motor
- Arus terukur pada tegangan dan frekuensi Anda, diambil dari baris yang sesuai
- Arus start (inrush) atau VA start, dan berapa lama berlangsung
- Arus rotor terkunci dan proteksi yang dimiliki aktuator terhadapnya
- Arus maksimum termasuk rangkaian kontrol, heater, dan beban internal lain
- Daya siaga saat berhenti
- Duty cycle dan jumlah start yang diizinkan
- Jumlah katup yang bisa start bersamaan pada satu catu daya
- Jenis input kontrol dan rating kontak yang disyaratkan aktuator
- Breaker dan ukuran kabel yang direkomendasikan, dicek terhadap PUIL 2011 (SNI 0225:2011) dan aturan K3 listrik yang berlaku
- Untuk penggantian: torsi, waktu operasi, tekanan diferensial, input kontrol, dan feedback posisi unit lama dan baru
Pertanyaan untuk Pemasok Jepang
Datasheet mungkin tidak mencantumkan kondisi di balik setiap nilai. Contoh surat di bawah (dalam bahasa Inggris, bahasa yang umum dipakai dengan pemasok Jepang) meminta semua informasi yang Anda butuhkan dalam satu pesan; ubah bagian dalam kurung siku sesuai proyek Anda.
Subject: Electrical data request for [model number] motorized valve
We plan to use [quantity] units of [valve and actuator model number] on a [single-phase / three-phase] [voltage] V, [frequency] Hz supply in Indonesia (for example 220 V single-phase or 380 V three-phase, 50 Hz). To size the power supply, breakers, and control circuits, please confirm the following:
1. Whether a version for our voltage and frequency is available, or what you recommend (for example, a step-down transformer).
2. Rated current (A) at our voltage and frequency.
3. Whether the VA values on the datasheet (rated output and startup) are apparent power, and the voltage and frequency they apply to.
4. Whether "motor W" is mechanical output or electrical input, and the active power input (W) or power factor at rated operation.
5. Startup (inrush) current and its duration, and locked-rotor current.
6. Maximum current including control circuits, plus standby power and any heater load.
7. Duty cycle and allowable number of starts.
8. Required contact rating and recommended wiring for the control input, including whether several actuators can share one contact.
9. Recommended breaker rating and characteristic, and recommended wire size.
Thank you for your support.
Batas Panduan Ini
Semua perhitungan di sini memakai nilai fiktif untuk menunjukkan metodenya. Angka-angka itu bukan rating produk nyata mana pun, dan nilai pada Gambar 3 hanya milik satu model yang sudah terbit.
Istilah datasheet seperti arus start dan arus inrush didefinisikan oleh tiap pabrikan, dan aktuator dengan kontrol elektronik mungkin tidak berperilaku seperti motor biasa. Pemilihan breaker, ukuran kabel, dan setelan proteksi ditentukan oleh teknisi listrik yang bertanggung jawab berdasarkan data pabrikan, PUIL 2011 (SNI 0225:2011), dan ketentuan K3 listrik di tempat kerja. Artikel ini bukan instruksi kerja.
FAQ
Berapa Ampere yang Ditarik Katup Bermotor 50 VA?
Pada 1 fasa 100 V arusnya 0,50 A, dan pada 1 fasa 200 V arusnya 0,25 A, tetapi tanpa tegangan dan jumlah fasa tidak ada jawaban tunggal. Pastikan juga apakah 50 VA itu nilai saat start atau nilai terukur, lalu cocokkan dengan kolom spesifikasi model yang Anda pilih.
Bisakah Saya Membagi Watt dengan Tegangan untuk Mendapat Arus?
Untuk DC dalam keadaan tunak, bisa. Untuk daya aktif AC, Anda juga butuh faktor daya. Jika W yang tercantum adalah keluaran mekanis motor, angka itu bukan input listrik sama sekali, jadi periksa dulu arti kolomnya.
Apakah Kontak dengan Rating di Atas Arus Terukur Aktuator Sudah Cukup?
Tidak jika hanya dilihat dari angkanya. Kontak juga harus sesuai dengan jenis beban, kondisi catu daya, dan arus start. Periksa apakah kontak hanya menyambung sinyal kontrol atau rangkaian motornya sendiri.
Bisakah Katup Bermotor dengan Ukuran Pipa yang Sama Saling Menggantikan?
Tidak hanya berdasarkan ukuran. Kondisi fluida, tekanan diferensial, torsi yang dibutuhkan, dan waktu operasi tetap berlaku. Selain bodi katup, periksa catu daya aktuator, input kontrol, feedback posisi, dan perilakunya saat daya hilang.
Apakah VA di Katalog × 24 Jam Sama dengan Pemakaian Energi Harian?
Tidak. VA adalah daya semu, jadi tidak bisa langsung masuk ke perhitungan kWh. Pakai input aktif dan waktu operasi sebenarnya, dan sertakan beban siaga seperti rangkaian kontrol dan heater.
Sumber
- Motor W, VA pada daya keluaran terukur, dan VA saat start menurut model (3200R / 32A1RA: 20 W, 50 VA, 100 VA): Nihon KOSO, daftar torsi dan gaya dorong aktuator elektrik (bahasa Jepang)
- Arus terukur, inrush, pembalikan sesaat, dan rotor terkunci; pemilihan breaker: Oriental Motor, "I am trying to select a breaker to combine with an AC motor. What is the current value that flows through the motor?" (bahasa Inggris)
- VA inrush dan holding AC serta konsumsi daya DC pada katup solenoid: CKD, glosarium istilah (bahasa Jepang)
- Input listrik, keluaran mekanis, rugi-rugi, dan efisiensi: Nidec, "Apa itu motor?" (bahasa Jepang)
- Perhitungan daya 1 fasa dan 3 fasa: Mitsubishi Electric, kursus dasar kelistrikan (bahasa Jepang)
- Perhitungan daya 3 fasa dengan distorsi gelombang: HIOKI, rumus perhitungan daya PW4001 (bahasa Jepang)
- Pembagian 50 Hz / 60 Hz di Jepang dan stopkontak 100 V: KEK (High Energy Accelerator Research Organization), "Japanese Electricity" (bahasa Inggris)
Artikel asli dalam bahasa JepangPanduan ini disusun dari artikel MONOSCOPE yang ditulis untuk pembaca di Jepang: 電動弁の電流値はどう読む?VA・Wと起動電流の違い、計算の条件


