Tabel Konversi Satuan Tekanan: kgf/cm2, MPa, bar, psi

Bayangkan sebuah kompresor dari Jepang. Pada name plate tertulis 0,69 MPa, gambar lama di buku manual menulis 7 kgf/cm², dan teknisi pemasok berkata lewat telepon bahwa mesin itu bekerja di "nana kiro" (tujuh kiro). Manometer di pabrik Anda sendiri mungkin menunjukkan bar atau psi. Ketiganya bisa menyatakan tekanan yang sama (7 kgf/cm² adalah 0,686 MPa, dibulatkan menjadi 0,69), tetapi hanya jika Anda tahu satuan masing-masing dan tahu apakah nilainya tekanan gauge atau tekanan absolut.
Jawaban singkatnya: 1 kgf/cm² = 98,0665 kPa = 0,0980665 MPa ≈ 14,22 psi ≈ 0,981 bar. Ke arah sebaliknya, 1 MPa = 1.000 kPa = 10 bar ≈ 10,2 kgf/cm² ≈ 145,0 psi. Bila orang Jepang menyebut "kiro" untuk tekanan, yang dimaksud sering kgf/cm², bukan kPa, sehingga satuannya perlu dikonfirmasi secara tertulis.
Panduan ini memuat tabel konversi satuan SI dan satuan AS, penjelasan kebiasaan "kiro", cara membaca MPaG dan MPaA terhadap psig dan psia, serta satuan kolom air dan kolom merkuri (mmAq, mmHg) yang masih muncul di dokumen Jepang. Di bagian akhir ada checklist, daftar pertanyaan untuk pemasok Jepang, dan contoh email.
Daftar isi
- Tabel Konversi Satuan Tekanan
- Apa Arti "Kiro" di Lapangan Jepang
- Pa, kPa, dan MPa: Dasar-dasar SI
- bar, atm, dan psi: Mirip tetapi Tidak Sama
- Tekanan Gauge dan Absolut: MPaG, MPaA, psig, dan psia
- Kolom Air dan Kolom Merkuri: mmAq, mmH₂O, mmHg, dan Torr
- Gambar Lama Jepang dan Undang-Undang Metrologi Jepang
- Mencatat Tekanan: Nilai, Satuan, Acuan, dan Lokasi
- Checklist untuk Nilai Tekanan dari Jepang
- Pertanyaan untuk Pemasok Jepang Anda
- Di Mana Panduan Ini Tidak Berlaku
- Ringkasan
- FAQ
- Sumber
Tabel Konversi Satuan Tekanan
Tabel berikut menunjukkan nilai satu satuan yang umum di dokumen Jepang dan AS dalam kPa, MPa, psi, dan bar. Setiap faktor hanya membandingkan ukuran satuan. Tidak ada faktor yang menambah atau mengurangi tekanan atmosfer, sehingga nilai gauge tetap nilai gauge setelah dikonversi.
| 1 satuan | kPa | MPa | psi | bar | Definisi / catatan |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 Pa | 0,001 | 0,000001 | 0,000145 | 0,00001 | Satuan SI (1 N/m²) |
| 1 hPa | 0,1 | 0,0001 | 0,0145 | 0,001 | 100 Pa |
| 1 kPa | 1 | 0,001 | 0,145038 | 0,01 | 1.000 Pa |
| 1 MPa | 1.000 | 1 | 145,038 | 10 | 1.000.000 Pa |
| 1 kgf/cm² | 98,0665 | 0,0980665 | 14,2233 | 0,980665 | Eksak, berdasarkan gravitasi standar |
| 1 bar | 100 | 0,1 | 14,5038 | 1 | 100.000 Pa, eksak |
| 1 atm | 101,325 | 0,101325 | 14,6959 | 1,01325 | Atmosfer standar, 101.325 Pa, eksak |
| 1 psi | 6,894757 | 0,006894757 | 1 | 0,0689476 | Pound-force per inci persegi |
| 1 Torr | 0,133322 | 0,000133322 | 0,0193368 | 0,00133322 | 1/760 dari 1 atm |
| 1 mmHg | 0,133322 | 0,000133322 | 0,0193368 | 0,00133322 | Konvensional; dalam definisi legal Jepang sama dengan 1 Torr |
| 1 inHg | 3,386389 | 0,003386389 | 0,491154 | 0,0338639 | Konvensional |
| 1 mH₂O | 9,80665 | 0,00980665 | 1,42233 | 0,0980665 | Kolom air konvensional (1.000 kg/m³, gravitasi standar) |
| 1 mmH₂O (mmAq) | 0,00980665 | 0,00000980665 | 0,00142233 | 0,0000980665 | Konvensional; mmAq adalah satuan yang sama |
| 1 inH₂O | 0,2490889 | 0,0002490889 | 0,0361273 | 0,00249089 | Konvensional (ada acuan suhu lain) |
Faktor mengikuti NIST Special Publication 811, Appendix B.9. Jumlah angka di belakang koma hanya menunjukkan faktornya, bukan ketelitian suatu pengukuran.
Bila dokumen Jepang memberi nilai dalam kgf/cm², tabel berikut membantu Anda memeriksa nilai bulat yang sering muncul.
| kgf/cm² | MPa | kPa | bar | psi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | 0,0981 | 98,1 | 0,981 | 14,2 |
| 3 | 0,294 | 294 | 2,94 | 42,7 |
| 5 | 0,490 | 490 | 4,90 | 71,1 |
| 7 | 0,686 | 686 | 6,86 | 99,6 |
| 10 | 0,981 | 981 | 9,81 | 142,2 |
Nilai dibulatkan ke tiga angka signifikan (psi ke satu angka desimal). Untuk tekanan uji dan set point, tetap gunakan faktor eksak 98,0665.
Cara Memakai Tabel
Kalikan nilai dengan faktor pada baris satuan awal. Misalnya 2,5 bar × 100 = 250 kPa, lalu 250 kPa ÷ 1.000 = 0,25 MPa. Acuan tekanan (gauge atau absolut) tidak berubah selama konversi.
Untuk arah sebaliknya, bagilah. Mengubah 350 kPa ke kgf/cm² berarti membaginya dengan 98,0665:
Bila pasangan satuan tidak ada di tabel, ubah dulu ke kPa, baru ke satuan tujuan. Untuk kgf/cm² ke psi, kalikan dengan 98,0665 untuk mendapat kPa, lalu bagi dengan 6,894757.
Tulis nilai awal, satuannya, dan setiap hasil antara, jangan menghitung di kepala. Dengan begitu rekan kerja dapat memeriksa ulang perhitungan Anda.
Bila tabel dimasukkan ke spreadsheet, pisahkan sel angka dan sel satuan, dan simpan entri aslinya. Uji tiap rumus dengan nilai mudah: 1 MPa harus menghasilkan 1.000 kPa dan 1 bar harus menghasilkan 100 kPa. Cara ini cepat menemukan faktor yang terbalik atau pengali 1.000 yang terpakai dua kali.
Pertahankan faktor selengkapnya selama perhitungan dan bulatkan hanya di akhir, sesuai resolusi alat dan tujuan pemakaian. Nilai masukan pada contoh di sini, seperti 350 atau 0,7, hanyalah ilustrasi dan tidak menunjukkan angka signifikan atau ketidakpastian pengukuran nyata.
Apa Arti "Kiro" di Lapangan Jepang
Di lapangan pabrik Jepang Anda masih bisa mendengar pertanyaan "nan-kiro?" (berapa kiro?) tentang tekanan. Dalam frasa itu, "kiro" sering kependekan dari kgf/cm². Masalahnya, kPa juga dibaca "kiro-pasukaru", sehingga angka yang diucapkan tanpa satuan bisa berarti dua hal yang selisihnya sekitar 98 kali.
Huruf "f" pada kgf berarti force (gaya). Satu kilogram-gaya adalah berat massa 1 kg di bawah gravitasi standar: 1 kgf = 9,80665 N. Dalam bahasa Indonesia, kgf/cm² dikenal sebagai atmosfer teknik (at).
Menyingkat kgf/cm² menjadi "kg" atau "kg/cm²" mengaburkan perbedaan antara massa, gaya, dan tekanan. Di lapangan Indonesia Anda mungkin juga mendengar tekanan disebut "tujuh kilo" atau "tujuh kg". Anggap singkatan seperti itu sebagai kgf/cm² hanya setelah dikonfirmasi.
Gambar 1 menunjukkan asal faktor 98,0665. Ubah gaya ke newton dan luas ke meter persegi, maka sisanya mengikuti.
Gambar 1: Mengapa 1 kgf/cm² sama dengan 98,0665 kPa
Ubah gaya di bagian atas ke newton dan luas di bagian bawah ke meter persegi.
Langkah luas adalah tempat kesalahan sering terjadi. Satu meter adalah 100 cm, tetapi 1 m² adalah 100 cm × 100 cm = 10.000 cm², sehingga 1 cm² adalah 0,0001 m². Konversi ini memakai gravitasi standar yang sudah ditetapkan, bukan gravitasi lokal di lokasi Anda.
"1 Kiro Kira-kira 0,1 MPa": Boleh untuk Perkiraan Saja
Menganggap 1 kgf/cm² sebagai 0,1 MPa memudahkan kita merasakan kisaran tekanan. Namun 0,1 MPa sekitar 1,97% lebih besar dari 1 kgf/cm², jadi untuk tekanan uji dan set point resmi gunakan 98,0665.
Ambil contoh "nana kiro" (7 kiro). Dikonversi secara eksak, 7 kgf/cm² adalah 0,6864655 MPa, atau sekitar 0,69 MPa.
Membacanya sebagai 0,7 MPa menambah selisih 0,0135345 MPa. Saat memindahkan nilai dari lembar setelan lama, catat juga cara pembulatannya.
Hal yang sama berlaku saat mengganti instrumen. Manometer lama dengan skala penuh 10 kgf/cm² mencakup 0–0,980665 MPa, yang secara ketat tidak sama dengan manometer 0–1 MPa. Samakan rentang fisiknya, bukan angka yang tercetak pada dial.
Tekanan set katup pengaman (safety valve) dan tekanan desain peralatan ditetapkan terpisah dari nilai operasi normal. Bacalah dalam satuan dan acuan yang tertulis di spesifikasi yang berlaku, dan serahkan setiap perubahan kepada pihak yang bertanggung jawab atas peralatan.
Satu jebakan lagi: "10K" pada flange Jepang adalah kelas tekanan nominal JIS (yobi-atsuryoku), bukan tekanan 10 kgf/cm². Periksa rating tekanan-suhu flange tersebut di JIS B 2220, jangan mengonversi angka "K".
Pa, kPa, dan MPa: Dasar-dasar SI
Tekanan adalah gaya yang bekerja tegak lurus pada suatu permukaan, dibagi luas permukaan itu. Satu pascal (Pa) adalah tekanan akibat gaya 1 newton yang bekerja merata dan tegak lurus pada 1 m². Newton (N) adalah satuan gaya dan kilogram (kg) adalah satuan massa. Baik gaya saja maupun massa beban saja tidak menentukan tekanan.
Untuk gaya yang sama, luas yang lebih kecil menghasilkan tekanan yang lebih tinggi. Bila luas digandakan, tekanan menjadi setengahnya, seperti pada Gambar 2.
Gambar 2: Gaya sama, luas berbeda, tekanan berbeda
Gaya 100 N pada luas 0,01 m² menghasilkan 10 kPa.
Lebar gambar tidak sesuai skala. Hasilnya adalah tekanan rata-rata di bawah pelat.
Bila tekanan dan luas diketahui, Anda dapat menghitung gayanya. Selisih tekanan 0,5 MPa yang bekerja merata pada 10 cm² menghasilkan 500 N, jadi tekanan yang "rendah" tetap bisa mendorong kuat pada permukaan yang luas.
Pascal terlalu kecil untuk peralatan industri, sehingga spesifikasi memakai kPa dan MPa. Huruf k (kilo, ×1.000) dan M (mega, ×1.000.000) adalah awalan: kPa dan MPa bukan jenis tekanan yang berbeda, hanya letak koma desimal yang berbeda.
Huruf h pada hPa (hekto, ×100) lazim dipakai dalam prakiraan cuaca: 1 kPa = 10 hPa.
Gambar 3 menuliskan satu tekanan, 0,35 MPa, dalam empat cara. Makin kecil satuannya, makin besar angkanya.
Setiap langkah ke bawah memakai satuan yang lebih kecil, sehingga angkanya makin besar.
Mengganti satuan tidak mengubah keadaan di dalam pipa. Tangga ini berlaku untuk tekanan gauge maupun absolut. Sebagai pembanding, 0,35 MPa ≈ 50,8 psi.
Simbol satuan membedakan huruf besar dan kecil. Tulis kPa, MPa, dan hPa, jangan KPa atau Mpa. Saat menyalin nilai antara gambar dan spreadsheet, salin juga simbol satuannya persis; langkah ini saja sudah mencegah banyak kesalahan faktor 1.000.
bar, atm, dan psi: Mirip tetapi Tidak Sama
Satu bar adalah 100 kPa dan satu atmosfer standar (atm) adalah 101,325 kPa. Menganggap "1 atmosfer" sama dengan "1 bar" menyisakan selisih 1,325 kPa, yang penting pada pekerjaan vakum dan perhitungan presisi.
Atm adalah nilai tetap yang telah didefinisikan. Atm bukan tekanan atmosfer di lokasi Anda hari ini, yang berubah menurut cuaca dan ketinggian. Mengubah gauge ke absolut tidak selalu berarti menambah tepat 1 atm.
Psi adalah tekanan satu pound-force pada satu inci persegi. Pada peralatan AS dan negara lain Anda akan melihat psig dan psia: g berarti gauge dan a berarti absolut. Baca huruf itu bersama angkanya.
Demikian pula, spesifikasi 0,5 MPa adalah 5 bar atau sekitar 72,5 psi pada acuan yang sama. Bila Anda menambahkan tekanan atmosfer ke 0,5 MPa sebelum dikonversi, Anda menghitung besaran yang lain.
Bila hanya satu dari dua dokumen yang menandai nilainya dengan G atau abs, samakan acuannya sebelum membandingkan apa pun. Satuan yang sama dengan acuan yang berbeda tetap menghasilkan perbandingan yang salah, jadi baca juga catatan kaki dan kondisi uji di katalog.
Tekanan Gauge dan Absolut: MPaG, MPaA, psig, dan psia
Tekanan gauge memakai tekanan sekitar, biasanya atmosfer, sebagai nol. Tekanan absolut memakai vakum sempurna sebagai nol. Bila pipa yang sama diukur dengan kedua cara, kedua pembacaan berselisih sebesar tekanan atmosfer.
Spesifikasi Jepang dapat menandai acuan dengan akhiran huruf. Tabel berikut memetakan notasi umum ke padanannya di dokumen AS.
| Acuan | Dokumen Jepang | Dokumen AS / lainnya | Titik nol |
|---|---|---|---|
| Gauge | MPaG, kPaG | psig, barg | Tekanan sekitar (atmosfer) |
| Absolut | MPaA, MPa abs | psia, bara | Vakum sempurna |
| Diferensial | kPa (diferensial), ΔP | psid, ΔP | Titik ukur yang lain |
G dan A hanyalah label, bukan awalan SI. Catatan resmi cukup menulis "tekanan gauge 0,7 MPa". Bila dokumen Jepang menulis MPa tanpa akhiran, jangan menganggap salah satu acuan; tanyakan.
Gambar 4 menunjukkan dua titik nol itu. Dengan atmosfer 101,325 kPa, tekanan gauge 700 kPa adalah tekanan absolut 801,325 kPa.
Gambar 4: Dua tekanan, dua titik nol
Dengan atmosfer 101,325 kPa, 700 kPa gauge sama dengan 801,325 kPa absolut.
Hanya skema; jarak tidak sesuai skala. Panah biru berjalan dari vakum sempurna dan panah oranye dari tekanan atmosfer ke titik ukur.
Mengubah satuan berarti mengalikan atau membagi. Mengubah acuan berarti menambah atau mengurangi tekanan atmosfer. Samakan dulu kedua nilai ke satuan yang sama, baru tambah atau kurangi, agar Anda tidak pernah menjumlahkan nilai kPa dengan nilai MPa.
Misalnya, uap boiler 0,7 MPaG kira-kira 0,8 MPaA. Tabel uap (steam table) umumnya mencantumkan tekanan absolut, jadi periksa acuan yang dipakai kolom tekanan pada tabel tersebut.
Bila nilai gauge dimasukkan ke tabel uap absolut, Anda membaca uap pada keadaan yang berbeda. Entalpi dan sifat lain bergantung pada keadaan itu, sehingga acuan harus sama, bukan hanya satuannya.
Vakum dan Tekanan Diferensial
Di tempat yang tekanannya di bawah tekanan sekitar, pembacaan gauge bernilai negatif. Pada tekanan sekitar 101,325 kPa, −80 kPa gauge sama dengan 21,325 kPa absolut. Tekanan absolut sendiri tidak pernah di bawah nol.
Peralatan vakum dapat menampilkan tekanan absolut yang rendah atau tekanan gauge negatif. Pada peralatan seperti kondensor uap, tempat keadaan operasi dinilai dari pembacaan, label abs atau G sangat penting.
Tekanan diferensial adalah selisih antara dua titik mana pun, bukan hanya antara satu titik dan atmosfer. Dengan 0,60 MPaG di hulu dan 0,55 MPaG di hilir, selisihnya 0,05 MPa (50 kPa). Menambahkan tekanan atmosfer yang sama pada kedua nilai tidak mengubah selisih itu.
Bila kedua titik berbeda tinggi atau kecepatan aliran, tidak seluruh selisih tekanan statis yang terukur adalah rugi gesekan. Hindari juga mengurangkan nilai yang diambil pada waktu atau acuan yang berbeda. Untuk filter dan perpipaan, catat selisih tekanan pada kondisi operasi dan pasangan titik yang sama agar tren dapat dibandingkan.
Kolom Air dan Kolom Merkuri: mmAq, mmH₂O, mmHg, dan Torr
Pada dokumen Jepang yang lebih lama, tekanan kecil seperti tekanan fan atau draft kadang ditulis sebagai kolom air: mmAq atau mmH₂O. "Aq" berasal dari aqua, dan kedua label itu menunjuk satuan yang sama. Nilai konvensionalnya 1 mmH₂O = 9,80665 Pa, sehingga 1 kPa ≈ 102 mmAq.
Padanan di AS adalah inci kolom air (inH₂O). Inci air konvensional adalah 249,0889 Pa, atau 25,4 mmH₂O, sehingga 1 kPa ≈ 4,01 inH₂O dan 100 mmAq ≈ 3,94 inH₂O.
Waspadai suhu. NIST mencantumkan faktor terpisah untuk inci air pada 39,2°F (249,082 Pa), pada 60°F (248,84 Pa), dan nilai konvensional, serta memisahkan kolom air 4 °C dari yang konvensional. Bila dokumen menyebut suhu air, pakai faktor untuk kondisi itu.
Kedalaman Air Sebenarnya vs. Satuan
Satuan konvensional mengasumsikan massa jenis 1.000 kg/m³ dan gravitasi standar. Untuk mengubah kedalaman air yang nyata menjadi tekanan, pakai massa jenis dan gravitasi yang sebenarnya. Air panas atau cairan lain memiliki massa jenis berbeda, jadi 1 m cairan tidak selalu menghasilkan tekanan yang sama.
Gambar 5 menunjukkan tangki terbuka dengan air 5 m. Tekanan gauge di dasarnya sekitar 49,0 kPa.
Gambar 5: Pada tangki terbuka, kedalaman menentukan tekanan
Dengan massa jenis 1.000 kg/m³ dan air setinggi 5 m, tekanan gauge di dasar sekitar 49,0 kPa.
Hanya cairan diam. Perubahan tekanan akibat pompa atau aliran tidak dihitung.
Pada kondisi yang sama, air setinggi 10 m menghasilkan sekitar 98,1 kPa. Dari sinilah aturan praktis lapangan "10 m air kira-kira 0,1 MPa" berasal. Pada tangki tertutup, tambahkan tekanan di atas permukaan cairan ke suku kedalaman.
Head pompa menyatakan energi yang diberikan kepada fluida sebagai tinggi cairan. Pisahkan head dari tekanan, dan sesuaikan massa jenis cairan serta kondisi operasi saat membaca kurva pompa.
Pada manometer pipa-U, baca selisih antara kedua permukaan cairan, bukan kedalaman pada satu sisi.
mmHg, Torr, dan inHg
Torr adalah 1/760 atmosfer standar: 1 Torr = 101.325/760 Pa. Dalam Keiryo Tan'i Rei (Measurement Unit Ordinance) Jepang, mmHg yang dipakai untuk tekanan di dalam tubuh dan tekanan darah bernilai sama, sehingga menurut istilah hukum Jepang 1 mmHg = 1 Torr.
mmHg konvensional yang dipakai di banyak acuan non-Jepang dihitung dari massa jenis merkuri tertentu dan gravitasi standar. Nilainya sekitar 133,322387 Pa, sedangkan Torr sekitar 133,322368 Pa. Untuk konversi industri sehari-hari selisih ini tidak tampak pada enam digit, sehingga 1 mmHg ≈ 0,133322 kPa sudah cukup; kalibrasi presisi harus mengikuti definisi di dokumen yang dipakai.
Satuan yang didefinisikan dan kolom merkuri nyata juga berbeda. Membaca 760 mm pada kolom merkuri sungguhan melibatkan suhu merkuri dan gravitasi lokal, sehingga mengukur kolom adalah pekerjaan terpisah dari mengonversi satuan. Untuk vakum meter AS dalam inci merkuri, pakai 1 inHg ≈ 3,386 kPa (konvensional).
Misalnya, 20 Torr absolut adalah sekitar 2,66645 kPa absolut. Mengubahnya ke tekanan gauge berarti mengurangi tekanan sekitar, yang merupakan langkah terpisah dari mengganti satuan.
Gambar Lama Jepang dan Undang-Undang Metrologi Jepang
Keiryo-ho (Measurement Act) Jepang yang direvisi berlaku sejak 1 November 1993 dan memindahkan satuan untuk transaksi dan pembuktian ke SI. Satuan non-SI mendapat masa tenggang yang berakhir pada 30 September 1995, 1997, atau 1999, bergantung pada satuannya. Untuk kgf/cm² dan satuan tekanan berbasis kgf lainnya, serta meter merkuri dan meter air, batasnya adalah 30 September 1999.
Itulah sebabnya gambar dan manometer dari sebelum masa transisi dapat menunjukkan kgf/cm². Surat edaran Badan Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jepang (FDMA) tahun 1997 menjelaskan transisi ini sebagai berikut:
- Satuan non-SI yang dihapus tidak boleh lagi dipakai untuk transaksi atau pembuktian.
- Peralatan dan instrumen yang bertanda satuan tersebut sebelum batas waktu masih boleh dipakai bila tidak diubah, tetapi nilai yang dipakai untuk transaksi atau pembuktian harus dikonversi ke SI.
- Instrumen berskala non-SI tidak harus diganti saat diperbaiki, tetapi sertifikat perbaikannya harus mencantumkan nilai SI.
Daftar satuan legal Jepang tidak sama dengan daftar satuan SI. Bar dan atmosfer masih menjadi satuan legal di Jepang, sehingga nilai dalam bar bukan masalah hukum dengan sendirinya.
Torr, kolom merkuri, dan kolom air menjadi satuan legal hanya untuk mengukur tekanan di dalam tubuh, dan mmHg didefinisikan terpisah untuk tekanan darah. Kedua izin itu tidak memperbolehkan pemakaian bebas dalam transaksi atau pembuktian industri umum.
Aturan di atas adalah aturan Jepang untuk dokumen dan transaksi di Jepang. Untuk dokumen yang dipakai di Indonesia, UU No. 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal dan peraturan turunannya menjadi rujukan, dan sertifikat kalibrasi dari laboratorium terakreditasi KAN (SNI ISO/IEC 17025:2017) mencantumkan satuan yang dipakai. Rincian satuan yang diizinkan untuk keperluan legal sebaiknya dikonfirmasi ke pihak yang berwenang.
Saat menyalin nilai lama ke spesifikasi terbaru, simpan nilai aslinya dan tambahkan nilai konversi serta faktornya. Catatan seperti "Gambar lama: 7 kgf/cm²; konversi: 0,6864655 MPa" memungkinkan siapa pun memeriksa kemudian apakah nilainya dibulatkan atau setelannya berubah.
Mencatat Tekanan: Nilai, Satuan, Acuan, dan Lokasi

"Tekanannya 7" tidak memberi tahu satuan maupun lokasi pengukuran. Catat nilai, satuan, acuan, dan titik ukur bersama-sama, maka informasi yang sama terbawa dari manometer sampai ke laporan.
Gambar 6 mengubah ucapan "nana kiro" menjadi catatan lengkap. Konfirmasi dulu satuan aslinya, lalu tuliskan dalam bentuk ini.
Gambar 6: Mengubah "7 kiro" menjadi catatan pengukuran
Konfirmasi arti nilai yang diucapkan, lalu catat selengkapnya.
- Asli
- 7 kgf/cm²
- Acuan
- Gauge
- Konversi
- ≈ 0,686 MPaG (≈ 99,6 psig)
- Lokasi
- Manometer di outlet tangki udara (air receiver)
- Kondisi
- Berbeban; catat waktunya
Ambil satuan dari muka manometer atau spesifikasi, dan konfirmasi gauge atau absolut. Konversi sambil menyimpan nilai aslinya. Lalu bandingkan dengan catatan lama pada titik dan beban yang sama, sehingga Anda dapat memisahkan perubahan satuan dari perubahan operasi yang sebenarnya.
Rentang Transmitter dan Sinyal 4–20 mA
Bila transmitter tekanan dan panel kontrol menunjukkan angka yang berbeda, periksa rentang masukan selain satuannya. Sinyal 4–20 mA memetakan batas bawah dan atas rentang ke arus, sehingga rentang baru mengubah arti arus yang sama.
Rentang 0–1 MPa dan rentang 0–1.000 kPa sama bila acuannya sama. Mengubah skala ke 0–10 bar, bagaimanapun, adalah operasi yang berbeda dari berpindah gauge ke absolut, karena titik nol bergeser hanya pada yang kedua.
Pada transmitter yang diatur 0–1 MPa untuk 4–20 mA, 12 mA adalah 50% span: 0,5 MPa, atau 500 kPa. Mengganti satuan tampilan tidak mengubah tekanan yang diwakili 12 mA.
Bila hanya transmitter yang diganti dengan model 0–2 MPa, 12 mA kini berarti 1 MPa. Penerima yang masih diatur ke rentang lama akan menampilkan 0,5 MPa, dan konversi satuan apa pun tidak akan memperbaikinya.
Pada lembar perbandingan sebelum dan sesudah penggantian, catat batas rentang dan acuan beserta satuan tampilannya. Dengan memeriksa perangkat lapangan dan panel, Anda dapat mengetahui apakah ketidaksesuaian itu kesalahan konversi, kesalahan rentang, atau perubahan operasi yang sebenarnya.
Resolusi dan Akurasi Ikut Terbawa dalam Konversi
Tentukan jumlah digit berdasarkan akurasi dan tujuan pengukuran. Lebih banyak angka desimal pada faktor tidak membuat pembacaan dari manometer berskala kasar menjadi lebih akurat.
Bila divisi terkecil adalah 0,01 MPa, divisi terkonversinya adalah 10 kPa. Menulis hasil sampai 1 kPa mengklaim resolusi yang tidak pernah dimiliki pembacaan aslinya.
Bila F.S. berarti span skala penuh (full scale), ±1% F.S. bukan 1% dari pembacaan. Pada manometer 0–1 MPa nilainya ±0,01 MPa, yaitu ±10 kPa atau sekitar ±1,45 psi.
Angka itu berlaku pada kondisi yang ditetapkan; pengaruh suhu dan digit tampilan dapat dicantumkan terpisah. Bila Anda menambahkan tekanan atmosfer hasil ukur untuk mendapat tekanan absolut, ketidakpastian pengukuran itu ikut masuk ke hasil.
Terakhir, nilai skala maksimum manometer dan tekanan kerja maksimum yang diizinkan (saiko shiyo atsuryoku) peralatan adalah informasi yang berbeda. Manometer yang membaca sampai 1,6 MPa tidak berarti peralatan boleh beroperasi pada 1,6 MPa. Setiap perubahan set point atau tekanan operasi harus mengikuti prosedur pabrik sendiri.
Checklist untuk Nilai Tekanan dari Jepang
Telusuri poin-poin berikut setiap kali nilai tekanan datang dari name plate, gambar, datasheet, atau percakapan telepon dengan pihak Jepang.
- Satuan: MPa, kPa, kgf/cm² (atau "kg/cm²"), bar, mmAq, mmHg, atau Torr. Anggap ucapan "kiro" belum terkonfirmasi sampai Anda melihatnya tertulis.
- Acuan: G (gauge), A atau abs (absolut), atau diferensial. Tanpa akhiran berarti Anda masih harus bertanya.
- Jenis nilai: tekanan operasi, desain, kerja maksimum yang diizinkan, set, atau uji. Semuanya angka yang berbeda.
- Konversi: faktor eksak yang dipakai (98,0665 untuk kgf/cm²), nilai asli disimpan, pembulatan dicatat.
- Kolom air atau merkuri: satuan konvensional atau suhu tertentu.
- Instrumen: rentang, satuan skala, pemetaan 4–20 mA, dan akurasi (% F.S. atau % pembacaan).
- Flange dan fitting: angka "K" adalah kelas tekanan JIS, bukan nilai tekanan.
- Revisi gambar: gambar lama mungkin masih menulis kgf/cm² saat dokumen baru memakai MPa.
Pertanyaan untuk Pemasok Jepang Anda
Bila ada butir checklist yang belum jelas, tanyakan secara tertulis. Pertanyaan berikut mencakup sebagian besar kasus.
- Apakah nilai ini tekanan gauge atau tekanan absolut? Mohon tandai sebagai MPaG atau MPaA.
- Bila gambar menulis "kg/cm²" atau kgf/cm², bolehkah kami membacanya sebagai kgf/cm² (1 kgf/cm² = 0,0980665 MPa)?
- Apakah nilai ini tekanan operasi, desain, kerja maksimum yang diizinkan, set, atau uji?
- Untuk nilai mmAq atau mmH₂O, apakah ini kolom air konvensional atau air pada suhu tertentu?
- Berapa rentang transmitter, pemetaan 4–20 mA, dan acuannya?
- Apakah nilai MPa ini dikonversi dari nilai kgf/cm² yang lebih lama? Bila ya, bagaimana pembulatannya?
- Dokumen mana yang berlaku bila name plate, gambar, dan datasheet berbeda?
Contoh Email
Anda dapat menyalin dan menyesuaikan pesan berikut. Pertanyaan bernomor memudahkan pemasok menjawab setiap butir.
Kepada Yth. [Nama],
Terima kasih atas dokumen untuk [peralatan, model, no. seri]. Agar tidak terjadi kesalahan pada pemasangan dan setelan kami, mohon konfirmasi nilai tekanan berikut:
- Gambar [no.], rev. [ ]: "[nilai sesuai tulisan, mis. 7 kg/cm²]". Apakah satuannya kgf/cm², dan apakah ini tekanan gauge atau absolut?
- Name plate: "[nilai, mis. 0,69 MPa]". Apakah ini gauge (MPaG) atau absolut (MPaA)? Apakah ini tekanan operasi, desain, atau kerja maksimum yang diizinkan?
- Datasheet: "[nilai] mmAq". Apakah ini kolom air konvensional (1 mmAq = 9,80665 Pa)?
- Transmitter [no. tag]: mohon konfirmasi rentang, pemetaan 4–20 mA, dan acuannya.
Nilai hasil konversi kami adalah [nilai dalam psig / bar]. Mohon beri tahu bila ada yang tidak benar.
Hormat kami,
[Nama Anda]
Di Mana Panduan Ini Tidak Berlaku
Panduan ini membahas konversi satuan dan notasi. Panduan ini tidak mencakup situasi berikut:
- Rating bejana tekanan, boiler, perpipaan, dan safety valve berasal dari kode yang berlaku dan perancang peralatan. Konfirmasikan dengan pemasok dan engineer yang bertanggung jawab, jangan mengonversi lalu mengubah nilainya sendiri. Untuk aspek K3 di Indonesia, bejana tekanan antara lain diatur dalam Permenaker No. 37 Tahun 2016; periksa ketentuan rinci yang berlaku bersama ahli K3 Anda.
- Kebiasaan notasi berbeda menurut perusahaan, industri, dan usia dokumen. Akhiran yang ditunjukkan di sini umum, bukan universal.
- Kalibrasi presisi memerlukan definisi eksak yang dipakai dokumen kalibrasi, termasuk acuan suhu air dan merkuri.
- Aturan tentang satuan yang boleh muncul pada sertifikat berbeda di tiap negara. Aturan Jepang di atas berlaku untuk transaksi dan pembuktian di Jepang.
Ringkasan
- 1 MPa = 1.000 kPa = 10 bar ≈ 145,0 psi. Pascal adalah satuan SI: 1 N pada 1 m².
- 1 kgf/cm² = 98,0665 kPa ≈ 14,22 psi. Ucapan "kiro" sering berarti kgf/cm², tetapi konfirmasikan secara tertulis.
- 1 bar = 100 kPa dan 1 atm = 101,325 kPa. Angkanya dekat, tetapi satuannya tidak sama.
- Konversi satuan adalah perkalian. Dari gauge ke absolut, tambahkan tekanan atmosfer; untuk kembali, kurangkan. MPaG dan MPaA setara dengan psig dan psia.
- mmAq adalah mmH₂O (9,80665 Pa). Periksa acuan suhu untuk inH₂O dan mmHg pada pekerjaan presisi.
- Catat nilai, satuan, acuan, dan titik ukur bersama-sama, simpan nilai aslinya, dan bulatkan di akhir.
FAQ
Bagaimana cara mengonversi kgf/cm² ke MPa?
Kalikan dengan 0,0980665. Misalnya 7 kgf/cm² × 0,0980665 = 0,6864655 MPa, sekitar 0,69 MPa. Untuk dari MPa ke kgf/cm², kalikan dengan sekitar 10,197.
Bagaimana cara mengonversi kgf/cm² ke psi?
Kalikan dengan sekitar 14,223 (98,0665 ÷ 6,894757). Misalnya 10 kgf/cm² ≈ 142,2 psi. Acuannya ikut terbawa: kgf/cm² gauge menjadi psig.
Apa perbedaan MPaG dan MPaA?
MPaG adalah tekanan gauge, diukur dari atmosfer sekitar, seperti psig. MPaA adalah tekanan absolut, diukur dari vakum sempurna, seperti psia. Pada tekanan sekitar 101,325 kPa, MPaA = MPaG + 0,101325.
Apakah 1 kgf/cm² sama dengan 1 bar atau 0,1 MPa?
Tidak. 1 kgf/cm² adalah 0,980665 bar, atau 0,0980665 MPa, sehingga 1 bar (0,1 MPa) sekitar 1,97% lebih besar. Pintasan ini boleh untuk perkiraan, tetapi pakai faktor eksak untuk set point dan tekanan uji.
Apakah 0 MPaG berarti vakum?
Tidak. Tekanan gauge nol berarti tekanannya sama dengan tekanan sekitar. Pada skala absolut nilainya sama dengan tekanan atmosfer saat itu, sekitar 0,1 MPaA (14,7 psia) pada kondisi standar.
Sumber
- Faktor konversi: NIST SP 811, Appendix B.9, Factors for units listed by kind of quantity (Inggris)
- Suhu, massa jenis, dan gravitasi kolom cairan: NIST, Pressure and Vacuum Measurements (Inggris)
- mmHg konvensional: WMO Codes Registry, mmHg (Inggris)
- Satuan SI dan awalan: NMIJ/AIST, Sistem Satuan Internasional, edisi ke-9 (Jepang)
- Satuan legal Jepang: Measurement Unit Ordinance (Jepang), Measurement Act (Jepang)
- Transisi ke SI dan masa tenggang: Badan Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jepang, surat edaran tentang satuan SI untuk peralatan pemadam kebakaran, 1997 (Jepang)
- Tekanan gauge dan absolut: Nagano Keiki, tekanan gauge vs. absolut (Jepang); psig dan psia: Fluke, PSI vs PSIG vs PSIA (Inggris)
- Akurasi dalam % F.S.: Nagano Keiki, % F.S. dan digit (Jepang)
- Konversi satuan tekanan: Panasonic, konversi satuan tekanan (Jepang)
- Tabel uap: TLV, cara membaca tabel uap (Jepang)
Artikel asli dalam bahasa JepangPanduan ini disusun dari artikel MONOSCOPE yang ditulis untuk pembaca di Jepang: 圧力の単位換算表|kPa・MPa・kgf/cm²と「キロ」の違い


