ID
202623/10

SUS304, SUS316, SUS430: Padanan ASTM dan Perbedaannya

Gambar Teknik & SpesifikasiDiperbarui 23/10/2026Baca 24 menit

Di gambar teknik, penawaran harga, atau mill certificate dari Jepang (sertifikat hasil uji material, di Jepang disebut ミルシート mill sheet), baja tahan karat sering ditulis dengan kode seperti SUS304, SUS316, atau SUS430. Biasanya tulisan ini ada di kolom material pada title block gambar, dengan label 材質 (zaishitsu, "material"). Ini adalah nama tipe menurut JIS (Japanese Industrial Standards), dan masing-masing punya padanan terdekat di sistem AISI/ASTM: SUS304 ≈ Type 304, SUS316 ≈ Type 316, dan SUS430 ≈ Type 430.

Namun "padanan terdekat" belum tentu "sama persis". Batas komposisi dan sifat mekanis di JIS dan ASTM bisa sedikit berbeda, dan nama tipe JIS tidak menyebut bentuk produk maupun standar produksinya. Artikel ini merangkum tabel padanan, perbedaan tiga tipe yang paling umum, serta hal-hal yang perlu dikonfirmasi ke pelanggan atau pemasok Jepang sebelum Anda mengganti dengan material lokal.

Daftar isi
  1. SUS Adalah Apa? Cara Membaca Kode Tipe JIS
  2. Lima Kelompok Baja Tahan Karat
  3. Tabel Padanan: Tipe JIS dan Padanan Terdekatnya
  4. Perbedaan SUS304, SUS316, dan SUS430 dalam Satu Tabel
  5. Peran Setiap Unsur Paduan
  6. Ketahanan Korosi: Klorida dan Area Las
  7. Sifat Magnet, Sifat Panas, dan Kekuatan
  8. Pemesinan, Pembentukan, Pengelasan, dan Biaya
  9. Memilih Tipe: Pemeriksaan Enam Langkah
  10. Yang Perlu Dikonfirmasi Sebelum Mengganti Material
  11. Contoh Pesan untuk Bertanya ke Pihak Jepang
  12. Batasan Artikel Ini
  13. Ringkasan
  14. FAQ
  15. Sumber

SUS Adalah Apa? Cara Membaca Kode Tipe JIS

"SUS" adalah singkatan dari Steel Use Stainless, awalan JIS untuk baja tahan karat (stainless steel). Tiga angka sesudahnya mengikuti penomoran AISI, sehingga angka pertama menunjukkan kelompok paduannya, sama seperti pada tipe AISI.

Huruf di belakang menunjukkan variasi dari tipe dasarnya. Misalnya "L" pada SUS316L berarti karbon sangat rendah, dan gambar Jepang sering mencantumkannya untuk komponen yang dilas. Akhiran seperti J1 atau J2 menandai tipe yang dikembangkan di Jepang dan mungkin tidak punya padanan AISI langsung.

Gambar 1: Cara Membaca "SUS316L"

Pisahkan kode menjadi awalan, angka, dan akhiran untuk melihat karakter materialnya.

SUSSteel Use Stainless. Awalan JIS untuk baja tahan karat
316Seri 300 = Fe-Cr-Ni. "16" adalah nomor tipe di dalam seri
LKarbon sangat rendah (low carbon)
Angka pertama: seri 200 = Fe-Cr-Ni-Mn / seri 300 = Fe-Cr-Ni / seri 400 = Fe-Cr / seri 600 = pengerasan presipitasi
Akhiran: L = karbon sangat rendah / F = mudah dimesin (free-machining) / N1, N2 = ditambah nitrogen / J1, J2 = tipe khas Jepang / Se = ditambah selenium

Disusun dari FAQ Japan Stainless Steel Association (JSSA) tentang nomor tipe JIS dan huruf akhiran.

Lima Kelompok Baja Tahan Karat

Baja tahan karat dibagi menjadi lima kelompok berdasarkan struktur mikronya (susunan kristal) pada suhu ruang. Kelompok ini menentukan apakah baja bersifat magnet, apakah bisa dikeraskan dengan perlakuan panas, dan seberapa mudah dibentuk.

Tipe austenitik seperti SUS304 adalah yang paling banyak dipakai. Menurut Japan Stainless Steel Association (JSSA), kelompok ini mencakup lebih dari 60% seluruh produksi baja tahan karat. Berikutnya adalah tipe feritik SUS430 yang hampir tanpa nikel, dan dua kelompok ini sudah mencakup sebagian besar stainless yang kita temui sehari-hari.

Gambar 2: Lima Kelompok Baja Tahan Karat

Perbedaan struktur mikro muncul sebagai perbedaan sifat magnet, kekerasan, dan kemudahan dibentuk.

Austenitik
SUS304, SUS316Dasar 18% Cr-8% Ni. Ulet dan liat; mudah ditekuk, dibentuk dengan deep drawing, dan dilas. Tidak bermagnet dalam kondisi anil
Feritik
SUS43018% Cr, hampir tanpa nikel. Nyaris tidak mengeras dengan perlakuan panas; dipakai dalam kondisi anil. Bermagnet
Martensitik
SUS410, SUS420J2, SUS440CDasar 13% Cr. Mengeras dengan quenching; dipakai untuk pisau dan bantalan (bearing). Bermagnet
Dupleks
mis. SUS329J4LCampuran austenit dan ferit. Kuat, tahan air laut dan retak korosi tegangan
Pengerasan presipitasi
mis. SUS631Perlakuan panas mengendapkan senyawa aluminium atau tembaga sehingga kekuatannya tinggi. SUS631 = 17% Cr-7% Ni-1% Al

Berdasarkan klasifikasi JSSA. Artikel ini membandingkan SUS304, SUS316, dan SUS430, tipe serbaguna yang paling banyak beredar.

Tabel Padanan: Tipe JIS dan Padanan Terdekatnya

Tabel berikut memuat tipe yang paling sering muncul di gambar Jepang, beserta tipe AISI/ASTM, nomor UNS, dan nomor baja EN (Eropa) yang biasa dipasangkan di tabel padanan. Anggap ini sebagai padanan terdekat, bukan spesifikasi yang identik, karena setiap standar punya batas komposisi dan sifat mekanis sendiri.

Tipe JISKelompokTipe AISI / ASTMUNSNomor EN (nama)
SUS303Austenitik (mudah dimesin)303S303001.4305 (X8CrNiS18-9)
SUS304Austenitik304S304001.4301 (X5CrNi18-10)
SUS304LAustenitik, karbon rendah304LS304031.4307 (X2CrNi18-9) atau 1.4306 (X2CrNi19-11)
SUS316Austenitik, mengandung Mo316S316001.4401 (X5CrNiMo17-12-2)
SUS316LAustenitik, mengandung Mo, karbon rendah316LS316031.4404 (X2CrNiMo17-12-2)
SUS430Feritik430S430001.4016 (X6Cr17)
Disusun dari tabel padanan EN/AS milik TWI, lembar data Aperam dan Teamedelstahl, serta tabel padanan pemasok. TWI sendiri mencatat bahwa perbandingan seperti ini belum tentu padanan langsung.

Standar Produk JIS dan Spesifikasi ASTM Pembandingnya

Nama tipe saja belum menentukan material yang akan Anda terima. Mill certificate dari Jepang juga mencantumkan standar produk JIS, sedangkan di sisi ASTM setiap bentuk produk punya spesifikasi sendiri. Untuk bentuk produk di artikel ini, pasangan yang umum dipakai adalah:

Bentuk produkStandar JISSpesifikasi ASTM terdekat
Batang (bar)JIS G 4303 (batang baja tahan karat)ASTM A276/A276M (batang dan profil baja tahan karat). Tipe mudah dimesin seperti 303 masuk spesifikasi terpisah, ASTM A582/A582M
Pelat, lembaran, dan strip canai panasJIS G 4304 (pelat, lembaran, dan strip baja tahan karat canai panas)ASTM A240/A240M (pelat, lembaran, dan strip baja tahan karat krom dan krom-nikel untuk bejana tekan dan penggunaan umum)
Pelat, lembaran, dan strip canai dinginJIS G 4305 (pelat, lembaran, dan strip baja tahan karat canai dingin)ASTM A240/A240M
Pipa, tabung, fitting, dan tempaan punya standar JIS dan ASTM sendiri. Konfirmasikan secara terpisah.

Bagaimana dengan SNI?

Dalam penelusuran kami (Oktober 2026), belum ditemukan SNI khusus untuk pelat atau lembaran baja tahan karat yang bisa dipasangkan langsung dengan JIS G 4304/G 4305. SNI wajib yang kami temukan untuk baja lembaran, seperti SNI 07-3567 untuk baja lembaran dan gulungan canai dingin (Bj.D, diberlakukan wajib lewat Permenperin No. 90/M-IND/PER/8/2010 beserta perubahannya), ditujukan untuk baja karbon, bukan stainless.

Hati-hati juga dengan kode SPCC, yaitu baja karbon canai dingin menurut JIS G 3141, yang kadang ikut tertulis di daftar material. SPCC bukan baja tahan karat. Belum ditemukannya SNI khusus tidak berarti suatu produk pasti bebas dari kewajiban SNI. Periksa per produk dan per pos tarif bersama pemasok atau importirnya, dan cek basis data BSN.

SUS304 vs. 304 dan SUS430 vs. 430: Mirip, Tidak Identik

Nilai minimum sifat mekanis menunjukkan mengapa kata "setara" perlu dipakai dengan hati-hati. Untuk lembaran kondisi anil, JIS G 4305 dan ASTM A240 menetapkan kekuatan luluh dan perpanjangan yang sama untuk tipe-tipe ini, tetapi kekuatan tariknya berbeda:

Sifat (minimum)SUS304 (JIS G 4305)304 (ASTM A240)SUS430 (JIS G 4305)430 (ASTM A240)
Kekuatan tarik520 MPa515 MPa420 MPa450 MPa
Kekuatan luluh (tegangan bukti 0,2%)205 MPa205 MPa205 MPa205 MPa
Perpanjangan (elongasi)40%40%22%22%
Nilai JIS menurut JIS G 4305 yang dikutip referensi baja Jepang (Sekidou Kouhan, susjis.info); nilai ASTM menurut A240 di lembar data ATI. Sebelum dijadikan kriteria penerimaan, cek edisi terbaru, rentang ketebalan, dan ketentuan uji di setiap standar.

Akibatnya, lembaran 304 yang lolos A240 masih bisa berada di bawah minimum tarik JIS sebesar 520 MPa, dan 430 buatan JIS bisa berada di bawah minimum A240 sebesar 450 MPa. Jika material harus memenuhi JIS dan ASTM sekaligus, mintalah sertifikat yang secara jelas menyatakan kesesuaian terhadap kedua standar produk tersebut. Nilai tarik yang memenuhi dua minimum saja belum membuktikan kesesuaian penuh, karena batas komposisi dan syarat lain juga bisa berbeda. Jika gambar menyebut standar JIS, tanyakan secara tertulis ke pelanggan atau desainer Jepang apakah padanan ASTM atau EN boleh dipakai.

Perbedaan SUS304, SUS316, dan SUS430 dalam Satu Tabel

Gulungan dan tumpukan lembaran baja tahan karat di gudang

Perbandingan di bawah memakai batas JIS untuk komposisi dan sifat mekanis, serta data JSSA untuk sifat fisik dan kecenderungan korosi. Cara mudah mengingatnya: mulai dari 304. Tambahkan molibdenum agar tahan klorida, jadilah 316. Kurangi nikel agar lebih murah, jadilah 430.

Gambar 3: Perbandingan SUS304, SUS316, dan SUS430

Jadikan 304 patokan: 316 lebih tahan garam, 430 mengurangi nikel agar lebih murah.

SUS304Austenitik
SUS316Austenitik
SUS430Feritik
Unsur utama (%)
Cr 18–20, Ni 8–10,5
Cr 16–18, Ni 10–14, Mo 2–3
Cr 16–18, Ni maks. 0,60
Ketahanan korosi
Cukup untuk kebanyakan area dalam ruangan, luar ruangan, dan basah. Pilihan standar
Paling tinggi di antara ketiganya. Tahan air laut dan klorida
Di bawah 304. Cocok untuk area dalam ruangan atau kering
Bermagnet?
Tidak (bisa menjadi bermagnet setelah pengerjaan dingin)
Tidak (sama dengan 304)
Ya
Kekuatan tarik / perpanjangan
min. 520 MPa / min. 40%
min. 520 MPa / min. 40%
min. 420 MPa / min. 22%
Konduktivitas / muai panas
16,3 W/(m·K) / 17,3 × 10⁻⁶/K
16,3 W/(m·K) / 16,0 × 10⁻⁶/K
26,4 W/(m·K) / 10,4 × 10⁻⁶/K
Pengerjaan
Mudah ditekuk, dibentuk dengan deep drawing, dan dilas. Sulit dimesin karena cepat mengeras saat dikerjakan
Hampir sama dengan 304
Perpanjangan lebih kecil, sehingga deep drawing lebih sulit daripada 304. Kemampuan las juga lebih rendah
Harga relatif
Patokan
Lebih mahal dari 304 (nikel lebih banyak, plus molibdenum)
Lebih murah dari 304 (hampir tanpa nikel)
Penggunaan umum
Peralatan pangan, perlengkapan bangunan, peralatan kimia umum, baut dan mur
Area air laut, peralatan di pesisir, bagian yang terkena cairan di peralatan kimia dan farmasi
Peralatan dapur, komponen peralatan listrik rumah tangga, panel interior bangunan, komponen otomotif

Komposisi: rentang JIS untuk unsur utama saja. Kekuatan tarik dan perpanjangan: nilai minimum JIS G 4305 (lembaran canai dingin). Konduktivitas dan muai panas: nilai tipikal dari JSSA (muai panas pada 0–100°C). Selalu cek nilai aktual di mill certificate.

Jika tabel dibaca secara mendatar, sebagian besar perbedaan ketiga tipe ini berasal dari kadar nikel dan molibdenum. Nikel membuat strukturnya austenitik, yang menentukan perbedaan kemudahan dibentuk dan sifat magnet. Molibdenum menambah ketahanan terhadap garam.

Angka-angka ini adalah spesifikasi material dan nilai tipikal. Kinerja komponen jadi juga bergantung pada bentuk, kondisi permukaan, dan lingkungan pemakaiannya, jadi bagian berikut membahas setiap faktor satu per satu.

Peran Setiap Unsur Paduan

Kalau Anda tahu fungsi krom, nikel, molibdenum, dan karbon, Anda bisa memahami material yang ditulis di gambar tanpa harus menghafal setiap tipe.

Gambar 4: Rentang Komposisi JIS untuk Tiga Tipe

Kadar krom hampir sama. Perbedaannya ada pada nikel dan molibdenum.

Krom (Cr)
SUS30418–20%
SUS31616–18%
SUS43016–18%
Nikel (Ni)
SUS3048–10,5%
SUS31610–14%
SUS430maks. 0,60%
Molibdenum (Mo)
SUS304Tidak diatur
SUS3162–3%
SUS430Tidak diatur
0%10%20%30%
Indeks pitting (Cr + 3,3Mo, dihitung dari nilai minimum JIS): SUS304 18,0 / SUS316 22,6 / SUS430 16,0
Makin tinggi angkanya, makin tahan terhadap korosi sumuran akibat klorida. (Tabel JSSA, berdasarkan komposisi tipikal: 304 = 19,0 / 316 = 25,0 / 430 = 17,0)

Batang menunjukkan rentang JIS tiap unsur pada skala 0–30%. Berdasarkan tabel komposisi JIS dari JSSA.

Krom: Dasar Ketahanan Korosi

Krom membentuk lapisan pelindung di permukaan yang membuat baja ini "tahan karat". Ketiga tipe mengandung 16–20% krom, jadi perbedaannya kecil di sini. Namun kadar krom yang mirip tidak berarti 430 sama tahan karatnya dengan 304, karena unsur lain yang membuat perbedaan.

Nikel: Struktur dan Kemudahan Dibentuk

Nikel menstabilkan struktur austenit pada suhu ruang. Austenit liat dan ulet sehingga mudah ditekuk, dibentuk dengan deep drawing, dan dilas, dan inilah alasan 304 dan 316 kondisi anil tidak menempel ke magnet. SUS316 mengandung nikel lebih banyak daripada 304 (10–14% dibanding 8–10,5%).

SUS430 adalah tipe feritik dengan nikel maksimal 0,60%, dan karena hampir tanpa nikel, harganya lebih murah dari 304. Nikel adalah logam mahal, sehingga bagian pembelian perlu memperhitungkan bahwa harga tipe austenitik ikut bergerak dengan harga nikel.

Molibdenum: Tahan Klorida

Ciri utama SUS316 adalah kandungan molibdenum 2–3%. Molibdenum meningkatkan ketahanan terhadap korosi sumuran (pitting, lubang kecil yang dalam) dan korosi celah akibat ion klorida. JSSA memakai indeks pitting Cr + 3,3Mo sebagai patokan; dalam tabelnya, nilai 304 adalah 19,0 dan 316 adalah 25,0.

Jika dihitung dari nilai minimum JIS (perhitungan kami), 316 tetap unggul: 22,6 dibanding 18,0 untuk 304. Selisih inilah yang membuat engineer memilih 316 untuk air laut dan lingkungan berklorida lainnya.

Karbon: Rendah untuk Komponen yang Dilas

Saat logam terkena panas las, karbon bereaksi dengan krom sehingga kadar krom di sekitar las berkurang. Hal ini menyebabkan korosi intergranular (lihat di bawah). "Tipe L" seperti SUS304L dan SUS316L membatasi karbon maksimal 0,030% untuk mengurangi risiko ini.

Sebagai perbandingan, SUS304 boleh mengandung karbon sampai 0,08%, sedangkan SUS304L hanya 0,030%. JIS juga menetapkan rentang nikel SUS304L (9–13%) sedikit lebih tinggi daripada SUS304 (8–10,5%).

Ketahanan Korosi: Klorida dan Area Las

JIS G 0203 mendefinisikan baja tahan karat sebagai baja paduan dengan krom minimal 10,5% dan karbon maksimal 1,2%, yang dibuat untuk meningkatkan ketahanan korosi. Namanya berasal dari kata Inggris "stainless": walaupun unsur utamanya besi, baja ini jauh lebih sulit berkarat dibanding baja karbon biasa.

Stainless tahan karat karena krom bereaksi dengan oksigen dan membentuk lapisan pasif yang rapat, tebalnya hanya beberapa nanometer. Berbeda dengan cat atau pelapisan (plating), lapisan ini bisa pulih sendiri setelah tergores selama ada oksigen. Di tempat lapisan tidak bisa pulih, stainless tetap bisa berkarat, jadi titik awal memilih tipe adalah memahami bahwa stainless "sulit berkarat", bukan "tidak bisa berkarat".

Gambar 5: Mengapa Stainless Sulit Berkarat

Lapisan tipis kaya krom melindungi logam dan terbentuk kembali saat rusak.

Besi + krom minimal 10,5% (karbon maks. 1,2%)Definisi baja tahan karat menurut JIS G 0203. Banyak tipe juga mengandung nikel atau molibdenum
Bereaksi dengan oksigen di udara
Terbentuk lapisan pasifTebalnya beberapa nanometer. Lapisan rapat, terutama krom yang terikat dengan oksigen dan gugus hidroksil, menutupi permukaan
Jika tergores
Pulih sendiri selama ada oksigenBerbeda dengan cat atau plating, lapisan terbentuk kembali sehingga perlindungannya bertahan
Jika kadar klorida tinggi atau oksigen tidak bisa masuk ke celah, lapisan tidak sempat pulih dan korosi bisa berkembang di titik tertentu.

Saat memilih antara 304 dan 316, pertanyaan pertama adalah apakah ada klorida (garam).

Dalam uji paparan 8 tahun di daerah pesisir yang dilaporkan JSSA, SUS304 kehilangan massa 0,10 mg/cm² dan SUS430 kehilangan 0,16 mg/cm², sedangkan baja lembaran galvanis kehilangan 39,0 mg/cm². Kedua tipe stainless kehilangan massa ratusan kali lebih kecil daripada baja galvanis, tetapi 304 tetap lebih sedikit daripada 430.

Stainless jarang terkorosi secara merata, karena korosi biasanya terpusat di titik tertentu. Dengan mengenal jenis-jenis utamanya, Anda tahu bagian mana yang perlu diperiksa.

Gambar 6: Empat Jenis Korosi Stainless yang Umum

Keempatnya berawal dari titik di mana lapisan pasif melemah.

Korosi sumuran dan korosi celahIon klorida dan sejenisnya merusak lapisan di titik tertentu sehingga terbentuk lubang dalam. Di dalam celah, oksigen tidak sampai ke permukaan untuk memulihkan lapisan. Pencegahan: tipe ber-Mo seperti 316
Korosi intergranularTerjadi di area yang terpanaskan sekitar 550–900°C, misalnya daerah terpengaruh panas (HAZ) las, tempat krom bereaksi dengan karbon. Pencegahan: tipe L seperti 304L dan 316L
Retak korosi tegangan (SCC)Retak muncul saat klorida atau zat korosif lain bekerja bersamaan dengan tegangan tarik. Terutama pada tipe austenitik. Pencegahan: kurangi tegangan, atau pertimbangkan tipe dupleks atau feritik
Karat dari kontaminasi besiSerbuk besi atau logam lain menempel di permukaan lalu berkarat, sehingga stainless tampak berkarat. Jika dibiarkan, logam dasarnya bisa ikut terkorosi. Pencegahan: bersihkan permukaan dan gunakan alat khusus stainless

Berdasarkan FAQ JSSA tentang ketahanan korosi dan fenomena korosi, serta materi dewan industri perumahan Jepang (hia-net.gr.jp).

Korosi Sumuran dan Celah: Gunakan 316 di Area Bergaram

Korosi sumuran (pitting) meninggalkan lubang kecil di permukaan, sedangkan korosi celah berkembang di dalam celah, misalnya di bawah kepala baut atau gasket. Keduanya lebih mudah terjadi jika ada ion klorida atau ion halida lain. Karat di permukaan bisa terlihat kecil walaupun kerusakan di bawahnya sudah dalam.

Untuk peralatan luar ruangan di pesisir, pipa yang mengalirkan air laut atau air garam, dan peralatan yang dibersihkan dengan cairan pembersih berbasis klorin, 316 yang mengandung molibdenum adalah pilihan pertama. JSSA juga menyarankan tipe dengan krom atau molibdenum lebih tinggi untuk lingkungan berklorida.

Korosi Intergranular: Pertimbangkan Tipe L untuk Komponen Las

Di area yang terkena panas las, krom dan karbon bisa bersenyawa di batas butir sehingga terbentuk zona yang kekurangan krom. Peristiwa ini disebut sensitisasi, dan membuat korosi menjalar di sepanjang batas butir.

Solusinya adalah memakai 304L atau 316L yang berkarbon rendah. Tipe yang distabilkan dengan titanium atau niobium, yang mengikat karbon, juga berfungsi sama. Tangki dan perpipaan yang dilas sering dispesifikasikan SUS316L agar tahan garam sekaligus tahan korosi di area las.

Retak Korosi Tegangan: Kurangi Tegangan atau Ganti Tipe

Retak ini terutama menyerang tipe austenitik. Tegangan tarik sisa dari pengelasan atau penekukan bisa memicunya jika klorida atau zat korosif lain juga ada, jadi memilih 304 atau 316 saja tidak cukup untuk mencegahnya.

Di lingkungan panas yang mengandung klorida, kurangi tegangan sisa lewat desain atau perlakuan panas, atau pertimbangkan tipe dupleks atau feritik yang lebih tahan terhadap retak ini.

Kontaminasi Besi: Jauhkan Besi dari Permukaan

Tidak sedikit kasus "stainless berkarat" di lantai produksi yang ternyata adalah karat dari serbuk besi yang menempel, bukan korosi stainless itu sendiri. Di Jepang ini disebut もらい錆 (morai-sabi, "karat tumpangan"). Penyebab umumnya adalah debu gerinda baja karbon atau goresan alat baja, dan sisa deterjen berbasis klorin di permukaan juga bisa memicu karat.

Karat tahap awal biasanya bisa dihilangkan dengan pembersih khusus stainless sehingga permukaan kembali seperti semula. Tangani bahan pembersih sesuai SDS dan aturan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) di pabrik Anda. Untuk menjaga ketahanan korosi, pisahkan alat dan sikat untuk stainless, dan bersihkan permukaan setelah proses pengerjaan.

Sifat Magnet, Sifat Panas, dan Kekuatan

Setelah ketahanan korosi, perbedaan besar berikutnya adalah sifat magnet dan perilaku terhadap panas. Keduanya mudah terlewat, padahal untuk komponen di dekat sensor atau peralatan elektromagnetik, atau komponen yang terkena panas, hal ini bisa menentukan pilihan tipe.

Gambar 7: Perbandingan Sifat Panas

430 menghantarkan panas lebih baik dan lebih sedikit memuai saat suhu berubah.

Konduktivitas termal (W/(m·K), suhu ruang)
SUS30416,3
SUS31616,3
SUS43026,4
01530
Koefisien muai panas (× 10⁻⁶/K, 0–100°C)
SUS30417,3
SUS31616,0
SUS43010,4
01020
Massa jenis (g/cm³): SUS304 7,93 / SUS316 7,98 / SUS430 7,70
Sifat magnet: SUS304 dan SUS316 hampir tidak bermagnet dalam kondisi anil / SUS430 feromagnetik

Berdasarkan tabel sifat fisik JSSA (konduktivitas, permeabilitas, muai panas).

Sifat Magnet

304 dan 316 kondisi anil hampir tidak menempel ke magnet, sedangkan 430 menempel. Karena itu magnet sering dipakai sebagai cek cepat untuk membedakan 304 dan 430 di lantai produksi.

Pengerjaan dingin seperti penekukan atau press dapat mengubah sebagian austenit pada 304 sehingga menjadi bermagnet. Menurut JSSA, sifat magnet ini tidak memengaruhi ketahanan korosi. Magnet yang menempel tidak membuktikan bahwa komponen itu 430, jadi pastikan tipenya dari mill certificate atau tanda cap pada material.

Sifat magnet juga bisa menjadi masalah. Jika komponen harus tidak bermagnet, misalnya di dekat sensor atau di peralatan elektromagnetik, tentukan material dan metode pembentukannya bersamaan, dengan memperhitungkan sifat magnet yang bisa muncul akibat pembentukan.

Konduktivitas Panas dan Muai Panas

Dengan konduktivitas 26,4 W/(m·K), 430 menghantarkan panas jauh lebih baik daripada 304 dan 316 (16,3). Koefisien muai panasnya 10,4 × 10⁻⁶/K, dibanding 17,3 untuk 304, sehingga dimensinya lebih sedikit berubah akibat suhu. Selain harganya yang lebih murah, sifat panas inilah yang membuat 430 banyak dipakai di peralatan masak dan komponen peralatan listrik rumah tangga.

Sebaliknya, tipe austenitik menahan panas dan lebih banyak memuai saat memanas. Saat pengelasan dan proses panas lainnya, panas menumpuk di titik tertentu dan komponen cenderung berubah bentuk (distorsi), sehingga perlu jig yang baik dan urutan las yang direncanakan.

Kekuatan dan Perpanjangan

Menurut JIS G 4305 (lembaran canai dingin), ketiga tipe punya kekuatan luluh minimum yang sama, yaitu 205 MPa. Kekuatan tarik minimum adalah 520 MPa untuk 304 dan 316, serta 420 MPa untuk 430.

Perbedaan yang jelas ada pada perpanjangan: minimal 40% untuk 304 dan 316, dibanding hanya 22% untuk 430. Untuk wadah hasil deep drawing atau komponen pelat dengan tekukan tajam, perpanjangan 304 dan 316 yang lebih tinggi memberi margin lebih besar.

Pemesinan, Pembentukan, Pengelasan, dan Biaya

Tipe yang memenuhi semua syarat sifat pun bisa menambah waktu dan biaya jika sulit dikerjakan. Pilih tipe dengan mempertimbangkan metode pengerjaannya sejak tahap desain agar tidak perlu pengerjaan ulang.

Pemesinan: 304 Liat dan Cepat Mengeras saat Dipotong

304 liat dan mudah mengeras saat dikerjakan (work hardening), sehingga permukaan yang dimesin makin keras selama pemotongan. Konduktivitas panasnya yang rendah juga membuat panas potong terkumpul di ujung pahat, akibatnya pahat cepat aus dan geram (chip) panjang mudah melilit.

Untuk komponen yang sebagian besar dibuat dengan pemesinan, SUS303 yang mengandung belerang minimal 0,15% agar lebih mudah dimesin bisa menjadi pilihan. Namun komposisinya berbeda dari 304, jadi jika ketahanan korosi atau pengelasan penting, pastikan dulu bahwa 303 boleh menggantikan 304 sebelum menspesifikasikannya.

Press dan Penekukan: Perpanjangan Menjadi Pembeda

Dengan perpanjangan yang tinggi, 304 dan 316 cocok untuk pembentukan dingin seperti deep drawing dan penekukan. Produk deep drawing seperti bak cuci dan wadah biasanya dibuat dari 304 dan tipe austenitik sejenis.

Karena perpanjangan 430 lebih kecil, risiko retaknya saat deep drawing lebih tinggi. Untuk pembentukan dangkal atau komponen yang hampir datar, 430 adalah cara yang masuk akal untuk menghemat biaya.

Pengelasan: Mudah dengan 304, tetapi Waspadai Distorsi

Tipe austenitik mudah dilas dan banyak dipakai untuk struktur las. Hal yang perlu diwaspadai adalah korosi intergranular yang dijelaskan di atas dan distorsi akibat muai panasnya yang tinggi. Untuk komponen yang akan berada di lingkungan korosif setelah dilas, pertimbangkan untuk menspesifikasikan tipe L.

430 umumnya dianggap lebih sulit dilas daripada 304. Jika Anda berencana memakainya untuk struktur las, lakukan uji las sebelum memutuskan.

Biaya: Nikel dan Molibdenum Menentukan Harga

Secara umum, 430 paling murah, 304 di tengah, dan 316 paling mahal. Pemasok material dan pembuat peralatan di Jepang sama-sama menyebut 430 lebih murah dari 304, dan 316 (serta 316L) lebih mahal. Perbedaannya berasal dari kadar nikel dan molibdenum, dua unsur paduan yang mahal.

Saat membandingkan biaya, jangan hanya melihat harga material per kilogram. Perhitungkan juga:

  • Kemudahan pengerjaannya
  • Perlu tidaknya perlakuan permukaan
  • Berapa lama bertahan sebelum harus diganti

Dalam beberapa kasus, 316 yang awet bertahun-tahun justru lebih murah secara total daripada 430 murah yang cepat berkarat dan harus segera diganti.

Memilih Tipe: Pemeriksaan Enam Langkah

Jika kriteria di atas diterapkan berurutan, pilihannya jadi lebih sederhana: mulai dari 304, lalu pindah ke 316 atau 430 sesuai kondisi.

Gambar 8: Enam Langkah Memilih Tipe Baja Tahan Karat

Cek lingkungan dan kondisi lebih dulu, lalu sesuaikan dengan biaya di akhir.

Cek lingkungan dan kondisi
01Lingkungan pemakaianAda garam, air laut, bahan kimia berbasis klorin, atau suhu tinggi? Jika ya, jadikan 316 kandidat pertama
02PengelasanJika komponen las akan berada di lingkungan korosif, pertimbangkan tipe L seperti 304L atau 316L
03Kebutuhan magnet dan panasHarus tidak bermagnet? Perlu membatasi muai panas?
Persempit berdasarkan pengerjaan dan biaya
04Metode pengerjaanDeep drawing atau penekukan: keluarga 304. Sebagian besar pemesinan: SUS303 juga bisa dipilih
05Biaya dan umur pakaiDalam ruangan dengan risiko karat kecil: 430. Masukkan umur pakai sampai penggantian ke dalam perbandingan biaya
06Ketersediaan dan penulisan di gambarCek stok untuk ketebalan dan bentuk yang dibutuhkan, lalu tulis tipe dan kondisi permukaan di gambar
Jika ragu, mulai dari SUS304. Gunakan 316 di area bergaram, 430 di dalam ruangan jika sifat magnet atau biaya lebih penting, dan tipe L jika korosi di area las menjadi perhatian.

Kapan Memakai SUS304

304 seimbang antara ketahanan korosi, kemudahan dibentuk, dan kemampuan las, sehingga dipakai di banyak bidang:

  • Peralatan pengolahan pangan
  • Perlengkapan bangunan (hardware arsitektur)
  • Peralatan kimia umum
  • Baut dan mur

Tanpa alasan khusus untuk memilih yang lain, engineer biasanya mulai dari 304. Contoh pemakaiannya adalah tangki, perpipaan, dan konveyor di pabrik makanan.

Kapan Memakai SUS316

316 terutama dipakai untuk:

  • Peralatan yang terkena air laut atau percikan garam
  • Peralatan luar ruangan di daerah pesisir
  • Peralatan kimia dan farmasi yang menangani bahan baku atau larutan korosif

Sebagian pembuat peralatan memakai 316L untuk bagian yang bersentuhan dengan cairan dan serbuk pada peralatan farmasi. Pilihan lain adalah mengganti 304 dengan 316 hanya di bagian yang pernah mengalami korosi sumuran atau korosi celah.

Untuk struktur las, 316L adalah spesifikasi yang umum, dan "SUS316L" sering terlihat di gambar perpipaan dan bejana dari Jepang. Karena 316 lebih mahal dari 304, cara yang praktis adalah memakai 316 hanya di bagian yang memang membutuhkannya.

Kapan Memakai SUS430

430 dipakai di lingkungan yang relatif ringan. Contoh pemakaiannya:

  • Peralatan dapur
  • Komponen elektronik rumah tangga
  • Material interior bangunan
  • Komponen otomotif

Untuk komponen dalam ruangan yang kecil risikonya terkena embun atau garam, dan tidak banyak deep drawing atau pengelasan, mengganti 304 dengan 430 bisa menurunkan biaya. Karena 430 bermagnet, tipe ini juga dipakai untuk komponen yang dipasang dengan magnet.

Di iklim yang lembap, area "dalam ruangan" pun bisa sering terkena embun, jadi nilai kondisi sebenarnya di lokasi. Jika Anda mengganti 304 dengan 430 untuk area luar ruangan atau basah, anggap ketahanan karatnya di bawah 304 dan lakukan pengujian sebelum mengganti.

Yang Perlu Dikonfirmasi Sebelum Mengganti Material

Jika gambar, penawaran, atau mill certificate dari Jepang menyebut tipe SUS dan Anda ingin memakai material lokal atau padanannya, sepakati poin-poin berikut secara tertulis dengan pelanggan, desainer, atau pemasok Jepang sebelum memesan.

  • Standar produk JIS mana yang berlaku? G 4303 (batang), G 4304 (canai panas), G 4305 (canai dingin), atau standar pipa dan tempaan? Ini menentukan spesifikasi ASTM yang menjadi pembanding.
  • Apakah padanan ASTM atau EN boleh dipakai? Jika boleh, apakah material juga harus memenuhi nilai minimum JIS (misalnya tarik minimum 520 MPa untuk SUS304), atau cukup standar penggantinya saja?
  • Apakah tipe L atau material bersertifikat ganda boleh dipakai? Misalnya, bolehkah material bersertifikat ganda 304/304L dipakai untuk spesifikasi SUS304? (Sertifikat ganda tipe 304/304L berbeda dengan sertifikat yang menyatakan kesesuaian terhadap JIS dan ASTM sekaligus.)
  • Bolehkah SUS303 menggantikan SUS304 untuk komponen hasil pemesinan, atau sebaliknya? Keduanya berbeda dalam ketahanan korosi dan kemampuan las.
  • Apakah komponen harus tidak bermagnet? Jika ya, apakah termasuk sifat magnet yang muncul akibat pembentukan?
  • Kondisi permukaan (surface finish) apa yang diminta? Gambar sebaiknya mencantumkannya bersama tipe material.
  • Dokumen apa yang harus diserahkan? Biasanya mill certificate yang memuat komposisi kimia dan sifat mekanis aktual serta menyebut standarnya.

Contoh Pesan untuk Bertanya ke Pihak Jepang

Berikut contoh pesan singkat yang bisa Anda kirim ke pelanggan atau desainer Jepang. Sesuaikan nomor gambar dan detailnya, lalu terjemahkan ke bahasa Inggris atau Jepang jika perlu.

Contoh pesan

Untuk gambar no. [ ], material tertulis SUS304 (JIS G 4305). Kami berencana memakai lembaran 304 menurut ASTM A240 dari pemasok lokal. Mohon konfirmasi: (1) apakah ASTM A240 304 boleh dipakai, (2) apakah nilai minimum JIS (tarik 520 MPa) tetap harus dipenuhi, (3) apakah material bersertifikat ganda 304/304L boleh dipakai, dan (4) dokumen apa yang perlu kami serahkan selain mill certificate.

Batasan Artikel Ini

  • Padanan di atas adalah pasangan yang dipakai sebagian besar tabel padanan. Pasangan ini tidak dijamin bisa saling menggantikan untuk semua aplikasi, dan beberapa referensi memasangkan tipe secara berbeda.
  • Nilai yang dicantumkan adalah nilai minimum standar atau nilai tipikal dari sumber di bawah. Standar bisa direvisi, jadi cek edisi terbaru JIS, ASTM, dan EN sebelum memakai angka apa pun.
  • Peralatan yang diatur regulasi, seperti bejana tekan, perpipaan yang mengikuti kode desain, atau komponen yang bersentuhan dengan pangan dan medis, mungkin mewajibkan standar tertentu. Boleh tidaknya penggantian diputuskan oleh pemilik, desainer yang bertanggung jawab, atau otoritas yang berwenang.
  • Pipa, tabung, fitting, coran, dan tempaan diatur standar lain dan tidak dipetakan di sini.

Ringkasan

Poin Penting
  • Padanan terdekat SUS304, SUS316, dan SUS430 adalah Type 304, 316, dan 430 (UNS S30400, S31600, S43000). Padanannya dekat, tetapi spesifikasinya tidak identik dan tidak otomatis bisa saling menggantikan.
  • Baja tahan karat mengandung krom minimal 10,5% dan tahan karat berkat lapisan pasif yang bisa pulih sendiri. Stainless sulit berkarat, bukan tidak bisa berkarat.
  • Mulai dari 304: tambahkan molibdenum untuk 316 yang tahan klorida, atau kurangi nikel untuk 430 yang lebih murah.
  • Gunakan 316 jika ada klorida, dan pertimbangkan tipe L jika korosi di area las menjadi perhatian.
  • 304 dan 316 tidak bermagnet dalam kondisi anil, sedangkan 430 bermagnet. 430 menghantarkan panas lebih baik dan lebih sedikit memuai.
  • Bandingkan juga kemudahan pengerjaan dan umur pakai, bukan hanya harga, dan konfirmasikan standar produk JIS serta aturan penggantian dengan pihak Jepang.

FAQ

Apakah SUS304 sama dengan stainless steel 304?

Tidak persis sama. SUS304 adalah nama tipe JIS yang padanan terdekatnya AISI/ASTM Type 304 (UNS S30400) dan EN 1.4301. Komposisinya sangat mirip, tetapi batasnya tidak identik. Misalnya, JIS G 4305 menetapkan kekuatan tarik minimum 520 MPa untuk lembaran SUS304, sedangkan ASTM A240 menetapkan 515 MPa untuk 304.

Apa padanan SUS316 dan SUS316L?

Padanan terdekat SUS316 adalah Type 316 (UNS S31600, EN 1.4401), dan padanan terdekat SUS316L adalah Type 316L (UNS S31603, EN 1.4404). Di JIS, tipe "L" membatasi karbon maksimal 0,030% untuk mengurangi risiko korosi intergranular di area las.

Apakah SUS430 bermagnet?

Ya. SUS430 adalah tipe feritik dan bermagnet. SUS304 dan SUS316 hampir tidak bermagnet dalam kondisi anil, tetapi bisa menjadi bermagnet setelah pengerjaan dingin, jadi uji magnet saja tidak cukup untuk memastikan tipenya.

Spesifikasi ASTM mana yang setara dengan JIS G 4305?

JIS G 4305 mencakup pelat, lembaran, dan strip baja tahan karat canai dingin. Spesifikasi ASTM terdekat adalah ASTM A240/A240M, yang juga mencakup produk pelat canai panas (JIS G 4304). Untuk batang, JIS G 4303 paling dekat dengan ASTM A276/A276M.

Bolehkah memakai 304 lokal untuk SUS304 di gambar Jepang?

Itu bergantung pada spesifikasi di gambar dan persetujuan pihak Jepang, bukan pada asal pemasoknya. Sebelum memesan, minta persetujuan tertulis dan konfirmasikan standar yang harus dipenuhi, apakah nilai minimum JIS tetap berlaku, dan sertifikat apa yang perlu diserahkan.

Sumber

Bermanfaat? Bagikan

Tentang editor

Editor MONOSCOPEFOUNDER & EDITOR

Sekitar sepuluh tahun bekerja di produsen peralatan pabrik dan perusahaan rekayasa pabrik, menangani usulan, desain, dan uji jalan peralatan, lalu beralih ke pemasaran digital. Kini menjadi konsultan web bagi produsen B2B, membantu mereka menjelaskan produk dan teknologinya. Memegang lisensi nasional Jepang sebagai Energy Manager dan Insinyur Kepala Listrik Kelas Tiga.

Menulis blog teknik sejak 2017 (lebih dari 500 artikel) dan mengelola kanal YouTube berbahasa Jepang dengan sekitar 20.000 pelanggan. Setiap panduan ditulis dari sudut pandang lantai produksi Jepang dan diperiksa terhadap standar yang dikutip.

MoreRelated

Panduan lainnya

Semua panduan