Thermal Trip: Penyebab Thermal Overload Relay Trip dan Reset

Sebuah pompa atau konveyor buatan Jepang tiba-tiba berhenti di tengah shift. Layar operator menampilkan alarm berbahasa Jepang, yaitu samaru ijo ("kelainan thermal") atau THR torippu (THR trip), dan menekan tombol start tidak membuat motor berjalan. Di lantai pabrik Jepang, orang menyebutnya samaru ga ochiru ("thermal-nya jatuh") atau samaru ga tobu ("thermal-nya terbang").
Semua ungkapan itu menunjuk pada satu kejadian: thermal trip adalah berhentinya motor karena arusnya melebihi arus nominal terlalu lama, lalu thermal overload relay merasakan panasnya dan membuka rangkaian koil kontaktor magnet. Motor tetap mati sampai seseorang menghilangkan penyebabnya dan me-reset relay.
Panduan ini menjelaskan istilah Jepang yang akan Anda temui di gambar dan layar alarm, cara thermal overload relay (di Indonesia sering disebut TOR) bekerja, berapa lama ia trip pada tiap tingkat beban lebih, apa yang biasanya diperiksa setelah trip, dan cara setelan arus ditentukan. Panduan ini juga membahas penyebab trip yang umum pada pompa dan perbedaannya dengan proteksi thermal elektronik di inverter. Di akhir ada daftar periksa dan pertanyaan untuk pemasok peralatan Jepang.
- Jangan menekan tombol start berulang kali. Jika penyebabnya masih ada, relay akan trip lagi dan belitan motor menerima panas tambahan setiap kali.
- Lihat indikator trip dan tombol reset pada thermal overload relay, lalu periksa apakah MCCB atau earth leakage breaker (ELB) di sisi hulu juga ikut trip.
- Serahkan pekerjaan di dalam panel, termasuk pengukuran, kepada staf listrik yang berwenang. Mereka mematikan, mengunci (lockout), dan memberi tag pada rangkaian sesuai prosedur pabrik lebih dulu. Jika tidak ada yang menemukan penyebabnya, serahkan ke mereka (lihat "Setelah Thermal Trip" di bawah).
Daftar isi
- Istilah Jepang yang Akan Anda Temui
- Cara Thermal Overload Relay Trip
- Berapa Lama Sampai Trip? Waktu Trip per Tingkat Beban Lebih
- Setelah Thermal Trip
- Cara Setelan Arus Ditentukan
- Penyebab Thermal Trip yang Umum pada Pompa
- Thermal Elektronik Inverter (VFD) dan Thermal Overload Relay
- Daftar Periksa dan Pertanyaan untuk Pemasok Jepang
- Batasan Panduan Ini
- FAQ
- Sumber
Istilah Jepang yang Akan Anda Temui
Gambar Jepang, label panel, dan layar HMI memakai beberapa istilah untuk perangkat dan kejadian yang sama. Tabel ini memetakannya ke istilah yang dipakai di seluruh panduan ini. Layar aslinya menampilkan huruf Jepang, jadi tabel menuliskan bunyinya dalam romaji.
Apa yang tertulis di gambar atau layar, dan artinya.
| Istilah Jepang (romaji) | Arti harfiah | Padanan |
|---|---|---|
| samaru rire / THR | "thermal relay" (serapan dari bahasa Inggris) | Thermal overload relay (TOR). "THR" adalah simbol yang lazim di gambar Jepang |
| netsudo keidenki / netsudo-gata kafuka keidenki | relay yang bekerja karena panas | Nama formal untuk perangkat yang sama |
| samaru ga ochiru / tobu / dosa shita | "thermal jatuh / terbang / bekerja" | "Thermal-nya trip." Cara bicara di lantai pabrik untuk thermal trip |
| samaru ijo / THR torippu | "kelainan thermal" / THR trip | Alarm thermal fault / THR trip. Biasanya relay yang trip, tetapi kadang alarm beban lebih inverter |
| denji sesshokuki (MC) | kontak elektromagnetik | Kontaktor magnet |
| denji kaiheiki | saklar elektromagnetik | Magnetic motor starter (kontaktor + thermal overload relay) |
| haisen-yo shadanki (MCCB / NFB) | pemutus untuk kabel/instalasi | Molded case circuit breaker (MCCB) |
| seitei denryu / seitei-chi | arus yang ditetapkan | Setelan arus (nilai pada dial) |
| kesso | fasa yang hilang | Kehilangan fasa (single-phasing) |
| kosoku | terkekang | Rotor terkunci (motor tidak bisa berputar) |
| denshi samaru | "thermal elektronik" | Proteksi beban lebih thermal elektronik di dalam inverter (VFD) |
Di ponsel, geser tabel ke samping.
"Trip" sendiri adalah kata umum untuk perangkat proteksi yang menghentikan rangkaian atau mesin secara otomatis. Teknisi Jepang memakai torippu dengan cara yang sama untuk breaker maupun turbin. Untuk nama-nama pemutus sirkuit Jepang, lihat artikel kami tentang NFB, MCCB, dan ELB.
Cara Thermal Overload Relay Trip
Thermal overload relay melindungi motor dan peralatan listrik lain dari beban lebih, dan terutama dipakai pada motor induksi tiga fasa. Jika arus berlebih mengalir terlalu lama, relay menghentikan motor sebelum belitannya terbakar.
Di dalamnya ada kombinasi heater dan bimetal, yaitu dua logam dengan pemuaian berbeda yang direkatkan. Katalog Omron membagi bagian utamanya menjadi tiga: heat element (heater dan bimetal), dial penyetel, dan kontak. Pada sebagian model, heat element tersedia per rentang arus, dan elemennya diganti dengan yang cocok bila rentang setelan tidak sesuai dengan motor.
Panas dari arus melengkungkan bimetal, yang membuka kontak dan melepas kontaktor magnet.
Heater relay berada di rangkaian utama, sedangkan kontak normally closed (95-96) berada di rangkaian koil kontaktor. Nomor terminal mengikuti diagram sambungan Omron J7TC sebagai contoh. Periksa penandaan pada relay yang terpasang.
Relay itu sendiri tidak bisa memutus rangkaian utama motor. Kontak normally closed (NC) 95-96 dipasang di rangkaian koil kontaktor magnet (MC). Saat relay trip, kontak itu terbuka, koil kehilangan daya, dan kontak utama kontaktor terbuka sehingga motor berhenti.
Kontak normally open (NO) 97-98 biasanya menyalakan lampu indikator trip atau menjadi input PLC. Dari sinilah alarm samaru ijo di HMI biasanya berasal.
Gambar berikut menunjukkan rangkaian utama motor tiga fasa yang umum.
Daya mengalir lewat pemutus sirkuit, kontaktor magnet, dan thermal overload relay ke motor.
Rangkaian utama yang disederhanakan. Contoh ini memakai relay 2 elemen (heater di dua fasa). Bila proteksi kehilangan fasa diperlukan, dipakai relay 3 elemen dengan proteksi kehilangan fasa.
Karena bekerja dengan panas, relay merespons dengan jeda. Laporan teknis Mitsubishi Electric menyebutkan bahwa pada motor starter tipe bimetal, waktu kerja saat beban lebih kira-kira berbanding terbalik dengan besar arus. Jeda ini membuat motor bisa melewati arus start yang singkat, dan trip hanya terjadi pada beban lebih yang berlanjut.
Artinya, thermal overload relay bukan perangkat yang melindungi rangkaian dari hubung singkat. Tugas itu milik circuit breaker atau sekering, sedangkan kebocoran arus ke tanah ditangani ELB.
MCCB tipe thermal-magnetic memakai bimetal untuk beban lebih dan elektromagnet untuk hubung singkat, lalu dikembalikan dengan handle setelah penyebabnya diperbaiki. Elemen sekering meleleh oleh panas arus dan diganti dengan yang baru dengan rating sama. ELB membandingkan arus pergi dan arus kembali dengan trafo arus urutan nol, dan banyak modelnya juga punya proteksi arus lebih; ELB dinyalakan kembali setelah kebocoran diperbaiki.
Panduan pemilihan Fuji Electric membagi peran dengan cara yang sama: magnetic starter melindungi motor dari beban lebih, dan breaker melindungi rangkaian dari hubung singkat.
Kebanyakan thermal overload relay punya tombol reset manual. Sebagian bisa diubah ke reset otomatis, dan ini penting untuk keselamatan (lihat di bawah).
Relay sejenis yang tampak mirip di panel Jepang adalah shock relay, tetapi ia melindungi mesin yang digerakkan, bukan belitan motor. Untuk perbedaannya dan definisi kelas trip, lihat artikel kami tentang shock relay dan overload relay. Untuk sekering dan circuit protector, lihat artikel kami tentang circuit protector, breaker, dan sekering.
Berapa Lama Sampai Trip? Waktu Trip per Tingkat Beban Lebih
Berapa arus dan berapa lama sampai relay trip? Jawabannya ada pada kelas trip relay, yang dinyatakan pabrikan menurut IEC 60947-4-1 (di Jepang JIS C 8201-4-1). Standar ini juga ada dalam bentuk SNI, tetapi nomor dan edisinya perlu Anda konfirmasi ke pemasok.
Waktu trip bergantung pada kelas trip dan pada apakah relay mulai dari kondisi dingin atau sudah hangat, sehingga tidak ada satu angka yang berlaku untuk semua relay.
Kelipatan mengacu pada setelan arus di dial. Kolom paling kanan adalah contoh hitungan, bukan nilai pabrikan.
| Kelipatan setelan arus | Perilaku yang disyaratkan | Kondisi awal | Arus pada 0,75 kW, setelan 3,8 A |
|---|---|---|---|
| 105% | Tidak trip dalam 2 jam | Dingin | Sekitar 4,0 A |
| 120% | Trip dalam 2 jam | Hangat | Sekitar 4,6 A |
| 150% | Trip dalam kurang dari 2 menit | Hangat | 5,7 A |
| 720% (rotor terkunci) | Trip dalam lebih dari 2 detik hingga 10 detik | Dingin | Sekitar 27 A |
Nilai untuk kelas trip 10A, beban tiga kutub, suhu sekitar 20°C, dari tabel rating pada katalog Omron J7TC. Pada data Fuji Electric, model TR-10 ke atas berkelas trip 20, dengan trip dalam 6–20 detik pada 720%. Kolom arus memakai 3,8 A, arus beban penuh acuan untuk motor 200 V, 0,75 kW pada katalog yang sama. Pastikan nilai sebenarnya pada nameplate dan dokumen relay. Di ponsel, geser tabel ke samping.
Contoh hitungannya hanya mengalikan setelan 3,8 A: 3,8 × 1,2 = 4,56 A, 3,8 × 1,5 = 5,7 A, dan 3,8 × 7,2 = 27,36 A. Beban lebih kecil butuh waktu lama sampai relay trip, sedangkan arus rotor terkunci membuatnya trip dalam hitungan detik. Arus yang sedikit di atas setelan tidak membuatnya langsung trip.
Pola waktu ini adalah petunjuk yang berguna. Jika motor trip setelah berjalan puluhan menit, curigai beban lebih ringan yang berlangsung terus. Jika trip tepat setelah start, curigai rotor terkunci, kehilangan fasa, atau waktu start yang panjang.
Setelah Thermal Trip
Trip berarti motor atau mesin yang digerakkannya mengalami beban lebih atau kondisi tidak normal. Lima langkah di bawah adalah urutan penanganan yang lazim. Ini gambaran apa yang diperiksa dan siapa yang memutuskan, bukan instruksi kerja: untuk prosedur sebenarnya, ikuti buku manual relay dan aturan keselamatan listrik pabrik Anda.
Reset adalah langkah ke-4. Menekannya sebelum penyebab dihilangkan hanya membuat relay trip lagi.
Menjalankan dan menghentikan motor berulang kali tanpa mencari penyebabnya membuat belitan motor terlalu panas dan rusak.
Amankan Dulu
Motor yang berhenti belum tentu aman. Relay yang disetel reset otomatis pulih sendiri setelah dingin, dan pada sebagian rangkaian motor lalu start sendiri. Buku manual Fuji Electric dan Omron sama-sama memperingatkan bahwa pada reset otomatis di rangkaian kontrol 2 kawat, motor akan start kembali secara otomatis.
Sebelum ada yang bekerja pada mesin, rangkaian dimatikan dan diisolasi sesuai prosedur lockout/tagout (LOTO) pabrik, dan area dijaga tetap bersih dari orang. Di Indonesia, K3 listrik di tempat kerja diatur antara lain oleh UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dan Permenaker No. 12 Tahun 2015 tentang K3 listrik di tempat kerja. Prosedur LOTO pabrik Anda tetap menjadi acuan utama.
Pada buku manual dan aturan pabrik induk Jepang, Anda akan melihat rujukan ke peraturan Jepang. Industrial Safety and Health Regulations Jepang mewajibkan penghentian mesin, penguncian alat start, dan pemasangan tanda sebelum pembersihan atau perbaikan yang berbahaya (Pasal 107). Sebelum inspeksi atau perbaikan pada rangkaian listrik yang sudah diisolasi, salah satu dari tiga tindakan harus dilakukan: mengunci saklar, memasang tanda dilarang menyalakan daya, atau menugaskan pengawas (Pasal 339). Jangan menyentuh relay atau terminalnya saat masih bertegangan.
Cari Penyebabnya
Penyebab yang biasanya dicurigai:
- Beban lebih: apakah bebannya bertambah? Bagian mesin yang macet atau aus, atau pompa yang berjalan dengan aliran berlebih
- Rotor terkunci: apakah putaran terhalang benda asing atau bearing rusak?
- Kehilangan fasa: apakah salah satu dari tiga fasa terputus atau sambungannya buruk? Dua fasa lainnya lalu membawa arus tinggi
- Suplai: apakah tegangan suplai rendah atau tidak seimbang?
- Setelan atau lingkungan: apakah setelan arus salah, atau panel terlalu panas?
Pemeriksaan biasanya dimulai dari apakah motor berjalan dengan beban lebih, yang bisa berasal dari masalah mekanis atau setelan yang salah. Berikutnya terminal longgar, kabel putus, dan kontak kontaktor yang aus yang bisa menyebabkan kehilangan fasa.
Jika motor boleh dijalankan, staf listrik mengukur ketiga arus fasa dengan clamp meter untuk melihat ketidakseimbangan, dan memeriksa tegangan suplai yang rendah atau tidak seimbang. Terakhir, mesin yang digerakkan (pompa, kipas, dan sebagainya) diperiksa dari benda asing, dan apakah poros bisa diputar dengan tangan saat daya sudah dikunci. Apa pun yang menghalangi putaran membuat arus tinggi terus mengalir.
Hubung singkat diputus oleh MCCB atau sekering, dan gangguan ke tanah oleh ELB, bukan oleh thermal overload relay. Jika dicurigai ada hubung singkat atau kebocoran arus, periksa juga apakah MCCB atau ELB di sisi hulu ikut trip.
Persempit penyebabnya dari lamanya motor berjalan sebelum trip dan apa yang terlihat di lokasi.
| Penyebab | Gejala khas | Yang diperiksa (pengukuran oleh staf listrik) | Diserahkan ke spesialis |
|---|---|---|---|
| Beban lebih | Trip setelah berjalan beberapa saat | Bacaan amperemeter dibandingkan nilai normal dan rating nameplate | Tinjau beban; perbaiki mesin |
| Rotor terkunci | Trip tepat setelah start; terdengar dengung | Dengan daya mati dan terkunci, apakah poros bisa diputar dengan tangan? | Periksa bearing dan benda asing; bongkar |
| Kehilangan fasa | Trip saat start atau saat berjalan; dengung, getaran | Apakah ada selisih besar antara ketiga arus fasa? | Periksa terminal, kontak, kabel |
| Suplai | Peralatan lain di feeder yang sama juga bermasalah | Tegangan dan ketidakseimbangan antar fasa | Selidiki sisi suplai |
| Setelan atau lingkungan | Trip saat cuaca panas atau panel panas | Setelan arus dibandingkan arus beban penuh; suhu panel | Tinjau setelan; perbaiki ventilasi |
| Penurunan kondisi motor | Terus trip padahal tidak ada penyebab di atas | Bau gosong atau panas tidak wajar saat berjalan | Uji tahanan isolasi dan tahanan belitan |
Arus dan perilaku trip saat kehilangan fasa bergantung pada apakah relay punya proteksi kehilangan fasa. Memeriksa arus, tegangan, dan poros mengandung risiko sengatan dan start mendadak, sehingga dilakukan oleh staf listrik yang berwenang sesuai prosedur pabrik. Di ponsel, geser tabel ke samping.
Isolasi motor diuji dengan insulation resistance tester (megger) saat daya mati. Nilai minimum menurut peraturan berbeda di tiap negara dan hanyalah batas bawah, jadi nilai hasil ukur dinilai dengan kriteria pabrikan motor atau standar pabrik Anda. Di Indonesia, ketentuan instalasi listrik mengacu pada PUIL (SNI 0225); edisi dan angkanya perlu dikonfirmasi ke staf listrik.
Apakah kontak kontaktor dan relay membuka dan menutup dengan benar juga bisa dicek dengan multimeter pada rentang resistansi, saat daya mati.
Perbaiki Penyebabnya
Perbaikan mengikuti penyebab yang ditemukan.
- Beban lebih: perbaiki masalah mekanis dan kembalikan beban ke rentang yang wajar
- Kehilangan fasa: cari dan perbaiki terminal longgar, kabel putus, atau kontak kontaktor yang buruk
- Suplai: jika tegangan rendah atau tidak seimbang, selidiki sisi suplai
- Benda asing: singkirkan dan bersihkan mesin
Penyebab juga bisa bergabung. Terminal longgar menyebabkan kehilangan fasa, motor terus berjalan dengan dua fasa, dan belitannya rusak. Lihat dari beberapa sisi dan perbaiki semua temuan sekaligus.
Mereset Relay
Setelah penyebab dihilangkan, relay di-reset; pada kebanyakan model dengan tombol reset. Tombol dan indikatornya berbeda tiap model. FAQ Fuji Electric, misalnya, menyebut tombol reset biru pada model TR-N2 sampai N8 dan tombol putih pada model seperti TR-0N.
Tampilan trip juga beragam (batang trip putih yang masuk, bendera kuning, dan sebagainya), jadi periksa manual model tersebut. Langkah reset yang tepat bergantung pada model; ikuti buku manualnya, bukan gambaran umum.
Jika relay tidak mau di-reset, biasanya salah satu dari tiga keadaan berikut:
- Belum bisa di-reset langsung: tepat setelah trip bimetal masih melengkung, sehingga menekan reset tidak berpengaruh (perilaku trip-free). Ini normal, bukan kerusakan.
- Tidak bisa di-reset meski sudah menunggu: FAQ Fuji Electric menyatakan relay mereka bisa di-reset setelah 90–350 detik atau lebih sejak trip, tergantung ukuran frame. Jika masih tidak bisa, relay kemungkinan rusak. Untuk relay merek lain, lihat manual untuk waktu tunggunya.
- Bisa di-reset tetapi trip lagi: penyebabnya masih ada. Hentikan motor dan kembali mencari penyebab.
Setelah reset, pastikan peralatan berjalan normal. Periksa bahwa arus kerja jauh di bawah setelan dan seimbang di ketiga fasa.
Buku manual Fuji Electric dan Omron menjelaskan cara beralih dari reset manual ke otomatis.
Cara beralih dan perilaku indikator adalah contoh dari manual Fuji Electric TK-E02 dan Omron J7TC. Periksa tiap model.
Rangkaian kontrol 2 kawat menjalankan motor selama perintah run ada. Rangkaian 3 kawat memakai tombol tekan dengan kontak self-holding (pengunci sendiri), sehingga setelah relay ter-reset motor tetap berhenti sampai seseorang menekan start.
Pada rangkaian 2 kawat, reset manual pun langsung menjalankan motor bila perintah run masih aktif. Karena itu saklar run sebaiknya dimatikan sebelum relay di-reset.
Mencegah Trip Berulang
Inspeksi berkala menangkap masalah peralatan dan rangkaian lebih awal, dan pengelolaan beban mencegah beban lebih. Kebiasaan yang paling berguna adalah mencatat arus kerja normal. Jika arus naik pelan-pelan sebelum trip, itu isyarat untuk mencurigai bearing aus atau penyumbatan.
Jika penyebabnya tidak diketahui, relay terus trip, atau tidak bisa di-reset, hentikan motor dan serahkan masalahnya ke staf listrik. Informasi pada daftar periksa di dekat akhir panduan ini mempercepat penyelidikan mereka.
Cara Setelan Arus Ditentukan
Setelan arus (seitei-chi) menentukan apakah relay benar-benar melindungi motor. Penentuannya dimulai dari dua fakta: arus beban penuh motor pada nameplate dan rentang setelan relay. Kondisi sekitar, jenis beban, tipe relay, dan uji coba lalu menyempurnakannya.
Mengubah setelan adalah keputusan staf listrik berdasarkan dokumen peralatan dan standar pabrik. Memutar dial naik di lapangan karena relay trip adalah hal yang justru harus dihindari.
Mulai dari Arus Beban Penuh Motor
Cari arus nominal motor pada nameplate, buku manual, atau spesifikasi. Arus nominal adalah arus yang ditarik motor saat berjalan kontinu pada daya nominal.
Buku manual Fuji Electric dan Omron sama-sama menyuruh memutar dial sehingga arus beban penuh motor sejajar dengan tanda ▼. Pembuat mesin bisa saja menetapkan nilai lain, jadi periksa juga dokumen mesinnya.
Aturan instalasi di tiap negara bisa membatasi seberapa tinggi setelan overload boleh dari arus nameplate. Misalnya, NEC di Amerika Serikat memakai batas 115% atau 125% untuk motor kerja kontinu, tergantung service factor atau kenaikan suhu. Untuk Indonesia, rujukan instalasinya PUIL (SNI 0225). Isi dan edisinya belum kami cocokkan di sini, jadi tanyakan ke staf listrik.
Perhitungkan Suhu Sekitar
Relay juga menerima panas dari sekitarnya, sehingga ia trip lebih cepat di panel yang panas dan lebih lambat di tempat dingin. Katalog Omron J7TC menyatakan kinerja kompensasinya: trip dalam 2 jam pada arus 120% di 40°C, dan pada 130% di −5°C.
Manualnya menunjukkan contoh menghitung setelan dengan faktor koreksi bila suhu sekitar jauh dari 20°C. Di Indonesia, suhu ruangan dan panel sering lebih tinggi dari acuan 20°C itu. Jika relay hanya trip pada cuaca panas atau saat panel panas, lihat suhu panel dan ventilasi sebelum menyentuh setelan.
Sesuaikan Relay dengan Bebannya
Motor yang sering start dan stop mengalami beban lebih singkat berulang kali. Untuk itu, dan untuk beban dengan waktu start panjang atau operasi inching, jawabannya adalah relay yang dirancang untuk pemakaian tersebut (misalnya tipe dengan saturable reactor), bukan setelan yang lebih tinggi.
Panduan pemilihan Mitsubishi Electric menyatakan bahwa bila arus start dan waktu start diperkirakan membuat relay trip, pakai relay dengan saturable reactor atau hubung singkatkan relay hanya selama start. Fuji Electric mencatat bahwa beban dengan waktu start panjang membutuhkan tipe delayed-trip.
Untuk start bintang-segitiga, Mitsubishi Electric membatasi waktu hubungan bintang hingga 10 detik pada timer, dan meminta pemilihan peralatan ditinjau ulang bila lebih lama. Lihat artikel kami tentang starter bintang-segitiga.
Periksa Rentang dan Elemen Relay
Kebanyakan relay punya rentang setelan yang ditentukan. Omron J7TC-01-4E2, misalnya, mencakup 2,8–4,2 A, yang cocok untuk motor dengan arus beban penuh 3,8 A. Di luar rentangnya, relay tidak memenuhi kinerja yang dinyatakan, jadi pilih model yang rentangnya sesuai.
Periksa juga jumlah elemennya. Tabel pemilihan Mitsubishi Electric memakai tipe 2 elemen sebagai standar, tetapi merekomendasikan tipe 3 elemen dengan proteksi kehilangan fasa (tipe "2E" mereka) bila proteksi itu diperlukan.
Sebaliknya, relay dengan proteksi kehilangan fasa yang dipakai pada motor satu fasa bisa trip tanpa alasan, karena satu kutub tidak dialiri arus. Panduan Omron: alirkan arus seri melalui semua kutub, atau setel dial sekitar 10% lebih tinggi.
Konfirmasi dengan Uji Coba
Setelah arus disetel, jalankan peralatan pada kondisi operasi sebenarnya. Relay harus trip saat beban lebih dan tidak boleh trip saat operasi normal. Sequence check dengan menekan batang trip relay juga memastikan rangkaian kontrol menghentikan motor sesuai maksud.
Jika relay trip pada setiap start, pabrikan memberi batas seberapa jauh setelan boleh dinaikkan. Omron menyebut sekitar 5% atau kurang untuk J7TC, dan Mitsubishi Electric menyarankan sekitar 110% arus nominal bila motor yang diganti dengan motor IE3 menyebabkan trip. Keduanya hanya berlaku dalam batas yang diizinkan dokumen produk tersebut.
Jika masih trip, jangan terus menaikkan setelan; ganti ke tipe yang sesuai, seperti yang memakai saturable reactor.
Tinjau Setelan secara Berkala
Setelan bukan sesuatu yang "diatur lalu dilupakan". Tinjau setiap kali motor diganti, beban berubah, atau kondisi operasi dan lingkungan berubah.
Pada inspeksi berkala, periksa juga sekrup terminal, bukan hanya setelan. Manual Fuji Electric meminta sekrup terminal dikencangkan ulang secara berkala, karena terminal longgar menimbulkan panas dan kehilangan fasa.
Penyebab Thermal Trip yang Umum pada Pompa
Saat motor pompa trip, lihat pompanya, bukan hanya sisi listrik. Buku manual pompa Ebara mencantumkan penyebab arus berlebih berikut.
Mengelompokkan penyebab menjadi perpipaan, pompa, cairan, dan suplai memudahkan pelacakan.
Dari bagian "Troubleshooting" pada buku manual Ebara seri DN dan SCD. Penyebab yang tercantum berbeda menurut model.
Yang mudah terlewat adalah head yang rendah sehingga aliran berlebih. Pada banyak pompa sentrifugal, daya poros naik seiring aliran, sehingga bila hambatan perpipaan lebih kecil dari rancangan, arus ikut naik.
Butir frekuensi penting untuk peralatan impor. Frekuensi listrik di Indonesia 50 Hz, sedangkan Jepang memakai 50 Hz di timur dan 60 Hz di barat, jadi periksa nameplate pompa dan tegangannya. Lihat artikel kami tentang tegangan industri Jepang dan 50/60 Hz.
Manual yang sama meminta operator memeriksa arus dan ayunan jarum amperemeter setiap hari. Walau arus masih dalam rating, ayunan yang besar bisa berarti ada benda asing tersangkut di pompa. Jarum yang berayun lebar secara periodik juga bisa menunjuk ke surging.
Untuk pompa, catat juga tekanan discharge, bukaan katup discharge, dan perubahan suhu atau jenis cairan. Menyejajarkan arus dan tekanan pada waktu yang sama memudahkan membedakan aliran berlebih dari penyumbatan.
Thermal Elektronik Inverter (VFD) dan Thermal Overload Relay
Pada motor yang digerakkan inverter (variable frequency drive, VFD), proteksi beban lebih thermal elektronik milik drive (denshi samaru) bisa memantau beban lebih menggantikan relay bimetal. Ia mengukur arus secara elektronik, menghitung seberapa panas motor, dan menghentikan motor.
Saat panel menampilkan samaru ijo atau alarm beban lebih, cari tahu dulu perangkat mana yang bekerja. Jika thermal overload relay tidak menunjukkan trip dan layar inverter menampilkan alarm, yang trip adalah inverter.
Perilaku thermal elektronik bergantung pada setelannya. FAQ Yaskawa Electric menggambarkan motor yang terbakar meski arus 150% dari nominal mengalir, dan memberi empat penyebab:
- Proteksi thermal elektronik dinonaktifkan
- Arus nominal motor disetel salah
- Motor serbaguna disetel sebagai motor untuk inverter
- Daya inverter dimatikan setiap kali berhenti karena beban lebih
Yang keempat mudah terlewat. FAQ yang sama menyebut waktu sampai trip pada arus 150% sekitar 1 menit dari kondisi hangat, tetapi sekitar 7 menit dari kondisi dingin.
Karena setiap siklus daya memulai hitungan dari kondisi dingin, motor bisa terbakar sebelum drive sempat trip. Setelan dan perilaku berbeda tiap model, jadi periksa buku manual inverter.
Daftar Periksa dan Pertanyaan untuk Pemasok Jepang
Gunakan ini saat thermal trip terjadi pada peralatan buatan Jepang, atau sebelum commissioning.
Informasi yang Dicatat pada Setiap Trip
- Nama peralatan, model relay, dan setelan arus
- Indikasi yang muncul: indikator trip relay, status breaker di hulu, teks alarm HMI (foto pesan berbahasa Jepang)
- Waktu dari start sampai trip, dan beban saat itu
- Arus kerja normal dan arus sesaat sebelum trip, serta apakah relay bisa di-reset
- Untuk pompa: tekanan discharge, bukaan katup discharge, suhu dan jenis cairan
Pertanyaan untuk Pemasok Jepang
- Model dan kelas trip relay apa yang dipakai, dan setelan arusnya ditentukan berdasarkan apa (arus beban penuh pada nameplate atau nilai dari pembuat mesin)?
- Apakah relay disetel reset manual atau otomatis? Apakah rangkaian kontrolnya 2 kawat atau 3 kawat?
- Apakah relay 2 elemen atau 3 elemen dengan proteksi kehilangan fasa?
- Setiap alarm di HMI berasal dari perangkat mana: thermal overload relay, thermal elektronik inverter, atau yang lain? Bisakah Anda mengirim daftar alarm dalam bahasa Inggris?
- Apakah motor atau pompa dibuat untuk 50 Hz atau 60 Hz, dan pada tegangan berapa? Apakah cocok dengan suplai di pabrik kami?
- Berapa arus kerja normal yang diukur saat factory acceptance test?
- Jika setelan perlu disesuaikan, rentang apa yang diizinkan manual relay, dan siapa yang menyetujui perubahannya?
Batasan Panduan Ini
Waktu trip, perilaku reset, indikator, dan batas penyesuaian yang dikutip di sini berasal dari dokumen Omron, Fuji Electric, Mitsubishi Electric, dan Yaskawa Electric tertentu, dan berlaku untuk produk tersebut. Relay dan drive lain berperilaku berbeda.
Panduan ini tidak menggantikan manual relay atau drive, dokumen mesin, peraturan dan standar kelistrikan setempat (termasuk PUIL dan ketentuan K3), maupun prosedur LOTO dan keselamatan listrik pabrik Anda. Pekerjaan di dalam panel adalah untuk staf listrik yang berwenang.
FAQ
Apa itu thermal trip?
Thermal trip adalah kejadian ketika thermal overload relay mendeteksi beban lebih yang berlanjut dan membuka rangkaian kontrol kontaktor, sehingga motor berhenti. Teknisi Jepang menyebutnya samaru ga ochiru atau samaru ga tobu untuk kejadian yang sama.
Apa arti alarm samaru ijo (thermal fault)?
Biasanya artinya thermal overload relay trip; kontak 97-98-nya disambungkan ke lampu atau input PLC yang memunculkan alarm. Pada sebagian mesin, istilah itu merujuk ke alarm beban lebih inverter, jadi periksa dari perangkat mana alarm berasal.
Mengapa thermal overload relay tidak bisa di-reset?
Tepat setelah trip, bimetal masih melengkung sehingga reset belum bekerja. Fuji Electric memberi waktu tunggu minimum 90–350 detik untuk relay mereka, tergantung ukuran frame.
Untuk merek lain, lihat manualnya. Jika setelah waktu tunggu yang ditentukan relay masih tidak bisa di-reset, curigai relay rusak.
Relay terus trip. Bolehkah setelannya dinaikkan?
Tidak sebelum penyebabnya ditemukan. Pabrikan menyatakan seberapa jauh setelan boleh dinaikkan (Omron menyarankan sekitar 5% atau kurang untuk J7TC), dan keputusannya ada pada staf listrik. Jika masih trip, tipe relay mungkin perlu diganti.
Seberapa cepat thermal overload relay trip?
Bergantung pada beban lebih dan kelas trip. Untuk kelas trip 10A, relay harus trip dalam kurang dari 2 menit pada 150% setelan dari kondisi hangat, dan dalam lebih dari 2 hingga 10 detik pada 720% (rotor terkunci) dari kondisi dingin. Pada 105% dari kondisi dingin, relay tidak boleh trip dalam 2 jam.
Sumber
- Karakteristik kerja, setelan, kompensasi suhu, reset: Omron, katalog "Thermal Overload Relay J7TC Series" (bahasa Jepang, salinan distributor)
- Reset dan peringatan reset otomatis: Fuji Electric, buku manual Thermal Overload Relay TK-E02 INA-F2011c-JEC (salinan distributor)
- Mengapa relay tidak bisa di-reset (90–350 detik): FAQ Fuji Electric FA Components & Systems, "Reset thermal relay" (bahasa Jepang)
- Indikator dan tombol reset menurut model: FAQ Fuji Electric FA Components & Systems, "Trip dan reset thermal relay" (bahasa Jepang)
- Kelas trip dan tipe delayed-trip: Fuji Electric, aplikasi pemilihan motor starter "MS Scale" (bahasa Jepang)
- Relay 3 elemen, tipe saturable reactor, motor IE3: Mitsubishi Electric FA, "Pemilihan magnetic motor starter" (bahasa Jepang)
- Bimetal dan karakteristik kerja: Mitsubishi Electric Technical Report Vol. 87, No. 12 (2013), teknologi manufaktur manual motor starter (bahasa Jepang)
- Nama dan kontak dalam bahasa Jepang: Panasonic, entri glosarium "Thermal relay" (bahasa Jepang)
- Titik uji kelas trip (1,05; 1,2; 1,5; 7,2 kali setelan): FAQ Schneider Electric (bahasa Ceko); panduan teknis ABB
- Batas setelan overload NEC 430.32 (contoh dari AS): FAQ Schneider Electric FAQ000278068
- Thermal elektronik: FAQ Yaskawa Electric, "Mengapa thermal elektronik tidak bekerja" (bahasa Jepang)
- Penyebab arus berlebih pada pompa: buku manual Ebara seri DN, seri SCD (bahasa Jepang)
- Aturan lockout dan tagout di Jepang: e-Gov, Industrial Safety and Health Regulations, Pasal 107 dan 339 (bahasa Jepang)
Artikel asli dalam bahasa JepangPanduan ini disusun dari artikel MONOSCOPE yang ditulis untuk pembaca di Jepang: サーマルトリップとは?サーマルリレーが落ちる原因とリセット手順・動作時間の早見表


