Manufaktur Jerman, Korea, Taiwan, India vs Jepang

Anda sedang membandingkan penawaran: machining center untuk lini baru, komponen rem untuk program kendaraan, atau fotoresist (photoresist) untuk proyek fab. Di daftar pendek ada pemasok Jepang, di samping nama-nama dari Jerman, Korea, dan Taiwan. Sebelum membandingkan harga, ada baiknya tahu di mana Jepang bersaing dengan negara-negara ini, di mana Jepang menjadi pemasoknya, dan di mana Jepang membangun pabrik bersama mereka.
Jawaban singkatnya: Jerman adalah pesaing langsung Jepang di mobil dan mesin, Korea Selatan dan Taiwan adalah pelanggan besar bahan dan peralatan Jepang, dan India adalah tempat perusahaan Jepang memproduksi secara lokal untuk pasar yang terus tumbuh. Artikel ini membandingkan keempat negara, menunjukkan hubungan masing-masing dengan Jepang, lalu ditutup dengan checklist dan contoh surel yang bisa dipakai saat menghubungi pemasok Jepang.
Daftar isi
- Empat negara dalam satu tabel
- Seberapa besar sektor manufaktur masing-masing?
- Jerman: eksportir Mittelstand dan pesaing langsung Jepang
- Korea Selatan: chaebol, chip memori, dan bahan dari Jepang
- Taiwan: model foundry dan JASM di Kumamoto
- India: Make in India, PLI, dan pabrikan mobil Jepang
- Bersaing atau bermitra? Perdagangan Jepang dengan empat negara
- Artinya bagi Anda saat membeli dari Jepang
- Catatan untuk pabrik di Indonesia
- Checklist: pertanyaan untuk pemasok Jepang
- Batasan perbandingan ini
- Ringkasan
- FAQ
- Sumber
Empat negara dalam satu tabel
Manufaktur adalah pilar ekonomi di keempat negara ini, tetapi cara mencari uangnya berbeda-beda. Gambar di bawah merangkum siapa yang menggerakkan industrinya, apa yang dibuat, dan bagaimana hubungannya dengan Jepang.
Siapa yang menghasilkan uang, dan dari apa, berbeda di setiap negara.
Arah perdagangan dari statistik perdagangan Kementerian Keuangan Jepang (2024). Hubungan dengan Jepang merangkum contoh di artikel ini. Nama perusahaan hanyalah contoh.
Seberapa besar sektor manufaktur masing-masing?
Nilai tambah manufaktur (value added) adalah nilai baru yang tercipta dari produksi. Pada 2024, menurut Bank Dunia, angkanya USD 843,7 miliar di Jerman dan USD 788,5 miliar di Jepang. Korea Selatan dan India berdekatan, masing-masing sedikit di bawah USD 500 miliar.
Jerman dan Jepang sebanding, begitu pula Korea Selatan dan India. Porsi terhadap PDB paling tinggi di Korea Selatan.
Bank Dunia, World Development Indicators: nilai tambah manufaktur (USD berlaku) dan porsinya terhadap PDB, 2024. Tiongkok ditampilkan sebagai pembanding. Taiwan tidak termasuk dalam data Bank Dunia.
Angka ini hasil konversi ke dolar, jadi peringkatnya perlu dibaca dengan hati-hati.
Pada 2020, Jepang masih jauh di depan: sekitar USD 1,03 triliun, dibanding USD 730,2 miliar untuk Jerman. Pembalikan sejak itu sebagian besar mencerminkan yen yang melemah, yang mengecilkan angka Jepang saat dikonversi ke dolar. Peringkat ini hanya potret pada kurs tahun itu, bukan ukuran kekuatan industri.
Porsi terhadap PDB bercerita lain. Dengan 26,6%, ekonomi Korea Selatan paling bergantung pada manufaktur di antara negara-negara dalam gambar.
Jerman: eksportir Mittelstand dan pesaing langsung Jepang

Struktur industri dan kekuatan
Manufaktur Jerman dibangun untuk ekspor. Pada 2025, kendaraan bermotor dan komponennya menyumbang 16,2% ekspor Jerman, kategori terbesar, diikuti mesin sebesar 13,8% (Destatis, Kantor Statistik Federal).
Di balik ekspor itu ada Mittelstand, lapisan usaha kecil dan menengah (UKM) Jerman. Pada 2024, UKM mencakup 99,2% perusahaan Jerman (sekitar 3,52 juta perusahaan) dan mempekerjakan 54,4% tenaga kerja (IfM Bonn). Definisi UKM di Jerman berbeda dengan UMKM di Indonesia, jadi jangan samakan skalanya.
Banyak di antara perusahaan ini disebut berada di papan atas dunia untuk satu komponen atau mesin tertentu. Polanya mirip perusahaan "niche-top" Jepang, yaitu perusahaan yang memimpin ceruk global yang sempit: produsen barang jadi yang besar bergantung pada lapisan pemasok kecil yang sangat terspesialisasi.
Contoh perusahaan dan kebijakan
Nama yang dikenal antara lain Volkswagen dan BMW di mobil, Siemens di teknik kelistrikan, Bosch di komponen, dan BASF di bahan kimia.
Di sisi kebijakan, Jerman terkenal dengan Industrie 4.0, rencana menghubungkan mesin dan peralatan pabrik lewat jaringan agar produksi lebih cerdas. Konsep ini pertama kali diperkenalkan di Hannover Messe, pameran industri, pada 2011.
Pada 2013, asosiasi industri TI, mesin, dan kelistrikan membentuk platform bersama untuk mendorongnya. Ini khas cara Jerman bekerja: rencana nasional diambil dan disebarkan oleh asosiasi industri.
Ekspor barang jadi berjalan seiring dengan UKM dan asosiasi industri di belakangnya.
Hubungan dengan Jepang
Dari sisi Jepang, Jerman adalah pesaing langsung di mobil dan mesin. Di otomasi pabrik dan mesin perkakas, pemasok Jepang dan Jerman sering menawarkan produk ke pelanggan yang sama.
Pada 2024, Jepang mengekspor JPY 2,63 triliun (sekitar USD 17,4 miliar) ke Jerman dan mengimpor JPY 3,22 triliun (sekitar USD 21,3 miliar), menurut Kementerian Keuangan Jepang. Jerman satu-satunya dari keempat negara yang membuat Jepang mengalami defisit perdagangan.
Untuk bagian purchasing dan engineering: jika Anda membandingkan mesin perkakas atau paket otomasi Jepang dengan Jerman, biasanya yang Anda bandingkan adalah dua pemasok yang berebut pelanggan yang sama. Perbandingan spesifikasi, layanan lokal, dan lead time secara berdampingan sepadan dengan usahanya.
Korea Selatan: chaebol, chip memori, dan bahan dari Jepang
Bagaimana chip menggerakkan ekspor Korea
Pada 2024, manufaktur menyumbang 26,6% PDB Korea Selatan, lebih tinggi daripada Jepang atau Jerman. Semikonduktor ada di pusatnya: ekspor chip mencapai rekor USD 141,9 miliar pada 2024 (Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi Korea).
Produk bernilai tinggi seperti HBM (high-bandwidth memory, memori untuk server AI) mendorong pertumbuhan itu. Chip menyumbang sekitar seperlima dari total ekspor Korea tahun itu yang sebesar USD 683,8 miliar. Sisi sebaliknya: harga chip bisa menggoyang seluruh kinerja ekspor negara itu.
Contoh perusahaan dan kebijakan
Nama-nama utama: Samsung Electronics dan SK hynix di semikonduktor, Hyundai Motor di mobil, LG Energy Solution di baterai, dan HD Hyundai di galangan kapal.
Industri utama dipimpin chaebol, grup bisnis besar yang dikendalikan keluarga. Kekuatannya disebut terletak pada kemampuan mengambil investasi besar dengan cepat. Kelemahannya, ekspor cenderung terkonsentrasi pada sedikit perusahaan dan lini produk.
Samsung Electronics juga bersaing di manufaktur chip kontrak, tetapi pangsa foundry globalnya hanya 7,1% pada Oktober–Desember 2025 (TrendForce), jauh di belakang TSMC dari Taiwan.
Hubungan dengan Jepang dan pembatasan ekspor 2019
Pabrik chip Korea memakai banyak bahan dan peralatan produksi dari Jepang. Pada 2024, Jepang mengekspor JPY 7,03 triliun (sekitar USD 46,4 miliar) ke Korea Selatan, yang terbesar di antara keempat negara (Kementerian Keuangan Jepang).
Ketergantungan itu terlihat jelas pada Juli 2019. Pemerintah Jepang memperketat prosedur ekspor ke Korea Selatan untuk tiga bahan: hidrogen fluorida, fotoresist (bahan peka cahaya untuk mencetak pola sirkuit), dan polimida terfluorinasi. Eksportir harus mengurus izin individual, tidak lagi memakai izin umum (bulk license) yang lebih sederhana.
Jepang mengumumkan peninjauan ulang pada Maret 2023, dan ketiga bahan itu kembali ke prosedur sebelumnya. Jepang adalah pemasok bahan penting bagi Korea dan, pada saat yang sama, pesaing di chip memori dan baterai. Hubungan dua sisi inilah yang menentukan keterkaitan manufaktur Jepang–Korea.
Bahan dan peralatan Jepang masuk ke pabrik memori Korea, lalu chipnya dikirim ke perangkat di seluruh dunia.
Penyederhanaan dari arus utama. Ketiga item tercakup dalam langkah 2019 Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang (METI).
Untuk bagian purchasing dan engineering: kasus 2019 menunjukkan bahwa keputusan pemerintah dapat mengubah prosedur ekspor bahan dari Jepang, meski pemasok dan produknya sama. Jika suatu bahan krusial bagi lini Anda, tanyakan ke pemasok bagaimana klasifikasinya dalam kontrol ekspor Jepang.
Taiwan: model foundry dan JASM di Kumamoto

Cara kerja model foundry
Inti manufaktur Taiwan adalah foundry semikonduktor, yaitu bisnis yang membuat chip rancangan perusahaan lain. Foundry menerima pesanan dari perusahaan desain fabless, yang tidak punya pabrik sendiri, lalu mengerjakan produksi massalnya.
Karena foundry tidak menjual chip dengan merek sendiri, ia bisa menerima pesanan dari banyak perusahaan. Tidak bersaing dengan pelanggan adalah salah satu alasan mengapa begitu banyak pekerjaan kontrak mengalir ke Taiwan.
Desain, fabrikasi, dan proses back-end dikerjakan perusahaan yang berbeda. Taiwan berada di pusat fabrikasi.
Pangsa dari TrendForce, berdasarkan pendapatan 10 foundry teratas.
Langkah-langkah back-end yang mengubah wafer menjadi chip jadi layak dijelaskan tersendiri.
Contoh perusahaan dan pertumbuhan
Pangsa foundry global TSMC mencapai 70,4% pada Oktober–Desember 2025, jauh di atas Samsung Electronics (TrendForce). Taiwan juga menjadi rumah bagi UMC (chip kontrak), MediaTek (desain chip), dan Hon Hai Precision Industry, lebih dikenal sebagai Foxconn (perakitan elektronik).
Permintaan AI mengangkat seluruh ekonomi Taiwan. Dari pertumbuhan PDB riil 7,15% pada Januari–September 2025, manufaktur menyumbang 4,89 poin persentase (DGBAS, badan statistik Taiwan).
Dengan kata lain, manufaktur menghasilkan sekitar 70% pertumbuhan itu. Seperti di Korea, naik-turunnya ekonomi mengikuti siklus chip dan elektronik.
Hubungan dengan Jepang
Ekspor Jepang ke Taiwan pada 2024 sebesar JPY 6,87 triliun (sekitar USD 45,4 miliar), naik 14,2% dari tahun sebelumnya (Kementerian Keuangan Jepang). Item utamanya mesin dan peralatan listrik, logam dasar, dan bahan kimia (Kementerian Keuangan Taiwan, JETRO).
Kedua negara kini juga memproduksi chip bersama. JASM, anak perusahaan TSMC, membangun fab di Kikuyo, Prefektur Kumamoto, dan menggelar upacara pembukaan pada Februari 2024. Sony Semiconductor Solutions, Denso, dan Toyota Motor juga menjadi pemegang saham.
Pada Juni 2022, METI menyetujui subsidi hingga JPY 476 miliar untuk fab itu. Pada Desember 2024, JASM melaporkan kepada Prefektur Kumamoto bahwa produksi massal telah dimulai, pada proses logika 12/16 nm dan 22/28 nm.
Proyek ini memadukan kemampuan manufaktur Taiwan dengan pelanggan dan bahan dari Jepang.
Untuk bagian purchasing dan engineering: pemasok bahan dan peralatan Jepang menjual ke fab Korea maupun Taiwan. Saat mengevaluasi salah satunya, tanyakan fab dan wilayah mana yang sudah mereka layani, dan dari pabrik mana pengirimannya.
India: Make in India, PLI, dan pabrikan mobil Jepang

Struktur industri dan kekuatan
Nilai tambah manufaktur India tumbuh dari USD 327,8 miliar pada 2015 menjadi USD 494,1 miliar pada 2024, sekitar 1,5 kali lipat (Bank Dunia).
Namun porsinya terhadap PDB turun dari 15,6% pada 2015 menjadi 13,1% pada 2024. Manufaktur memang membesar, tetapi tidak secepat bagian ekonomi lainnya.
Make in India dan PLI
Pemerintah India meluncurkan Make in India pada September 2014 untuk mendatangkan pabrik ke dalam negeri. Salah satu alat utamanya adalah skema Production Linked Incentive (PLI), yang memberi insentif sesuai kenaikan produksi atau penjualan dalam negeri.
PLI mencakup 14 sektor dengan total anggaran INR 1,97 lakh crore (INR 1,97 triliun, sekitar USD 24 miliar pada kurs yang dipakai Press Information Bureau India). Ke-14 sektor itu meliputi:
- Ponsel pintar dan komponen elektronik, peralatan telekomunikasi
- Farmasi dan bahan baku obat, alat kesehatan
- Otomotif dan komponen otomotif, baterai canggih
- Panel surya, baja khusus, peralatan rumah tangga (white goods)
- Produk makanan, tekstil, drone
Gambar berikut menyandingkan langkah kebijakan India dengan apa yang sudah dilakukan perusahaan Jepang di sana.
Kebijakan menarik pabrik masuk, dan perusahaan Jepang memperluas produksi lokal dengan mobil sebagai intinya.
Sumber: PIB (Press Information Bureau, Pemerintah India), Bank Dunia, JETRO, Kedutaan Besar Jepang di India. Tahun fiskal India berjalan April sampai Maret.
Hubungan dengan Jepang
Pabrikan mobil terkemuka India antara lain Tata Motors, Mahindra & Mahindra, dan Maruti Suzuki, anak perusahaan Suzuki dari Jepang. Pada tahun fiskal 2024 (April 2024–Maret 2025), Maruti Suzuki merebut 40,9% dari 4,3 juta penjualan mobil penumpang India, pangsa tertinggi. India adalah pasar tempat sebuah perusahaan Jepang menjadi nomor satu.
Per Oktober 2024, 1.434 perusahaan Jepang mengoperasikan 5.205 lokasi usaha di India, dan sekitar setengahnya (49,4%) adalah perusahaan manufaktur. Pembuat komponen otomotif terus menyusul pelanggan pabrikan mobilnya ke sana.
Ekspor Jepang ke India pada 2024 sebesar JPY 2,60 triliun (sekitar USD 17,2 miliar). Naik 16,5% dari tahun sebelumnya, pertumbuhan tercepat di antara keempat negara (Kementerian Keuangan Jepang).
Untuk yang berhubungan dengan India: dengan lebih dari 5.000 lokasi usaha Jepang di sana, pemasok Anda mungkin sudah punya pabrik atau kantor di India. Tanyakan apakah suatu part dibuat lokal atau diimpor dari Jepang atau negara ketiga, karena itu mengubah lead time, mata uang, dan bea.
Bersaing atau bermitra? Perdagangan Jepang dengan empat negara
Hubungan Jepang dengan tiap negara lebih mudah dibaca jika dipilah dengan tiga ukuran sederhana:
- Produk yang tumpang tindih: jika kedua pihak menjual barang jadi yang sama ke pelanggan yang sama, mereka bersaing.
- Pasokan bahan dan peralatan: jika Jepang memasok bahan atau peralatan ke pabrik negara lain, mereka bermitra.
- Pasar lokal: jika perusahaan Jepang memproduksi dan menjual di dalam negara itu, hubungannya mendekati kemitraan.
Angka perdagangan di bawah menunjukkan arah perdagangan. Nilai dolar adalah konversi kasar pada kurs rata-rata 2024, sekitar JPY 151,5 per USD, sehingga akan bergeser mengikuti kurs.
Jepang surplus dengan Korea Selatan, Taiwan, dan India, dan defisit hanya dengan Jerman.
(≈ USD 17,4 miliar)
(≈ USD 46,4 miliar)
(≈ USD 45,4 miliar)
(≈ USD 17,2 miliar)
(≈ USD 21,3 miliar)
(≈ USD 31,4 miliar)
(≈ USD 30,5 miliar)
(≈ USD 6,4 miliar)
(≈ -USD 3,9 miliar)
(≈ +USD 15,0 miliar)
(≈ +USD 14,8 miliar)
(≈ +USD 10,8 miliar)
Kementerian Keuangan Jepang, Statistik Perdagangan 2024 (ekspor final, impor sementara). "tri" = triliun. Total mencakup semua barang, bukan hanya produk manufaktur. Nilai USD dikonversi pada rata-rata 2024, sekitar JPY 151,5/USD (Federal Reserve), dan bersifat perkiraan.
Besarnya volume perdagangan tidak mengukur seberapa keras dua negara bersaing atau seberapa erat mereka bekerja sama. Pakailah gambar ini sebagai latar belakang, bukan papan skor.
Ekspor bahan ke Korea Selatan, misalnya, adalah kemitraan, namun perusahaan Jepang bersaing dengan perusahaan Korea yang sama di memori dan baterai. Kebanyakan hubungan memuat keduanya sekaligus.
Negara yang sama bisa menjadi pesaing di satu bidang dan pelanggan di bidang lain.
BersaingMobil dan mesin. Keduanya menjual barang jadi yang sama ke pelanggan yang sama di seluruh dunia
BermitraPerdagangan dua arah komponen dan mesin. Jepang mengimpor sekitar JPY 3 triliun per tahun
BersaingMemori, baterai, galangan kapal, tempat produknya tumpang tindih
BermitraBahan chip dan peralatan produksi untuk pabrik Korea
BersaingTumpang tindih terbatas, karena foundry membuat produk pelanggannya
BermitraPasokan bahan dan peralatan, serta produksi bersama di Kumamoto
BersaingDengan pabrikan lokal seperti Tata dan Mahindra di pasar India
BermitraProduksi lokal dan pabrik pemasok di pasar yang terus tumbuh
Klasifikasi berdasarkan tiga ukuran di atas. Hubungan bisnis sebenarnya berbeda dari perusahaan ke perusahaan.
Artinya bagi Anda saat membeli dari Jepang

Bahan dan peralatan: perhitungkan risiko kebijakan
Ketika produksi chip Korea dan Taiwan naik, permintaan bahan dan peralatan Jepang ikut naik. Namun negara dan fab mana yang bisa dijangkau produk itu juga bergantung pada kebijakan pemerintah dan kontrol ekspor.
Seperti kasus Jepang–Korea 2019, hubungan antarpemerintah bisa mengubah prosedur perdagangan. Pemasok Jepang punya alasan untuk tidak memusatkan penjualan di satu negara. Dari sisi pembeli, logika yang sama berlaku: jangan bergantung pada satu jalur pasokan.
Peralatan jadi: Jepang dan Jerman adalah alternatif nyata
Jerman mengekspor lewat lapisan perusahaan besar dan UKM terspesialisasi, dan beberapa industri Jepang punya struktur serupa. Di mobil, mesin perkakas, dan otomasi pabrik, pemasok Jepang dan Jerman sering berebut pelanggan yang sama.
India: pasar sekaligus basis produksi
India menawarkan pasar besar, insentif pemerintah, dan jumlah lokasi perusahaan Jepang yang terus bertambah. Namun manufaktur masih sekitar 13% PDB, dan lapisan pemasok komponen lokal serta tenaga terampil kemungkinan masih berkembang.
Pabrik yang dibangun untuk menjual di India dan pabrik yang dibangun untuk mengekspor dari India menuntut keputusan yang berbeda. Tanyakan ke pemasok Jepang Anda untuk tujuan yang mana pabrik India mereka sebelum Anda menyusun rencana di sekitarnya.
Catatan untuk pabrik di Indonesia
Jika barang dari pemasok Jepang, Jerman, atau Korea akan diimpor ke Indonesia, ada beberapa hal administratif yang memengaruhi biaya dan jadwal. Berikut tiga hal yang sebaiknya dicek ke bagian impor atau forwarder, karena aturannya bisa berubah.
- Preferensi tarif: untuk barang asal Jepang, preferensi tarif lewat IJ-EPA (Indonesia–Japan Economic Partnership Agreement) memakai Surat Keterangan Asal (SKA) Form IJ-EPA. Dokumen ini diterbitkan oleh pihak berwenang di Jepang, jadi tanyakan sejak awal apakah pemasok bisa menyediakannya dan kapan.
- Klasifikasi barang: kode HS pada dokumen pemasok perlu dicocokkan dengan BTKI (Buku Tarif Kepabeanan Indonesia) untuk menentukan bea masuk dan syarat impornya.
- SNI wajib: jika barang termasuk kategori yang diwajibkan ber-SNI, impornya memerlukan Nomor Pendaftaran Barang (NPB). Cek dulu apakah item Anda termasuk, karena sebagian besar bahan dan peralatan industri tidak termasuk, tetapi sebagian produk jadi bisa saja termasuk.
Soal keselamatan, mesin impor tetap harus dipasang dan dioperasikan sesuai ketentuan K3 di Indonesia (misalnya UU No. 1 Tahun 1970), terlepas dari standar negara asalnya. Tanyakan ke pemasok dokumen apa yang tersedia, lalu libatkan tim K3 Anda.
Checklist: pertanyaan untuk pemasok Jepang
Gunakan pertanyaan ini saat pemasok Jepang untuk bahan, peralatan, atau komponen otomotif masuk daftar pendek Anda, terutama jika Anda juga membandingkannya dengan opsi dari Korea, Taiwan, atau Jerman.
- Lokasi produksi: pabrik mana yang membuat item ini: Jepang, India, Asia Tenggara, atau tempat lain? Apa negara asal yang tertera di dokumen pengiriman?
- Kontrol ekspor: apakah item ini dikendalikan berdasarkan aturan kontrol ekspor Jepang (Undang-Undang Valuta Asing dan Perdagangan Luar Negeri, atau Gaitame-ho)? Jika ya, izin apa yang dibutuhkan untuk pengiriman ke negara kita, dan bagaimana pengaruhnya pada lead time?
- Pasokan cadangan: apakah ada pabrik kedua atau sumber alternatif yang sudah dikualifikasi jika satu jalur terganggu?
- Pelanggan yang sudah ada: apakah pemasok sudah mengirim grade ini ke fab atau pabrik di Korea, Taiwan, atau India? Bisakah mereka membagikan contoh aplikasi tanpa melanggar kerahasiaan?
- Dukungan lokal: apakah ada badan usaha, gudang, atau service engineer lokal di negara kita, dan siapa yang menangani klaim kualitas?
- Mata uang: penawaran dalam JPY, USD, atau mata uang lokal? Siapa yang menanggung risiko kurs, dan sampai kapan harga dikunci?
- Dokumen impor: bisakah pemasok menyediakan SKA Form IJ-EPA dan kode HS pada dokumen? Apakah item ini termasuk SNI wajib?
- Insentif lokal: jika proyek kita masuk program seperti PLI India, apakah produksi lokal part ini penting bagi kita? Pastikan aturan skemanya dengan tim kepatuhan Anda sendiri.
Jika Anda menulis ke pemasok untuk pertama kalinya, contoh di bawah mencakup poin-poin ini dalam satu pesan. Ganti bagian dalam kurung siku dengan data Anda, lalu terjemahkan ke bahasa Inggris sebelum dikirim jika pemasok tidak membaca bahasa Indonesia.
Subjek: Pertanyaan tentang [nama produk / nomor part] untuk pasokan ke [negara]
Yth. [Nama],
Kami [nama perusahaan], [produsen / distributor] di [kota, negara]. Kami sedang mengevaluasi [nama produk / nomor part] untuk [aplikasi], dengan perkiraan volume [jumlah] per [bulan / tahun] mulai [bulan, tahun].
Mohon informasi berikut:
- Pabrik mana yang akan memproduksi item ini, dan negara asal apa yang akan tertera di dokumen pengiriman?
- Apakah item ini tunduk pada kontrol ekspor Jepang? Jika ya, izin apa yang dibutuhkan untuk pengiriman ke [negara], dan bagaimana pengaruhnya pada lead time?
- Berapa lead time standar dan jumlah pesanan minimum, dan apakah ada lokasi produksi cadangan?
- Apakah Anda punya kantor, distributor, atau service engineer di [negara]?
- Dalam mata uang apa penawaran diberikan, dan berapa lama harganya berlaku?
- Bisakah Anda menyediakan SKA Form IJ-EPA dan kode HS untuk item ini?
Kami juga akan berterima kasih atas datasheet dan contoh aplikasi yang dapat Anda bagikan.
Hormat kami,
[Nama Anda]
[Jabatan, perusahaan, kontak]
Batasan perbandingan ini
- Angka dolar bergantung pada kurs. Yen yang lebih lemah atau lebih kuat dapat mengubah peringkat dan nilai USD di artikel ini tanpa perubahan output yang sebenarnya.
- Total perdagangan mencakup semua barang, bukan hanya produk manufaktur, dan tidak menunjukkan posisi satu perusahaan pun.
- Klasifikasi bersaing/bermitra adalah penyederhanaan. Satu perusahaan bisa bersaing di satu lini produk dan bekerja sama di lini lain.
- Aturan kontrol ekspor, kepabeanan, dan skema insentif berubah. Periksa aturan terbaru ke pemasok dan instansi terkait sebelum mengandalkannya.
- Taiwan tidak ada dalam data Bank Dunia, sehingga ukurannya tidak bisa dibandingkan langsung dengan negara lain di sini.
Ringkasan
- Pada 2024, nilai tambah manufaktur USD 843,7 miliar di Jerman dan USD 788,5 miliar di Jepang. Peringkat berbasis dolar bergerak mengikuti kurs.
- Kekuatan Jerman adalah ekspor mobil dan mesin yang ditopang Mittelstand. Jerman bersaing dengan Jepang di barang jadi.
- Industri chip Korea Selatan dipimpin grup bisnis besar dan juga pembeli besar bahan dan peralatan Jepang. Kontrol ekspor 2019 menunjukkan bagaimana kebijakan dapat memengaruhi pasokan itu.
- TSMC dari Taiwan memegang sekitar 70% pasar foundry dan kini memproduksi chip bersama mitra Jepang di Kumamoto.
- India masih menarik pabrik lewat kebijakan, dan Maruti Suzuki memegang sekitar 40% pasar mobil penumpang.
- Sebelum memilih pemasok Jepang, pastikan lokasi produksi, status kontrol ekspor, pasokan cadangan, dukungan lokal, mata uang penawaran, serta dokumen impor ke Indonesia.
FAQ
Apa itu foundry, dan apa bedanya dengan fabless?
Perusahaan fabless merancang chip tetapi tidak punya pabrik, sedangkan foundry adalah perusahaan yang membuat chip rancangan perusahaan lain. TSMC dari Taiwan adalah foundry yang paling dikenal, dan pembagian ini memungkinkan desain dan manufaktur dikerjakan perusahaan yang berbeda.
Apa itu Mittelstand?
Mittelstand adalah istilah Jerman untuk usaha kecil dan menengah, yang pada 2024 mencakup 99,2% perusahaan Jerman. Banyak di antaranya memimpin dunia di satu komponen atau mesin tertentu, mirip perusahaan "niche-top" Jepang yang memimpin ceruk global yang sempit.
PLI di India singkatan dari apa?
PLI singkatan dari Production Linked Incentive. Skema ini memberi insentif berdasarkan kenaikan produksi atau penjualan dalam negeri, dengan anggaran untuk 14 sektor, termasuk elektronik, komponen otomotif, dan farmasi.
Bahan apa saja yang tercakup dalam kontrol ekspor Jepang ke Korea Selatan tahun 2019?
Ada tiga bahan yang digunakan dalam produksi chip: hidrogen fluorida, fotoresist, dan polimida terfluorinasi. Jepang mewajibkan izin ekspor individual sejak Juli 2019, mengumumkan peninjauan ulang pada Maret 2023, dan mengembalikan ketiga item itu ke prosedur sebelumnya.
Mengapa peringkat manufaktur antarnegara berubah dari tahun ke tahun?
Nilai tambah dibandingkan dalam dolar AS, sehingga pergerakan kurs bisa mengubah urutan. Saat yen lemah, angka Jepang mengecil dalam dolar, jadi bacalah setiap peringkat sebagai potret pada kurs tahun itu.
Sumber
- Nilai tambah manufaktur dan porsi terhadap PDB: Bank Dunia, "Manufacturing, value added (current US$)", "Manufacturing, value added (% of GDP)"
- Perdagangan Jepang menurut negara: Kementerian Keuangan Jepang, Statistik Perdagangan 2024 (bahasa Jepang)
- Kurs rata-rata yen–dolar 2024: Federal Reserve via FRED, Japanese Yen to U.S. Dollar Spot Exchange Rate (annual)
- Kategori ekspor Jerman: Destatis, "Trading goods"
- UKM Jerman: IfM Bonn, "Macro-economic significance of SMEs: Germany"
- Industrie 4.0: acatech, "Industrie 4.0", DFKI, "Ten Years of INDUSTRIE 4.0"
- Ekspor Korea dan ekspor chip: The Korea Times, 1 Januari 2025 (data Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi)
- Kontrol ekspor Jepang ke Korea Selatan: JETRO Business News, Juli 2019 (bahasa Jepang), The Korea Times, 16 Maret 2023, Bloomberg, 23 Maret 2023
- Pangsa pasar foundry: TrendForce, 12 Maret 2026
- Pertumbuhan ekonomi dan manufaktur Taiwan: Taipei Times, 12 Januari 2026 (data DGBAS)
- Perdagangan Jepang–Taiwan menurut item: JETRO, "Taiwan: Basic Economic Indicators" (bahasa Jepang)
- Subsidi untuk JASM: METI, rencana fasilitas produksi semikonduktor khusus yang disetujui (bahasa Jepang)
- Pembukaan JASM dan pemegang saham: TSMC, "TSMC Celebrates the Opening of JASM in Kumamoto, Japan" (24 Februari 2024)
- Dimulainya produksi massal JASM: DIGITIMES, 27 Desember 2024, TechNode, 19 Desember 2024
- Make in India dan 14 sektor PLI: PIB, "10 Years of Make in India", PIB, November 2024
- Pasar mobil penumpang India: JETRO Area Report, 19 Juni 2025 (bahasa Jepang; data SIAM)
- Perusahaan Jepang di India: Kedutaan Besar Jepang di India dan JETRO, List of Japanese Companies in India (Oktober 2024), JETRO Area Report, 10 Maret 2026 (bahasa Jepang)
- SKA Form IJ-EPA (Indonesia): Peraturan Menteri Keuangan Nomor 47 Tahun 2023, Surat Edaran Dirjen Bea dan Cukai SE-26/BC/2008
- Nomor Pendaftaran Barang (NPB) untuk SNI wajib: Layanan Penerbitan NPB, Direktorat Standardisasi dan Pengendalian Mutu
Artikel asli dalam bahasa JepangPanduan ini disusun dari artikel MONOSCOPE yang ditulis untuk pembaca di Jepang: ドイツ・韓国・台湾・インドの製造業を比較|得意分野と日本との関係


