ID
202626/10

Nm3 adalah: Rumus Konversi Nm3 ke m3 dan Tabel Cepat

Gambar Teknik & SpesifikasiDiperbarui 26/10/2026Baca 21 menit

Sebuah paket burner tiba dari pemasok Jepang. Datasheet-nya menulis udara pembakaran 1.000 Nm3/h, header udara pabrik 0,7 MPaG, dan konsumsi udara instrumen dalam L/min (ANR). Sebelum memilih fan, duct, atau pipa udara, Anda perlu tahu arti angka-angka aliran itu pada suhu dan tekanan kerja yang sebenarnya.

Jawaban singkatnya: Nm3 (normal meter kubik) adalah volume gas yang dikonversi ke 0°C dan 1 atm (101,325 kPa), jadi Nm3 menyatakan seberapa banyak gas yang ada. Untuk mendapatkan volume aktual dalam m3, kalikan dengan rasio suhu dan rasio tekanan. Di dalam pipa udara 20°C dan 0,5 MPaG (72,5 psig), 1 Nm3 udara hanya menempati sekitar 0,18 m3. Jika tertukar, ukuran pipa atau kompresor bisa meleset lima kali lipat atau lebih.

Panduan ini membahas arti Nm3 dan cara orang Jepang menulisnya, rumus konversi dan tabel cepat, beda Nm3 dengan Sm3, ANR, dan SCFM, contoh hitungan untuk udara bertekanan, udara pembakaran, gas buang, dan gas kota Jepang, serta checklist dan daftar pertanyaan untuk pihak Jepang. Ada juga catatan penting: "kondisi standar" pada baku mutu emisi Indonesia memakai 25°C, bukan 0°C.

Daftar isi
  1. Nm3 adalah: apa itu normal meter kubik?
  2. Rumus konversi Nm3 ke m3
  3. Nm3 vs Sm3, ANR, dan SCFM
  4. Kapan memakai Nm3 dan kapan memakai m3
  5. Contoh hitungan: udara pembakaran, gas buang, dan gas kota
  6. Checklist untuk datasheet dan katalog Jepang
  7. Batasan panduan ini
  8. FAQ
  9. Sumber

Nm3 adalah: apa itu normal meter kubik?

Nm3 adalah satuan untuk jumlah gas, yaitu volume yang akan ditempati gas pada tekanan atmosfer dan 0°C. Huruf "N" berarti "normal", yaitu kondisi acuan yang tetap, dan ditambahkan di depan m3 (meter kubik).

Di lantai pabrik Jepang, Anda akan mendengarnya dibaca norumaru-ryube. Ryube adalah bacaan lapangan untuk "ryubei", kependekan dari meter kubik, jadi istilah ini sederhana saja: "normal meter kubik". Penulisannya tidak baku. Sebagian dokumen memakai m3N (dibaca ryube-norumaru) sebagai ganti Nm3. Laju aliran ditulis Nm3/h (per jam) dan Nm3/min (per menit).

Kondisi acuan diperlukan karena volume gas berubah menurut suhu dan tekanan. Hukum gas ideal menunjukkan hubungannya, yang sama dengan hukum Boyle dan hukum Charles:

PV = mRT
P: tekanan (absolut) V: volume m: massa R: konstanta gas T: suhu absolut

Ambil 1 Nm3 udara. Pada tekanan atmosfer dan 0°C, udara ini mengisi tepat 1 m3. Jika dipanaskan sampai 100°C, volumenya memuai menjadi sekitar 1,366 m3. Jika pada 0°C tekanannya digandakan, volumenya menyusut menjadi 0,5 m3.

Gambar 1: 1 Nm3 udara yang sama dalam tiga kondisi

Jumlah udaranya tidak berubah. Yang berubah hanya ruang yang ditempatinya.

1 Nm31 Nm31 Nm3 = 1 m3= 1,366 m3= 0,5 m3 0°C100°C0°C 1 atm (101,325 kPa)1 atm (101,325 kPa)2 atm (202,65 kPa)

Nilai gas ideal. Tekanan adalah tekanan absolut.

Dalam ketiga kondisi itu, udara di dalamnya sama. Itulah inti Nm3: satuan ini menunjukkan berapa banyak gas yang ada, bukan seberapa besar ruang yang sedang diisinya. Dalam jumlah zat, 1 Nm3 adalah sekitar 44,6 mol, karena 1 mol gas ideal menempati sekitar 22,414 L pada 0°C dan 101,325 kPa (nilai CODATA).

Gambar 2: Nm3 dan m3

Nm3 adalah jumlah. m3 adalah ruang yang diisi gas di tempat itu.

Nm3 (normal meter kubik)
m3 (meter kubik aktual)
Yang diukur
Nm3: jumlah gas (sebanding dengan mol dan massa)
m3: volume aktual pada suhu dan tekanan setempat
Kondisi acuan
Nm3: 0°C, 101,325 kPa (1 atm), gas kering
m3: suhu dan tekanan setempat
Jika suhu atau tekanan berubah
Nm3: angkanya tetap
m3: naik karena suhu, turun karena tekanan
Pemakaian umum
Nm3: udara pembakaran, jumlah gas bahan bakar dan input panas, batas emisi gas buang, kapasitas blower dan gas
m3: kecepatan di pipa dan duct, kapasitas tangki, volume udara yang benar-benar dipindahkan fan
Satuan aliran
Nm3: Nm3/h, Nm3/min, NL/min
m3: m3/h, m3/min, L/min

"Gas kering" mengikuti cara nilai kalor gas bahan bakar didefinisikan di Jepang (per 1 m3 gas kering pada 0°C dan 101,325 kPa). Beberapa acuan, seperti ANR untuk peralatan pneumatik, memasukkan kelembapan.

Nm3 adalah kebiasaan industri, bukan satuan SI. Secara ketat, N adalah simbol newton, sehingga "Nm3" bisa dibaca sebagai newton kali meter kubik. Gaya penulisan SI menaruh kondisi pengukuran pada besarannya, bukan pada satuannya (NIST SP 811). Undang-undang Jepang, misalnya, menuliskan kondisinya dengan kata-kata ("dikonversi ke suhu 0°C dan tekanan 1 atm"). Meski begitu, Nm3 tetap cara penulisan yang umum di industri.

Rumus konversi Nm3 ke m3

Untuk mengonversi Nm3 dan m3, kalikan dengan rasio suhu dan rasio tekanan. Ubah suhu menjadi suhu absolut dengan menambahkan 273,15 pada °C, dan ubah tekanan gauge menjadi tekanan absolut dengan menambahkan 101,325 kPa sebelum mengambil rasio.

Q [m3] = Q' [Nm3] × 273,15 + T273,15 × 101,325101,325 + P
Q' [Nm3] = Q [m3] × 273,15273,15 + T × 101,325 + P101,325
Q: volume aktual [m3] Q': volume pada kondisi normal [Nm3] T: suhu [°C] P: tekanan gauge [kPa] (selisih terhadap tekanan atmosfer, bukan tekanan absolut)

Baris pertama memberi m3 aktual dari Nm3. Baris kedua memberi Nm3 dari m3 aktual. Tentukan dulu angka mana yang Anda pegang sebelum memilih baris. Membulatkan 101,325 menjadi 101,32 atau 101,3 hampir tidak mengubah hasil.

Jika arahnya membingungkan, pikirkan apa yang terjadi secara fisik: suhu yang lebih tinggi menaikkan m3, dan tekanan yang lebih tinggi menurunkannya. Rumus yang sama berlaku untuk laju aliran. Masukkan Nm3/h dan hasilnya m3/h; masukkan Nm3/min dan hasilnya m3/min.

Gambar 3: Lima langkah mengonversi Nm3 dan m3

Periksa kondisi acuan dan jenis tekanan sebelum menyentuh rumus.

LANGKAH 01Periksa acuannyaApakah nilai di datasheet, flowmeter, atau katalog berupa Nm3, m3 aktual, atau acuan lain seperti ANR?
LANGKAH 02Periksa jenis tekananMPaG dan kPaG adalah gauge; MPa(abs) adalah absolut. Ubah semuanya ke kPa
LANGKAH 03Ubah ke absolut°C + 273,15; tekanan gauge + 101,325 kPa
LANGKAH 04Kalikan kedua rasioNm3 → m3: rasio suhu × rasio tekanan. Untuk arah sebaliknya, tukar pembilang dan penyebut
LANGKAH 05Cek kewajaran angkaUdara bertekanan: m3 harus lebih kecil dari Nm3. Gas buang panas: harus lebih besar

Alat ukur tekanan membaca nol pada tekanan atmosfer. Pada sisi vakum (pembacaan negatif), tambahkan pembacaan itu ke 101,325 kPa dengan cara yang sama untuk mendapatkan tekanan absolut.

Kesalahan yang paling sering terjadi adalah lupa menambahkan tekanan atmosfer pada tekanan gauge. Berikut tiga cara menghitung rasio tekanan untuk udara pada 0,5 MPaG:

Rasio tekanan pada 0,5 MPaG (500 kPaG): 101,325 ÷ tekanan absolut
Benar: 101,325 ÷ (101,325 + 500) ≈ 0,1685
Tekanan atmosfer terlupa: 101,325 ÷ 500 ≈ 0,2027 (sekitar 20% terlalu tinggi)
Tanpa koreksi tekanan: 1 (sekitar 5,9 kali nilai yang benar)

Jika koreksi tekanan dilewati sama sekali, volume udara bertekanan akan diperkirakan sekitar enam kali terlalu besar, sehingga pipa udara yang dipilih jauh lebih besar dari yang diperlukan.

Tabel berikut berisi faktor siap pakai dari rumus yang sama. Kalikan laju aliran dengan faktor itu untuk mengonversinya.

Gambar 4: Tabel cepat konversi Nm3 ke m3 (tekanan gauge × suhu)

Tiga kolom di kiri memberi m3 aktual untuk 1 Nm3. Tiga kolom di kanan memberi jumlah Nm3 dalam 1 m3 aktual pada tiap kondisi.

Tekanan gauge1 Nm3 → m31 m3 → Nm3
0°C
(32°F)
20°C
(68°F)
40°C
(104°F)
0°C
(32°F)
20°C
(68°F)
40°C
(104°F)
0 (atmosfer)1,0001,0731,1461,0000,9320,872
0,1 MPa (14,5 psig)0,5030,5400,5771,9871,8511,733
0,3 MPa (43,5 psig)0,2520,2710,2893,9613,6913,455
0,5 MPa (72,5 psig)0,1690,1810,1935,9355,5305,177
0,7 MPa (101,5 psig)0,1260,1360,1457,9087,3696,898
0,8 MPa (116 psig)0,1120,1210,1298,8958,2897,759
1,0 MPa (145 psig)0,0920,0990,10510,86910,1289,481

Dihitung sebagai gas ideal dengan tekanan atmosfer 101,325 kPa, dibulatkan tiga angka di belakang koma. Kelembapan diabaikan. Contoh: 100 Nm3/h pada 0,5 MPaG dan 20°C adalah 100 × 0,181 ≈ 18,1 m3/h.

Cara membaca tabel: pada udara bertekanan 0,7 MPaG dan 20°C, setiap 1 m3 volume pipa berisi sekitar 7,37 Nm3. Tekananlah yang menentukan faktornya. Pengaruh suhu jauh lebih kecil: selisih 20°C menggeser faktor sekitar 7%. Jika Anda lebih dulu memeriksa berapa atmosfer tekanan absolutnya, angka Anda tidak akan meleset satu orde besaran.

Contoh hitungan: udara bertekanan

Misalkan 100 Nm3/h udara bertekanan mengalir dalam pipa pada 40°C dan 0,5 MPaG (500 kPaG). Aliran volume aktualnya adalah:

Diketahui: Q' = 100 Nm3/h, T = 40°C, P = 500 kPa (gauge)
Q = 100 × 273,15 + 40273,15 × 101,325101,325 + 500
≈ 100 × 1,146 × 0,1685 ≈ 19,3 [m3/h]

Karena udaranya dimampatkan, volume aktualnya sekitar seperlima dari angka Nm3. Pakai 19,3 m3/h saat Anda menghitung kecepatan aliran di dalam pipa.

Sekarang arah sebaliknya. Sebuah pipa pada 25°C dan 0,7 MPaG (700 kPaG) membawa aliran aktual 5 m3/min:

Diketahui: Q = 5 m3/min, T = 25°C, P = 700 kPa (gauge)
Q' = 5 × 273,15273,15 + 25 × 101,325 + 700101,325
≈ 5 × 0,9162 × 7,908 ≈ 36,2 [Nm3/min]

Dikembalikan ke 0°C dan 1 atm, 5 m3/min itu menjadi 36,2 Nm3/min, sekitar 7,2 kali lipat. Pakai nilai ini saat Anda membandingkan suplai dengan konsumsi udara peralatan yang dinyatakan dalam Nm3/min.

Nm3 vs Sm3, ANR, dan SCFM

Nm3 memakai 0°C dan 1 atm, tetapi Sm3 (standard meter kubik) sering memakai 15°C atau 20°C pada 1 atm. Suhu acuannya bergantung pada industri, perusahaan, dan pabrikan.

Tabel konversi satuan Osaka Gas, misalnya, menetapkan N pada 0°C dan S pada 15°C. Dengan dasar itu, 1 Nm3 = 1,055 Sm3 (288,15 ÷ 273,15). Selisih acuan 15°C mengubah angka untuk gas yang sama sekitar 5%, dan selisih 20°C sekitar 7%. Dua nilai bisa sama-sama bertuliskan "standar" tetapi memakai kondisi yang berbeda. Untuk mengonversi ke Sm3, pakai rumus yang sama dengan suhu dan tekanan acuan itu sebagai pengganti 0°C dan 101,325 kPa. Jika acuannya memasukkan kelembapan, uap air menimbulkan selisih tambahan.

Katalog pneumatik Jepang sering memakai acuan ketiga, yaitu ANR. SMC mendefinisikan ANR sebagai udara pada 20°C, 100 kPa absolut, dan kelembapan relatif 65%, dengan merujuk ISO 8778 dan JIS B 8393, dan menuliskannya setelah satuan, seperti L/min (ANR).

Kapasitas kompresor (free air delivery, FAD) umumnya juga dinyatakan pada kondisi hisap. Anest Iwata, pabrikan kompresor Jepang, memakai 20°C, 0,1013 MPa, dan kelembapan relatif 65% sebagai kondisi hisapnya. Dalam materi yang sama, kebutuhan 500 NL/min (0°C, kering) dikalikan faktor perusahaan 1,079, lalu dipilih kompresor berkapasitas 540 L/min atau lebih.

Pada kompresor dan flowmeter impor Anda juga akan bertemu SCFM (standard cubic feet per minute), yang punya masalah serupa. "Standar" bisa berarti 60°F atau 68°F, di antara suhu lain, dan tekanannya bisa 14,696 psia (1 atm), 14,73 psia, atau 1 bar. Sebagian definisi juga menetapkan kelembapan. Sebagai acuan hitungan, 1 Nm3/h setara sekitar 0,622 SCFM pada 60°F dan 14,696 psia, atau sekitar 0,632 SCFM pada 68°F dan 14,696 psia (kering, gas ideal). Pastikan definisi mana yang dipakai pemasok kompresor atau flowmeter Anda.

Gambar 5: Perbandingan kondisi acuan yang umum

Masing-masing disebut "standar" oleh pihak tertentu, tetapi suhu, tekanan, dan kelembapannya berbeda.

Nm3 (normal)0°C / 101,325 kPa / kering. Udara pembakaran, nilai kalor gas bahan bakar, batas gas buang, kapasitas blower
Sm3 (standard)Sering 15°C atau 20°C / 1 atm. Ditentukan tiap perusahaan atau industri (mis. Osaka Gas memakai 15°C untuk S)
ANR (peralatan pneumatik)20°C / 100 kPa absolut / RH 65%. Ditulis setelah satuan, seperti L/min (ANR)
Kondisi hisap kompresormis. 20°C / 0,1013 MPa / 65%, sesuai pernyataan pabrikan. Dasar FAD di katalog
Meter gas kota Jepang (tekanan rendah)15°C / 103,325 kPa (2 kPa gauge). m3 pada tagihan gas diukur pada kondisi ini
Kondisi aktualSuhu dan tekanan setempat. Kecepatan di pipa dan duct, volume dalam tangki dan tabung

ANR dari SMC, kondisi hisap dari Anest Iwata, S dari Osaka Gas, meter gas dari J-Net21 (Organization for Small & Medium Enterprises and Regional Innovation, Japan). Nama yang sama bisa membawa kondisi berbeda di dokumen berbeda.

Saat membandingkan nilai di katalog atau datasheet, pastikan acuan yang dipakai tiap angka. Cari "(ANR)" setelah satuan, awalan atau akhiran N atau S, dan suhu pada catatan kaki. Untuk kecepatan di duct, selalu ubah dulu ke volume aktual.

Kapan memakai Nm3 dan kapan memakai m3

Saat merancang atau memilih duct, fan, atau kompresor udara, pilihannya tidak selalu jelas. Aturannya: pakai m3 bila Anda butuh volume, dan Nm3 bila Anda butuh jumlah (massa) gas.

Kecepatan udara di dalam duct, misalnya, bergantung pada suhu dan tekanan aktual udara yang lewat, sehingga dihitung dalam m3. Pembakaran berbeda. Oksigen yang dibutuhkan burner bergantung pada jumlah udara, bukan volumenya, sehingga udara pembakaran dihitung dalam Nm3, begitu juga gas buang yang dihasilkannya.

Gambar 6: Di mana m3 berlaku dan di mana Nm3 berlaku

Untuk udara yang sama, tentukan ukuran peralatan dalam m3 dan hitung jumlah gas dalam Nm3.

KompresorPipa dan ductBurnerCerobong Rating kondisi hisapm3 aktual utk kecepatanNm3 utk kebutuhan udaraDasar Nm3 utk batas

FAD kompresor sering dinyatakan pada kondisi hisap pabrikan (20°C, RH 65%, dan sebagainya), yang berbeda beberapa persen dari Nm3.

Karena alasan yang sama, angka komersial dan regulasi di Jepang biasanya berbasis Nm3. Nilai kalor gas kota dinyatakan per 1 m3 gas pada 0°C dan 101,325 kPa, dan standar emisi debu, jelaga, dan NOx di Jepang berlaku per 1 m3 gas buang yang dikonversi ke 0°C dan 1 atm.

Hati-hati: "kondisi standar" pada baku mutu emisi Indonesia memakai 25°C

Di Indonesia, konsentrasi emisi sering dinyatakan dalam mg/Nm3, tetapi acuan volumenya tidak selalu 0°C. Beberapa peraturan menteri lingkungan hidup yang kami periksa mendefinisikan volume gas dalam keadaan standar pada 25°C dan tekanan 1 atm, pada kondisi kering. Contohnya Permen LH No. 7 Tahun 2007 (ketel uap), Permen LHK No. P.15/2019 (pembangkit listrik tenaga termal), dan Permen LHK No. P.17/2019 (industri pupuk).

Artinya, angka "Nm3" pada dokumen Jepang (0°C) dan pada baku mutu emisi Indonesia (25°C) tidak bisa langsung dibandingkan. Pada 1 atm, volume pada 25°C lebih besar sekitar 9,2% daripada volume pada 0°C (298,15 ÷ 273,15), sehingga konsentrasi yang sama menghasilkan angka mg/Nm3 yang lebih kecil bila acuannya 25°C.

Konsentrasi pada acuan 25°C = konsentrasi pada acuan 0°C × 273,15 ÷ 298,15 (1 atm, kering)
100 mg/Nm3 (acuan 0°C) × 273,15298,15 ≈ 100 × 0,916 ≈ 91,6 [mg/Nm3] (acuan 25°C)
Koreksi oksigen acuan (mis. 6% atau 7% O2) dihitung terpisah dan tidak termasuk dalam faktor ini.

Jika Anda mengisi laporan emisi atau membandingkan hasil uji cerobong dengan jaminan dari pemasok Jepang, tuliskan acuan suhu di samping angka dan ikuti peraturan yang berlaku untuk jenis kegiatan Anda. Peraturan lain bisa berbeda dari tiga contoh di atas, jadi periksa lampirannya.

Konversi konsentrasi ke acuan oksigen tertentu dibahas terpisah, dan input panas dari Nm3 bahan bakar dikalikan nilai kalor.

Contoh hitungan: udara pembakaran, gas buang, dan gas kota

Langkah yang sama berlaku di luar udara bertekanan. Pada tekanan mendekati atmosfer, Anda dapat menganggap tekanan gauge nol dan hanya mengoreksi suhu.

Udara pembakaran pada 30°C

Burner boiler membutuhkan 1.000 Nm3/h udara, dan forced-draft fan menghisap udara pada 30°C (86°F). Volume yang benar-benar dipindahkan fan adalah:

Diketahui: Q' = 1.000 Nm3/h, T = 30°C, P ≈ 0 kPa (mendekati atmosfer)
Q = 1.000 × 273,15 + 30273,15 ≈ 1.000 × 1,110 ≈ 1.110 [m3/h]

Dibandingkan dengan 0°C, fan harus memindahkan volume sekitar 11% lebih banyak untuk Nm3 yang sama. Karena itu beban fan berubah ketika suhu udara hisap berubah, misalnya antara siang yang terik dan malam yang lebih sejuk.

Gas buang pada 200°C

Sekarang 1.000 Nm3/h gas buang mengalir di cerobong pada 200°C (392°F):

Diketahui: Q' = 1.000 Nm3/h, T = 200°C, P ≈ 0 kPa (mendekati atmosfer)
Q = 1.000 × 273,15 + 200273,15 ≈ 1.000 × 1,732 ≈ 1.732 [m3/h]

Gas buang panas menempati sekitar 1,7 kali volume normalnya, jadi tentukan ukuran cerobong dan duct berdasarkan m3/h aktual.

Gambar 7: 1.000 Nm3/h menjadi berapa m3/h aktual

Jumlah gasnya sama, tetapi volume aktual udara bertekanan dan gas buang panas berbeda lebih dari sepuluh kali lipat.

0,7 MPaG, 20°C (udara bertekanan)~136 m3/h
1 atm, 0°C (kondisi normal)1.000 m3/h
1 atm, 30°C (udara pembakaran)~1.110 m3/h
1 atm, 200°C (gas buang)~1.732 m3/h

Nilai gas ideal. Nilai pada 0,7 MPaG, 20°C memakai faktor tabel 0,136.

Pembacaan meter gas kota di Jepang

Jika Anda meninjau data energi dari pabrik di Jepang, perhatikan bahwa m3 pada tagihan gas kota Jepang adalah volume yang melewati meter gas, bukan Nm3 pada 0°C dan 1 atm. Menurut J-Net21, meter gas tekanan rendah membaca volume pada 15°C dan 103,325 kPa (2 kPa gauge), dan meter tekanan menengah membaca volume pada 15°C dan 102,306 kPa. Faktor konversi ke Nm3 karenanya 0,9667 untuk meter tekanan rendah dan 0,9571 untuk meter tekanan menengah. Penjelasan J-Net21 mengasumsikan definisi nilai kalor Tokyo Gas, jadi untuk perusahaan gas lain, periksa kondisi meter pada dokumen perusahaan itu sendiri.

Faktor-faktor ini cocok dengan rumus konversi. Untuk meter tekanan rendah:

Diketahui: T = 15°C, tekanan absolut 103,325 kPa (101,325 + 2)
273,15273,15 + 15 × 103,325101,325 ≈ 0,9479 × 1,0197 ≈ 0,9667

Misalkan meter tekanan rendah mencatat 1.000 m3 dalam sebulan. Nilai kalor standar gas kota 13A, 45 MJ, berlaku per 1 m3 gas pada 0°C dan 101,325 kPa (Tokyo Gas).

Diketahui: pembacaan meter 1.000 m3 (meter tekanan rendah), nilai kalor standar 45 MJ/Nm3 (13A)
1.000 × 0,9667 ≈ 966,7 [Nm3]
966,7 × 45 ≈ 43.500 [MJ] (sekitar 43,5 GJ)

Mengalikan pembacaan meter langsung dengan 45 MJ memberi 45.000 MJ, kelebihan sekitar 3%. Untuk mendapatkan input panas atau intensitas energi yang benar, konversikan ke Nm3 sebelum mengalikan nilai kalor. Formulir pelaporan di Jepang berbeda dalam hal apakah yang diminta pembacaan meter mentah atau nilai terkonversi, jadi ikuti catatan pada tiap formulir.

Gambar 8: Dari pembacaan meter gas kota ke input panas

Kalikan m3 pada tagihan dengan sebuah faktor untuk mendapat Nm3, lalu dengan nilai kalor standar.

Pembacaan meter m3Tekanan rendah: volume pada 15°C, 2 kPa gauge
× 0,9667Tekanan menengah (dengan koreksi tekanan): × 0,9571
Kondisi normal Nm3Gas kering pada 0°C, 101,325 kPa
× 45 MJ/Nm3Nilai kalor standar 13A. 1.000 m3 ≈ 43,5 GJ

Faktor dari J-Net21; nilai kalor dari Tokyo Gas. Nilai kalor dan kondisi meter dapat berbeda menurut perusahaan gas dan kontrak, jadi periksa dokumen perusahaan gas yang bersangkutan.

Checklist untuk datasheet dan katalog Jepang

Gunakan daftar ini ketika datasheet, flowmeter, atau katalog Jepang mencantumkan aliran gas atau udara:

  • Datasheet: satuan aliran (Nm3/h, m3/h, Sm3/h) serta kolom suhu dan tekanan operasi
  • Tekanan: gauge (MPaG, kPaG) atau absolut (MPa abs)
  • Flowmeter: pelat nama atau manual menyebut apakah ada kompensasi suhu dan tekanan (menampilkan Nm3/h) atau tanpa kompensasi (menampilkan aliran aktual)
  • Katalog pneumatik: "(ANR)" setelah satuan, atau catatan seperti "dikonversi ke kondisi hisap"
  • Rating kompresor: suhu, tekanan, dan kelembapan hisap di balik angka FAD
  • Sm3 atau SCFM: suhu dan tekanan acuan yang dipakai
  • Data meter gas: meter tekanan rendah atau menengah (dengan koreksi tekanan atau tidak)
  • Laporan emisi: acuan volume pada peraturan Anda 0°C atau 25°C, serta acuan O2-nya

Jika kondisinya tidak tertulis, jangan bandingkan angkanya begitu saja; tanyakan kepada penerbit dokumen. Selisih 2–7% dapat menaikkan atau menurunkan pilihan kompresor atau blower satu ukuran. Fan, blower, dan kompresor juga bekerja pada rentang tekanan yang berbeda dan menyatakan aliran udara dengan cara berbeda.

Pertanyaan untuk pemasok Jepang

  • Apakah aliran ini dinyatakan dalam Nm3 (0°C, 101,325 kPa, kering) atau pada acuan lain, seperti Sm3 atau ANR? Suhu, tekanan, dan kelembapan berapa yang dipakai?
  • Apakah tekanan pada datasheet adalah gauge atau absolut?
  • Berapa suhu dan tekanan operasi aktual di sisi masuk dan keluar peralatan?
  • Apakah flowmeter mengompensasi suhu dan tekanan? Jika ya, pada kondisi acuan apa aliran yang ditampilkan dinyatakan?
  • Apakah kapasitas kompresor adalah free air delivery pada kondisi hisap? Kondisi hisap yang mana?
  • Bisakah Anda memberi aliran yang sama dalam m3/h aktual pada kondisi desain, atau dalam acuan yang kami pakai?

Contoh surat singkat yang bisa Anda sesuaikan (pemasok Jepang biasanya lebih nyaman dengan bahasa Inggris, jadi istilah teknisnya sengaja dibiarkan dalam bahasa Inggris):

Subjek: Basis aliran pada datasheet [tag peralatan]

Datasheet Anda mencantumkan aliran udara pembakaran 1.000 Nm3/h dan tekanan suplai 0,7 MPa. Mohon konfirmasi (1) kondisi acuan Nm3 (suhu, tekanan, dan kering atau lembap), (2) apakah 0,7 MPa adalah tekanan gauge atau absolut, dan (3) suhu dan tekanan inlet aktual pada titik desain (design point). Jika memungkinkan, mohon juga berikan aliran dalam m3/h aktual pada kondisi tersebut.

(In English, if easier: Please confirm the reference conditions for Nm3 (temperature, pressure, dry or humid), whether 0.7 MPa is gauge or absolute, and the actual inlet temperature and pressure at the design point. If possible, please also give the flow in actual m3/h at those conditions.)

Batasan panduan ini

  • Rumus dan tabel memperlakukan gas sebagai gas ideal dan kering. Kelembapan, tekanan tinggi, dan gas yang mendekati kondisi mengembun memerlukan koreksi (lihat FAQ).
  • Kondisi acuan Sm3, ANR, rating kompresor, dan SCFM bervariasi menurut perusahaan, industri, dan dokumen. Contoh di sini berasal dari sumber yang tercantum di bawah; selalu pakai definisi pada datasheet Anda sendiri.
  • Faktor SCFM adalah hitungan kami sendiri pada kondisi yang disebutkan, bukan nilai dari suatu standar.
  • Faktor gas kota dan nilai kalor adalah nilai J-Net21 dan Tokyo Gas. Perusahaan gas dan kontrak lain dapat berbeda.
  • Acuan 25°C hanya kami konfirmasi pada tiga peraturan menteri yang disebut di atas. Peraturan emisi lain dan izin lingkungan Anda dapat berbeda; ikuti dokumen yang berlaku untuk pabrik Anda.
  • Pemilihan peralatan dan kepatuhan emisi mengikuti spesifikasi proyek dan peraturan yang berlaku. Tangki udara dan bejana tekanan juga tunduk pada ketentuan K3, antara lain Permenaker No. 37 Tahun 2016; tekanan kerja pada pelat nama tidak boleh digantikan dengan angka Nm3. Panduan ini hanya menjelaskan konversi satuan.

FAQ

Bagaimana cara mengonversi Nm3/h ke m3/h?

Pakai rumus yang sama seperti untuk volume: kalikan dengan (273,15 + T) / 273,15 dan dengan 101,325 / (101,325 + P), dengan T dalam °C dan P dalam kPa gauge. Pada 0,5 MPaG dan 20°C, m3/h = Nm3/h × 0,181, dan Nm3/h = m3/h × 5,53. Untuk kondisi lain, gunakan tabel di atas.

Apa beda Nm3 dan Sm3?

Suhu acuannya. Nm3 pada 0°C dan 1 atm; Sm3 sering pada 15°C atau 20°C, bergantung pada perusahaan atau industri. Dengan S pada 15°C, 1 Nm3 = 1,055 Sm3. Untuk mengonversi ke Sm3 atau ANR, ganti 273,15 dan 101,325 dalam rumus dengan suhu absolut dan tekanan absolut acuan itu. Perlu diingat juga bahwa "keadaan standar" pada beberapa baku mutu emisi Indonesia adalah 25°C dan 1 atm, jadi mg/Nm3 di sana tidak sama dengan acuan 0°C.

Bagaimana cara mengonversi Nm3 ke kg?

Kalikan berat molekul gas (g/mol) dengan 44,6. Hasilnya massa dalam gram per Nm3, karena 1 Nm3 sekitar 44,6 mol. Untuk udara kering (berat molekul rata-rata 28,97), nilainya sekitar 1,29 kg/Nm3, jadi 100 Nm3/h udara sekitar 129 kg/h. Untuk udara lembap atau gas lain, hitung ulang dengan berat molekulnya.

Apa beda NL/min dan L/min (ANR)?

NL/min adalah aliran pada 0°C dan 1 atm pada basis kering. L/min (ANR) adalah aliran pada 20°C, 100 kPa, dan RH 65%. Dengan tekanan uap jenuh air pada 20°C (sekitar 2,34 kPa, NIST), kami memperkirakan 1 m3 (ANR) mengandung sekitar 0,91 Nm3 udara kering. Jadi untuk udara yang sama, angka ANR sekitar 10% lebih besar. Pabrikan memperlakukan kelembapan secara berbeda (pemilihan kompresor Anest Iwata, misalnya, memakai faktor 1,079), jadi ikuti catatan katalog saat memilih peralatan.

Apakah rumus konversi berlaku pada tekanan tinggi?

Ya, untuk udara bertekanan pabrik yang umum sampai sekitar 1 MPa. Rumus ini mengasumsikan gas ideal. Dengan data NIST, faktor kompresibilitas Z nitrogen pada 20°C dan 0,7 MPa absolut adalah 0,9984, dalam 0,2% dari gas ideal. Untuk gas pada tekanan jauh lebih tinggi, atau gas yang mudah mencair seperti propana, koreksi dengan faktor kompresibilitas Z.

Sumber

Bermanfaat? Bagikan

Tentang editor

Editor MONOSCOPEFOUNDER & EDITOR

Sekitar sepuluh tahun bekerja di produsen peralatan pabrik dan perusahaan rekayasa pabrik, menangani usulan, desain, dan uji jalan peralatan, lalu beralih ke pemasaran digital. Kini menjadi konsultan web bagi produsen B2B, membantu mereka menjelaskan produk dan teknologinya. Memegang lisensi nasional Jepang sebagai Energy Manager dan Insinyur Kepala Listrik Kelas Tiga.

Menulis blog teknik sejak 2017 (lebih dari 500 artikel) dan mengelola kanal YouTube berbahasa Jepang dengan sekitar 20.000 pelanggan. Setiap panduan ditulis dari sudut pandang lantai produksi Jepang dan diperiksa terhadap standar yang dikutip.

MoreRelated

Panduan lainnya

Semua panduan