Hozen: Jenis Maintenance, Peran, dan TPM di Pabrik Jepang

Anda bergabung dengan pabrik milik perusahaan Jepang, atau mulai memasok barang ke pabrik seperti itu, dan kata hozen muncul di setiap rapat. Manajer Jepang bertanya apakah sebuah konveyor tetap pakai "BM", ingin memindahkan pompa dari "TBM" ke "CBM", dan menyebut "tim hozen" seolah semua orang sudah tahu di mana tugasnya berakhir dan tugas produksi dimulai. Istilah-istilah ini sebenarnya sejalan dengan konsep maintenance yang umum, tetapi beberapa di antaranya tidak berarti seperti yang Anda duga.
Panduan ini menjelaskan apa yang dicakup setsubi hozen (設備保全, pemeliharaan peralatan) di pabrik Jepang, apa yang sebenarnya dikerjakan departemen maintenance, bagaimana istilah Jepang membagi jenis maintenance, dan di mana posisinya dalam TPM (Total Productive Maintenance). Di bagian akhir ada tabel istilah, daftar pertanyaan untuk pihak Jepang, dan FAQ.
Daftar isi
- Hozen (Setsubi Hozen) Adalah
- Apa yang Dikerjakan Tim Hozen
- Jenis Maintenance dalam Istilah Jepang
- Posisi Hozen dalam TPM
- Metrik Maintenance yang Dipakai Pabrik Jepang
- Jendela Shutdown: Saat Hozen Paling Sibuk
- Keselamatan: Hentikan dan Kunci Mesin Sebelum Bekerja
- Keterampilan dan Sertifikasi Kikai Hozen
- Rujukan Cepat: Istilah Maintenance Jepang
- Pertanyaan untuk Pihak Jepang
- Batasan Panduan Ini
- FAQ
Hozen (Setsubi Hozen) Adalah
Hozen (保全) berarti maintenance, dan setsubi hozen adalah pemeliharaan peralatan: semua kegiatan pabrik untuk menjaga peralatan tetap menghasilkan performa aslinya. Cakupannya tidak terbatas pada mesin produksi seperti mesin perkakas, lini assembly, dan konveyor. Cakupannya juga meliputi utilitas yang menjalankan pabrik, yaitu kompresor, peralatan penerima dan transformasi listrik, AC, dan boiler.
Standar Jepang JIS Z 8141 (istilah manajemen produksi) mendefinisikan pemeliharaan peralatan sebagai kegiatan yang menjalankan tiga fungsi untuk menjaga performa peralatan: mencegah penurunan kondisi (deteriorasi), mengukur penurunan itu, dan memulihkan performa setelah terjadi penurunan. Kegiatan yang disebut di dalamnya adalah perencanaan, inspeksi, pengujian, penyetelan, servis, perbaikan, dan penggantian, yang dilakukan setiap hari atau secara berkala.
Definisi ini berangkat dari satu asumsi: peralatan pasti menurun kondisinya jika dipakai. Hozen memperlambat penurunan itu, memantau seberapa jauh penurunannya, dan mengembalikan bagian yang aus ke kondisi semula, sehingga peralatan terus berjalan tanpa berhenti mendadak.
Definisi JIS Z 8141 yang diterjemahkan menjadi pekerjaan di lantai produksi.
Pabrik Jepang menganggap hal ini serius karena satu mesin yang berhenti bisa menghentikan seluruh lini. Berhenti berarti pengiriman terlambat dan rencana produksi harus disusun ulang, ditambah biaya tenaga kerja selama lini menganggur dan cacat saat start-up ketika lini dijalankan kembali. Peralatan yang kondisinya menurun juga menimbulkan masalah walau masih jalan, misalnya dimensi yang bervariasi dan benda asing pada produk.
Peralatan dengan kelainan yang belum ditangani juga bisa bergerak di luar dugaan, sehingga menjadi risiko keselamatan. Karena itu hozen menyentuh output, kualitas, keselamatan, dan biaya sekaligus.
Apa yang Dikerjakan Tim Hozen

Departemen maintenance (hozen bumon) membagi pekerjaannya menjadi dua: pekerjaan terencana yang dilakukan menurut siklus tetap, dan penanganan kerusakan ketika ada yang gagal tanpa peringatan. Batas pembagiannya berbeda di tiap perusahaan, tetapi enam tugas di bawah ini tergolong tipikal.
Baris atas: mengukur kondisi. Baris tengah: memperbaiki dan meningkatkan. Baris bawah: menjalankan operasi maintenance.
Catatan: Di pabrik kecil, satu orang sering menangani keenamnya. Di pabrik besar, staf perencanaan biasanya dipisah dari teknisi lapangan.
Inspeksi dan Penanganan Kerusakan
Inspeksi harian adalah fondasinya. Teknisi berkeliling dengan checklist tetap, mencari suara atau getaran yang tidak biasa, suhu yang naik, dan rembesan oli. Sebagian besar kelainan memberi semacam peringatan sebelum menjadi kerusakan, dan tujuan inspeksi adalah menangkap peringatan itu.
Namun sebanyak apa pun inspeksi, kerusakan mendadak tidak pernah nol. Ketika lini berhenti, teknisi hozen dipanggil dan harus memastikan apakah penyebabnya sensor, motor, atau program kontrol, lalu menjalankan kembali lini. Output nol selama lini mati, sehingga yang diuji di sini adalah kecepatan dan ketepatan mempersempit penyebab.
Improvement dan Perencanaan Maintenance
Perbaikan bukan akhir pekerjaan. Tim hozen menggali mengapa suatu komponen rusak dan mengubah sesuatu agar tidak terulang, misalnya material yang lebih tahan aus untuk komponen yang cepat habis, atau lubang pelumasan yang dipindah ke posisi yang mudah dijangkau. Tiap perubahan membuat peralatan sedikit lebih sedikit butuh perhatian.
Departemen ini juga menyimpan rekaman inspeksi dan penggantian, serta mencatat biaya maintenance tiap mesin. Rekaman itu menjadi dasar untuk memperkirakan penggantian berikutnya dan menentukan peralatan mana yang sebaiknya diganti total.
Ritme pekerjaan ini jam demi jam, dan bagaimana kerusakan mengacaukan hari yang sudah direncanakan, dibahas dalam panduan terpisah.
Mekanik vs. Elektrik, dan Perbedaan Hozen dengan Seisan Gijutsu
Tim hozen yang lebih besar sering dibagi menurut disiplin. Staf mekanik (kikai-kei) menangani bearing, gear, peralatan hidrolik dan pneumatik, serta pompa. Staf elektrik (denki-kei) menangani motor, inverter (VFD), sensor, panel kontrol, dan PLC. Di pabrik kecil, satu orang biasa menangani keduanya.
Peran yang paling sering tertukar dengan hozen adalah seisan gijutsu (production engineering). Secara kasar, production engineering merencanakan dan meluncurkan lini serta peralatan baru, sedangkan hozen menjaga peralatan itu tetap berjalan setiap hari setelah start-up dan terus memperbaikinya.
Jenis Maintenance dalam Istilah Jepang
Pabrik Jepang memakai beberapa metode maintenance dan memilihnya menurut seberapa kritis peralatan serta seberapa besar dampak jika rusak. Metode ini terbagi dua kelompok: yang menjaga peralatan tetap berjalan, dan yang membuat peralatannya sendiri menjadi lebih baik.
"Memperbaiki atau mencegah kerusakan" (memelihara) vs. "membuat peralatan lebih baik" (meningkatkan).
Catatan: Definisi mengikuti JIS Z 8141 (istilah manajemen produksi). Nama dan pengelompokan berbeda-beda di tiap perusahaan.
Hati-hati dengan singkatan "CM". Dalam penggunaan bahasa Inggris umum, "corrective maintenance" biasanya berarti memperbaiki peralatan setelah rusak. Dalam praktik TPM di Jepang, "CM" umum dipakai untuk kairyo hozen, pekerjaan peningkatan yang mengubah peralatan agar kerusakan tidak terulang. Bahkan JIS Z 8141 mencantumkan "corrective maintenance" sebagai istilah Inggris untuk jigo hozen (perbaikan setelah kelainan). Jika sebuah laporan atau lembar KPI menulis "CM", tanyakan yang mana yang dimaksud.
Jigo Hozen: Breakdown Maintenance (BM)
JIS Z 8141 mendefinisikan jigo hozen (事後保全) sebagai maintenance yang dilakukan setelah kelainan terdeteksi, untuk memulihkan item ke kondisi yang berfungsi sesuai tuntutan. Singkatnya: diperbaiki ketika rusak.
Kedengarannya ceroboh, tetapi menerapkan preventive maintenance pada semua mesin tidak realistis. Memilih breakdown maintenance dengan sengaja bisa menjadi pilihan rasional untuk peralatan yang berhentinya hampir tidak memengaruhi output, peralatan yang punya unit cadangan, dan komponen yang murah serta cepat diganti.
Teiki Hozen: Time-Based Maintenance (TBM)
Preventive maintenance (yobo hozen, 予防保全) adalah maintenance yang mengurangi dampak penurunan kondisi dan menurunkan peluang kerusakan. Teiki hozen (定期保全), juga disebut time-based maintenance (TBM), adalah bentuk yang oleh JIS didefinisikan sebagai preventive maintenance pada interval waktu yang dijadwalkan.
Siklusnya berasal dari catatan kerusakan dan rekomendasi pembuat mesin: "ganti belt ini setiap enam bulan", "bongkar dan periksa pompa ini setahun sekali". TBM mudah direncanakan, tetapi ia juga mengganti komponen yang sebenarnya masih punya sisa umur. Siklus yang terlalu pendek membuat biaya naik; siklus yang terlalu panjang gagal mencegah kerusakan.
Yochi Hozen: Condition-Based Maintenance (CBM)
Condition-based maintenance (CBM) bertindak berdasarkan kondisi peralatan, bukan kalender. JIS Z 8141 mendefinisikan yochi hozen (予知保全, predictive maintenance) sebagai metode preventive maintenance yang memantau tren penurunan kondisi dengan teknik diagnosis peralatan dan mengambil tindakan terbaik pada waktu terbaik sebelum rusak, serta mencatat bahwa metode ini juga disebut condition-based maintenance.
Teknisi mengukur getaran, suhu, arus, atau kondisi pelumas, lalu mengganti komponen ketika tren melewati batas yang ditetapkan. Keunggulannya, peralatan hanya ditangani saat memang perlu, dan sebanyak yang diperlukan. Sensor dan analisis data membuat CBM makin umum.
Tidak ada yang terbaik secara umum. Masing-masing cocok untuk sebagian peralatan dan tidak untuk yang lain.
Catatan: Pabrik sungguhan biasanya menggabungkan ketiganya, disesuaikan dengan tingkat kekritisan tiap peralatan.
Kairyo Hozen dan Hozen Yobo: Memperbaiki Peralatannya
Kairyo hozen (改良保全, improvement maintenance) bertujuan membuat peralatan lebih jarang rusak atau meningkatkan performanya. Jika titik yang sama terus rusak, mengubah desain biasanya berujung lebih murah daripada mengganti komponen berulang kali.
Hozen yobo (保全予防, maintenance prevention, MP) bertindak lebih hulu lagi. Catatan maintenance dan data kerusakan masa lalu dimasukkan ke peralatan baru pada tahap perencanaan dan desain, sehingga peralatan lebih kecil kemungkinannya rusak dan lebih mudah diinspeksi sejak hari pertama.
Ketika tim hozen mengirim persyaratan ke production engineering atau ke pembuat mesin sebelum peralatan baru dibeli, itulah maintenance prevention dalam praktik. Jika Anda membuat atau memasok peralatan untuk pelanggan Jepang, Anda mungkin menerima permintaan seperti ini.
Posisi Hozen dalam TPM

Di pabrik Jepang, maintenance bukan hanya tugas departemen maintenance. TPM (Total Productive Maintenance), yang dipakai luas di manufaktur Jepang, diajukan pada 1971 oleh Japan Institute of Plant Maintenance (JIPM). JIPM menyatakan tujuannya: membangun sistem, dengan keterlibatan semua orang, yang mencegah semua jenis kerugian sebelum terjadi, seperti "nol kecelakaan, nol cacat, nol kerusakan".
Dua pilar berkaitan langsung dengan pemeliharaan peralatan: autonomous maintenance dan planned maintenance.
Catatan: Nama pilar dan tiga pengelompokan mengikuti halaman "Apa itu TPM" dari JIPM (bahasa Jepang). Deskripsinya ringkasan umum. Terjemahan nama pilar berbeda-beda antar sumber.
Pilar yang paling dekat dengan hozen adalah jishu hozen (autonomous maintenance). Operator produksi yang menjalankan peralatan setiap hari melakukan sendiri pembersihan, pelumasan, pengencangan ulang baut, dan inspeksi sederhana, dengan prinsip bahwa orang yang menyentuh peralatan setiap hari adalah yang pertama menyadari ada yang tidak beres.
Setelah autonomous maintenance berjalan, tim hozen tidak lagi menghabiskan waktu untuk perawatan rutin. Mereka bisa fokus pada keikaku hozen (計画保全, planned maintenance): servis berkala, diagnosis, dan pekerjaan improvement yang membutuhkan keahlian khusus.
Menemukan kelainan lewat pembersihan juga banyak beririsan dengan 5S (5R: Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin), dan dianggap sebagai fondasi improvement di lantai produksi.
Metrik Maintenance yang Dipakai Pabrik Jepang
Kesan "kerusakan kita berkurang" tidak cukup untuk menilai maintenance. Pabrik mengukur seberapa efektif peralatan berjalan dan memakai angkanya untuk menentukan prioritas improvement.
Tiga rasio yang dikalikan menangkap kerugian akibat berhenti, melambat, dan membuat cacat.
Catatan: OEE dikembangkan oleh JIPM. Rumus dan istilahnya mengikuti JIS Z 8141. Istilah Jepang: setsubi sogo koritsu (OEE), jikan kadoritsu (availability), seino kadoritsu (performance), ryohinritsu (quality rate).
OEE (Overall Equipment Effectiveness) memisahkan kerugian: Anda bisa melihat apakah masalahnya berhenti, berjalan lambat, atau cacat. Dua metrik keandalan mudah dibaca: MTBF yang lebih panjang berarti peralatan lebih jarang rusak, dan MTTR yang lebih pendek berarti perbaikan lebih cepat. Karena itu keduanya sering dipakai untuk menunjukkan hasil improvement maintenance.
Jumlah panggilan kerusakan dan total downtime akibatnya juga dipakai sebagai ukuran untuk departemen maintenance. Sebelum membandingkan angka-angka ini dengan pabrik lain, pastikan dulu bagaimana masing-masing pihak menghitung downtime.
Jendela Shutdown: Saat Hozen Paling Sibuk
Di Jepang, libur panjang (Golden Week pada akhir April sampai awal Mei, libur musim panas, dan libur Tahun Baru) adalah kesempatan langka untuk menghentikan peralatan dalam waktu lama. Banyak pabrik menjadwalkan servis besar dan upgrade peralatan pada waktu-waktu ini, sehingga tim hozen paling sibuk justru saat pabrik tutup. Pabrik yang beroperasi 24 jam juga bisa menempatkan staf maintenance dalam shift atau memanggil mereka pada malam hari dan hari libur.
Di Indonesia, pabrik umumnya punya jendela shutdown sendiri, misalnya libur panjang sekitar Lebaran dan akhir tahun. Pola mana yang dipakai di pabrik Anda perlu dikonfirmasi ke tim hozen setempat. Jika Anda kontraktor atau pembuat mesin, jendela-jendela ini menentukan jadwal.
Tim hozen menyusun urutan dan langkah keselamatan untuk pekerjaan upgrade saat libur bersama kontraktor jauh-jauh hari. Jika pabrik induk di Jepang juga ikut mengatur pekerjaan, kalender liburnya (Golden Week, Obon, Tahun Baru) bisa memengaruhi jadwal pengiriman dan konfirmasi.
Pabrik proses yang punya siklus inspeksi menurut peraturan merencanakan shutdown besarnya sendiri; lihat teishu (turnaround pabrik).
Keselamatan: Hentikan dan Kunci Mesin Sebelum Bekerja
Pekerjaan hozen berlangsung tepat di samping mesin yang bisa bergerak. Di Jepang, Pasal 107 Peraturan Keselamatan dan Kesehatan Industri (Rōdō Anzen Eisei Kisoku) mewajibkan pemberi kerja menghentikan mesin ketika pekerjaan pembersihan, pelumasan, inspeksi, perbaikan, atau penyetelan dapat membahayakan pekerja. Pekerjaan penyetelan ditambahkan ke daftar itu pada Oktober 2013.
Setelah mesin dihentikan, pemberi kerja wajib mengambil langkah seperti mengunci alat penyalaan dan memasang tanda di atasnya, agar tidak ada orang selain pekerja yang mengerjakan tugas itu yang bisa menyalakannya. Leaflet Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang (MHLW) menambahkan bahwa tanda bisa lepas atau terlewat dilihat, sehingga kunci sebaiknya dipakai bersama tanda.
Pekerjaan di luar rutinitas seperti inspeksi, penyetelan, dan membersihkan macet disebut hiteijo sagyo (非定常作業, pekerjaan non-rutin). Leaflet kantor pengawas standar kerja Jepang menggambarkan kecelakaan fatal ketika tidak ada prosedur kerja aman untuk pekerjaan penyetelan dan mesin menyala kembali saat pekerjaan berlangsung.
Semua ini adalah ketentuan hukum Jepang. Di Indonesia yang berlaku adalah K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) menurut UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dan peraturan turunannya, antara lain Permenaker No. 38 Tahun 2016 tentang K3 Pesawat Tenaga dan Produksi, yang cakupannya meliputi perencanaan sampai perbaikan dan pengujian.
Artikel ini tidak membandingkan pasal per pasal dan bukan instruksi kerja. Prosedur dari perusahaan induk di Jepang dan aturan setempat bisa berbeda, jadi pastikan aturan mana yang berlaku di pabrik Anda dan siapa yang mengesahkannya (misalnya bagian K3 pabrik).
Saat lini yang berhenti ditekan untuk segera jalan, risikonya adalah melewati langkah; pengecekan yang terburu-buru bisa menyebabkan kecelakaan lanjutan atau perbaikan yang salah. Untuk praktik kesadaran bahaya yang berkaitan, lihat kiken yochi (KY, prediksi bahaya) dan laporan hiyari hatto (nyaris celaka).
Keterampilan dan Sertifikasi Kikai Hozen
Hozen membutuhkan pengetahuan mekanik dan elektrik, dan sebagian besar teknisi membangun cakupannya sambil bekerja, menangani kerusakan bersama staf senior. Di sisi mekanik, dasarnya adalah struktur bearing, gear, dan peralatan hidrolik serta pneumatik, ditambah kemampuan membaca gambar teknik. Di sisi elektrik, dasar rangkaian listrik ditambah pemahaman PLC dan sequence control membuat isolasi kerusakan jauh lebih cepat.
Keterampilan yang mudah terlewat adalah koordinasi. Teknisi hozen menegosiasikan waktu berhenti dengan produksi, mendapat gambaran gejala yang akurat dari operator, dan menjelaskan spesifikasi kepada kontraktor. Pekerjaan ini melibatkan orang sama banyaknya dengan mesin.
Kualifikasi Jepang yang paling dikenal di bidang ini adalah Kikai Hozen Gino Kentei (機械保全技能検定, ujian keterampilan nasional untuk pemeliharaan mesin). Yang lulus boleh memakai gelar kikai hozen ginoshi (teknisi pemeliharaan mesin bersertifikat), dan JIPM menyelenggarakan ujiannya.
Level 3 tidak mensyaratkan pengalaman kerja, sehingga sering menjadi target pertama bagi pemula. Anda mungkin melihat levelnya di CV insinyur Jepang atau di rencana pelatihan perusahaan induk.
Level yang lebih tinggi menuntut lebih banyak tahun pengalaman langsung.
Catatan: Berdasarkan panduan JIPM untuk ujian kedua tahun 2026 (bahasa Jepang). Pengalaman yang dibutuhkan bisa dipersingkat tergantung pendidikan dan pelatihan kejuruan. Periksa situs resmi untuk rincian terbaru.
Tergantung peralatannya, staf hozen Jepang juga bisa memegang lisensi seperti tukang listrik (denki koji shi), kepala teknisi listrik (denki shunin gijutsusha), teknisi bahan berbahaya (kikenbutsu toriatsukaisha), lisensi terkait boiler, serta sertifikat pelatihan crane dan slinging. Di Jepang, sebagian pekerjaan pada peralatan listrik dan boiler hanya boleh dilakukan oleh orang berlisensi secara hukum, sehingga staf menambah lisensi sesuai peralatan yang mereka pegang.
Sistem lisensi di Indonesia berbeda; persyaratan untuk boiler, listrik, dan angkat-angkut diatur tersendiri, jadi periksa persyaratan setempat.
Rujukan Cepat: Istilah Maintenance Jepang
Tabel berikut merangkum istilah yang akan sering Anda dengar dari tim Jepang, lengkap dengan romaji dan singkatannya.
| Jepang | Romaji | Indonesia / Inggris | Singkatan |
|---|---|---|---|
| 設備保全 | setsubi hozen | pemeliharaan peralatan (equipment maintenance) | – |
| 保全部門 | hozen bumon | departemen maintenance | – |
| 事後保全 | jigo hozen | breakdown maintenance (istilah Inggris di JIS: corrective maintenance) | BM |
| 予防保全 | yobo hozen | preventive maintenance | PM |
| 定期保全 / 時間基準保全 | teiki hozen / jikan kijun hozen | time-based (periodic) maintenance | TBM |
| 予知保全 / 状態基準保全 | yochi hozen / jotai kijun hozen | predictive / condition-based maintenance | CBM |
| 改良保全 | kairyo hozen | improvement maintenance (di TPM sering disebut corrective maintenance) | CM |
| 保全予防 | hozen yobo | maintenance prevention | MP |
| 計画保全 | keikaku hozen | planned maintenance (pilar TPM) | – |
| 自主保全 | jishu hozen | autonomous maintenance (pilar TPM) | AM |
| 設備総合効率 | setsubi sogo koritsu | overall equipment effectiveness | OEE |
| 非定常作業 | hiteijo sagyo | pekerjaan non-rutin | – |
Perhatikan bahwa "PM" dalam materi Jepang lama juga bisa berarti "productive maintenance", konsep sebelum TPM. Biasanya konteksnya membuat artinya jelas.
Pertanyaan untuk Pihak Jepang
Pakai daftar ini saat mulai bekerja dengan tim hozen Jepang, kantor TPM perusahaan induk, atau departemen maintenance pelanggan Jepang.
- Peralatan mana yang memakai BM, TBM, atau CBM, dan bagaimana tingkat kekritisan tiap mesin ditentukan?
- Ketika laporan Anda menulis "CM", maksudnya pekerjaan improvement atau perbaikan setelah rusak?
- Tugas mana yang milik operator (jishu hozen) dan mana yang milik tim hozen? Apakah ada daftar tertulis?
- Di mana tanggung jawab hozen berakhir dan tanggung jawab production engineering dimulai, terutama saat start-up peralatan baru?
- Bagaimana OEE, MTBF, dan MTTR dihitung di sini? Apa yang dihitung sebagai downtime, dan apakah setup termasuk?
- Jendela shutdown mana (Lebaran, akhir tahun, atau libur Jepang) yang dicadangkan untuk pekerjaan besar, dan seberapa awal kontraktor harus mengonfirmasi rencana?
- Untuk peralatan baru: persyaratan maintenance prevention (MP) apa yang akan Anda kirim ke pembuat mesin, dan kapan?
- Aturan lockout siapa yang berlaku di lokasi: standar perusahaan induk, aturan K3 Indonesia, atau keduanya? Siapa yang menyetujui prosedur pekerjaan non-rutin?
Batasan Panduan Ini
Organisasi maintenance sangat beragam antar perusahaan dan industri Jepang. Di pabrik kecil satu orang bisa menangani semuanya; pabrik yang lebih besar sering memisahkan perencanaan dari pekerjaan lapangan dan membagi tim mekanik dan elektrik. Pemakaian istilah juga beragam: perusahaan bisa mengelompokkan metode maintenance berbeda dari JIS Z 8141, dan kosakata TPM dalam bahasa Inggris tidak baku.
Hal-hal hukum di atas hanya menggambarkan aturan Jepang, ditambah penunjuk ke peraturan K3 Indonesia; keduanya bukan instruksi kerja. Padanan standar nasional (SNI) untuk istilah dalam JIS Z 8141 belum kami pastikan. Selalu ikuti prosedur pabrik Anda dan peraturan setempat.
FAQ
Hozen artinya apa?
Hozen (保全) berarti maintenance. Di pabrik, kata ini biasanya merujuk pada setsubi hozen, yaitu pemeliharaan peralatan, atau pada departemen maintenance itu sendiri. Jishu hozen adalah autonomous maintenance yang dilakukan operator; keikaku hozen adalah planned maintenance yang dilakukan tim maintenance.
Apakah corrective maintenance sama dengan breakdown maintenance?
Tergantung siapa yang bicara. Dalam bahasa Inggris umum, dan dalam istilah Inggris yang dicantumkan JIS Z 8141, corrective maintenance berarti perbaikan setelah kelainan. Dalam praktik TPM Jepang, "CM" sering merujuk pada kairyo hozen, improvement maintenance yang mengubah peralatan agar kerusakan lebih jarang terulang. Tanyakan arti yang dimaksud.
Apa saja jenis maintenance utama di pabrik Jepang?
Istilah Jepang umumnya memakai lima: breakdown maintenance (BM), time-based maintenance (TBM), condition-based maintenance (CBM), improvement maintenance (kairyo hozen, sering CM), dan maintenance prevention (MP). TBM dan CBM sama-sama bentuk preventive maintenance.
Apa beda planned maintenance dan autonomous maintenance?
Autonomous maintenance (jishu hozen) adalah perawatan rutin oleh operator produksi: pembersihan, pelumasan, pengencangan ulang, dan pengecekan harian. Planned maintenance (keikaku hozen) dikerjakan departemen maintenance: servis terjadwal, diagnosis, dan pekerjaan improvement yang membutuhkan keahlian khusus.
Maintenance prevention (MP) itu apa?
Maintenance prevention (hozen yobo) memakai catatan maintenance dan data kerusakan masa lalu pada tahap perencanaan dan desain peralatan baru, agar peralatan lebih kecil kemungkinannya rusak dan lebih mudah diinspeksi. Dalam praktik, tim maintenance pabrik mengirim persyaratan ke production engineering dan pembuat mesin sebelum peralatan dibuat.
Sumber
- Definisi pemeliharaan peralatan dan metode maintenance: JIS Z 8141:2022 Istilah manajemen produksi, istilah maintenance (bahasa Jepang)
- Rumus OEE: JIS Z 8141:2001 Istilah manajemen produksi (bahasa Jepang)
- Definisi TPM dan delapan pilar: Japan Institute of Plant Maintenance, "Apa itu TPM" (bahasa Jepang)
- Level dan syarat Kikai Hozen Gino Kentei: Ujian Keterampilan Pemeliharaan Mesin, garis besar ujian kedua 2026 (bahasa Jepang)
- Pasal 107 (mesin dihentikan dan alat penyalaan dikunci): Leaflet Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang tentang Pasal 107 (bahasa Jepang)
- Kecelakaan saat pekerjaan non-rutin: Kantor Tenaga Kerja Niigata, Kantor Pengawas Standar Kerja Koide, leaflet pencegahan kecelakaan terjepit dan tertarik (bahasa Jepang)
- K3 pesawat tenaga dan produksi (Indonesia): Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 38 Tahun 2016 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pesawat Tenaga dan Produksi, dan UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Periksa teks terbaru dari sumber resmi Kemnaker.
Artikel asli dalam bahasa JepangPanduan ini disusun dari artikel MONOSCOPE yang ditulis untuk pembaca di Jepang: 設備保全とは?仕事内容・保全の種類・1日の流れを現場目線で整理


