KPI Manufaktur QCDSE: Rumus yang Dipakai Pabrik Jepang

Format laporan bulanan datang dari kantor pusat di Jepang, atau dari tim kualitas pemasok pelanggan Jepang Anda. Kolomnya terasa akrab: first pass yield, ppm pelanggan, OEE, ketepatan pengiriman, frequency rate, intensitas energi. Lalu pertanyaan muncul. Apakah produk hasil rework dihitung bagus? Apakah "frequency rate" sama dengan angka kecelakaan yang Anda laporkan di pabrik sendiri? Mengapa kantor pusat meminta energi per ton setiap bulan?
Cara yang umum untuk menyusun indikator kinerja utama (KPI) pabrik, dan sering Anda temui di laporan Jepang, adalah QCDSE: quality (kualitas), cost (biaya), delivery (pengiriman), safety (keselamatan), dan environment (lingkungan). Di setiap bidang, satu indikator hasil (yang terjadi bulan ini) dipasangkan dengan satu indikator pendahulu (yang bisa diubah lantai produksi hari ini). Dengan susunan ini, KPI satu pabrik muat dalam satu halaman.
Nama indikatornya mudah dicocokkan. Yang sering membuat laporan salah baca adalah definisinya. Panduan ini memuat rangkaian KPI QCDSE beserta rumus tiap indikator, istilah Jepang yang akan Anda lihat di laporan, dan titik-titik di mana definisi Jepang berbeda dari yang mungkin Anda pakai. Setelah itu dijelaskan cara pabrik Jepang menetapkan target KPI, lalu ditutup dengan templat lembar definisi dan daftar pertanyaan untuk pihak Jepang. Semua contoh hitungan memakai angka fiktif.
Untuk melihat apa yang dilakukan kepala pabrik Jepang dengan angka-angka ini, baca artikel tentang peran kepala pabrik. Artikel ini fokus pada indikatornya sendiri: cara menghitung dan mendefinisikannya.
Daftar isi
- Rangkaian KPI QCDSE sekilas
- KPI kualitas (Q) dan rumusnya
- KPI biaya (C) dan produktivitas serta rumusnya
- KPI pengiriman (D) dan stok serta rumusnya
- KPI keselamatan (S): frequency rate dan severity rate
- KPI lingkungan (E) dan rumusnya
- Cara pabrik Jepang menetapkan target KPI
- Tinjauan KPI harian, mingguan, dan bulanan
- Rujukan cepat: istilah KPI Jepang
- Templat: lembar definisi KPI
- Batas panduan ini
- FAQ
- Sumber
Rangkaian KPI QCDSE sekilas
Berikut gambaran lengkapnya. Tabel membagi indikator yang umum dipakai pabrik Jepang ke lima bidang, dengan indikator hasil di kiri dan indikator pendahulu di kanan.
Setiap bidang memasangkan indikator hasil dengan indikator pendahulu.
Pembagian indikator hasil dan pendahulu hanya panduan, bukan aturan. Pilih indikator sesuai produk dan metode produksi Anda.
KPI adalah angka yang menunjukkan seberapa jauh sebuah target penting tercapai. ISO 22400, standar internasional untuk KPI dalam manajemen operasi manufaktur, mendefinisikan KPI dengan cara yang sama. Bagian 2 (ISO 22400-2:2014) memuat KPI yang dipakai dalam praktik beserta rumusnya, dan white paper dari para editor standar itu menyebut jumlahnya 34. Para editor menyajikannya sebagai kandidat untuk dipilih, bukan paket yang wajib dipakai semua pabrik. Sebuah amandemen tahun 2017 menambahkan KPI manajemen energi, dan ISO mencantumkan standar ini sedang direvisi.
Mengapa pabrik Jepang menambahkan keselamatan dan lingkungan ke QCD
Kualitas, biaya, dan pengiriman (QCD) adalah inti manajemen produksi. JIS Z 8141, standar industri Jepang untuk istilah manajemen produksi, menggambarkan manajemen produksi sebagai kegiatan memproduksi dengan kualitas, biaya, jumlah, dan tanggal pengiriman yang ditetapkan. QCDSE menambahkan keselamatan (S) dan lingkungan (E).
Pabrik yang hanya melacak QCD bisa tampak makin baik dalam output dan biaya, sementara risiko keselamatan dan beban lingkungan naik tanpa terasa. Menaruh kelima bidang berdampingan adalah cara memeriksa bahwa tidak ada angka yang dibeli dengan mengorbankan bidang lain.
Anda mungkin juga menemukan versi yang lebih panjang. Japan Institute of Plant Maintenance (JIPM) mengelompokkan hasil TPM ke tujuh kepala, PQCDSME, dengan tambahan productivity (P) dan morale (M). Di papan lantai produksi kadang terlihat pula SQCDP (safety, quality, cost, delivery, people). Labelnya berbeda, idenya sama: bagi pabrik menjadi bidang-bidang agar tidak ada yang terlewat. Panduan ini memasukkan produktivitas ke dalam bidang biaya.
Indikator hasil dan indikator pendahulu
Indikator hasil (sering disebut lagging indicator) adalah angka yang baru diketahui setelah bulan ditutup. Jumlah klaim pelanggan, biaya produksi, dan frequency rate termasuk di sini. Angka ini menunjukkan seberapa besar masalahnya, tetapi saat Anda melihatnya sudah terlambat untuk mengubah hasil bulan itu.
Indikator pendahulu bergerak sebelum hasil dan berubah menurut apa yang dilakukan orang di lantai produksi. First pass yield, OEE, dan jumlah laporan hiyari hatto adalah contohnya. Jika kepala pabrik meninjau indikator hasil tiap bulan dan lantai produksi memantau indikator pendahulu tiap hari, laporan bulanan menjadi jauh lebih ringkas.
KPI kualitas (Q) dan rumusnya

Pabrik Jepang melacak kualitas dalam dua kelompok: cacat yang tertangkap di dalam pabrik, dan cacat yang sampai ke pelanggan. Rumus yang umum adalah sebagai berikut.
- Defect rate dalam proses (koteinai furyo-ritsu) = jumlah cacat ÷ unit yang diinspeksi (atau unit yang diproduksi)
- First pass yield (FPY, chokko-ritsu) = unit yang lulus pertama kali tanpa rework ÷ unit yang dimulai
- Rework rate (tenaoshi-ritsu) = unit yang di-rework ÷ unit yang dimulai
- Defect rate yang lolos ke pelanggan, ppm (ryushutsu furyo-ritsu) = cacat yang ditemukan pelanggan ÷ unit yang dikirim × 1.000.000
- Yield material (budomari) = output produk ÷ input bahan baku utama
Perhatikan kata "yield". JIS Z 8141 mendefinisikan budomari sebagai rasio produk yang benar-benar dihasilkan terhadap bahan baku utama yang dimasukkan, yaitu yield material. Dalam bahasa Inggris, "yield" sering dipakai untuk unit bagus dibagi total unit. Sebaliknya, first pass yield dan defect rate tidak didefinisikan dalam istilah manajemen produksi JIS, sehingga tiap perusahaan menentukan sendiri pembilang dan penyebutnya.
White paper ISO 22400 juga mencantumkan KPI kualitas yang sepadan: first pass yield, scrap ratio, dan rework ratio.
Dari 1.000 unit yang sama, angkanya berbeda tergantung apa yang dihitung sebagai "bagus".
Rasio produk bagus termasuk hasil rework = (940 + 40) ÷ 1.000 = 98,0%
Angka bersifat fiktif. Putuskan secara tertulis apakah produk hasil rework dihitung bagus.
Pada Gambar 2, rasio produk bagus adalah 98,0% tetapi first pass yield hanya 94,0%. Selisih 4 poin itu adalah yang diselamatkan oleh rework, dan jam kerja untuk rework itu masuk ke biaya. Lacak keduanya: rasio produk bagus menunjukkan apakah Anda bisa mengirim, sedangkan first pass yield menunjukkan apakah Anda membuatnya benar sejak pertama. Dengan keduanya, penyebab jauh lebih mudah ditelusuri.
Cacat yang sampai ke pelanggan dilacak sebagai jumlah sekaligus sebagai rasio. Jika pabrik mengirim 500.000 unit dalam setahun dan pelanggan menemukan 15 cacat, defect rate yang lolos adalah 15 ÷ 500.000 × 1.000.000 = 30 ppm (contoh fiktif). Saat volume pengiriman berfluktuasi besar, jumlah saja bisa membuat keadaan tampak lebih baik atau lebih buruk dari kenyataan.
Untuk menangkap variasi dimensi atau karakteristik sebelum cacat muncul, pakai indeks kapabilitas proses (Cp, Cpk) sebagai indikator pendahulu. Indeks ini menunjukkan seberapa besar ruang yang tersisa antara sebaran proses dan toleransi, dan paling berguna saat defect rate sudah sangat rendah sehingga perbedaannya sulit terlihat.
KPI biaya (C) dan produktivitas serta rumusnya
Angka biaya yang akurat baru keluar setelah tutup buku bulanan. Karena itu, sehari-hari lantai produksi mengelola kuantitas fisik yang menggerakkan biaya. Gambar 3 memuat indikator biaya bersama indikator produktivitas dan mesin.
Indikator berupa uang ditinjau tiap bulan; indikator kuantitas tiap hari atau minggu.
Pengelompokan dan alokasi biaya bergantung pada aturan akuntansi biaya masing-masing perusahaan.
Biaya produksi dan selisih biaya
Pabrik Jepang biasanya memecah biaya produksi menjadi tiga jenis biaya: material, tenaga kerja, dan biaya lain (keihi, yang cakupannya lebih luas daripada overhead). Ini mengikuti pengelompokan menurut jenis biaya dalam Standar Akuntansi Biaya Jepang (Genka Keisan Kijun, 1962), rujukan akuntansi biaya di Jepang.
Selisih biaya (genka sai) adalah perbedaan antara biaya standar yang ditetapkan lebih dulu dan biaya aktual. Standar akuntansi biaya itu mendefinisikannya, dalam sistem biaya standar, sebagai selisih antara biaya standar dan biaya aktual yang terjadi.
Rinciannya lebih penting daripada totalnya. Apakah harga satuan material naik, pemakaian naik, atau pekerjaan memakan waktu lebih lama? Setiap jawaban memerlukan perbaikan yang berbeda, sehingga minta selisih dilaporkan terpisah menurut faktor harga dan faktor kuantitas. Sepakati juga lebih dulu konvensi tandanya (selisih menguntungkan bernilai plus atau minus); konvensi yang campur aduk adalah sumber salah baca yang umum.
Produktivitas tenaga kerja
Produktivitas adalah output dibagi input. Japan Productivity Center membedakan produktivitas tenaga kerja fisik, yang mengukur output dalam unit, dari produktivitas tenaga kerja nilai tambah, yang mengukurnya dalam nilai tambah.
Ambil area kerja yang membuat 12.000 unit sebulan dengan total 2.400 jam kerja. Produktivitas fisiknya 12.000 ÷ 2.400 = 5,0 unit per jam kerja. Jika nilai tambah bulan itu JPY 36 juta, produktivitas nilai tambahnya JPY 36.000.000 ÷ 2.400 jam = JPY 15.000 per jam kerja (keduanya contoh fiktif).
Jika campuran produk berubah dari bulan ke bulan, angka yang dikonversi ke jam standar atau nilai tambah lebih mudah dibandingkan daripada jumlah unit mentah.
Utilisasi dan OEE
JIS Z 8141 mendefinisikan utilisasi (kadoritsu) sebagai rasio waktu operasi efektif terhadap jam kerja (untuk orang) atau terhadap waktu tersedia (untuk mesin). JIS yang sama menyatakan overall equipment effectiveness (OEE, setsubi sogo koritsu) sebagai availability × performance × quality rate.
Mesin dengan availability 85%, performance 90%, dan quality rate 98% memiliki OEE 0,85 × 0,90 × 0,98 = 0,7497, atau 75,0% (contoh fiktif). Arti ketiga rasio itu dan cara kepala pabrik memakai OEE dibahas di bagian OEE pada panduan kepala pabrik kami.
Jangan menjadikan utilisasi atau OEE sebagai target yang berdiri sendiri. Membuat lebih banyak daripada yang bisa dijual memang menaikkan kedua angka itu, tetapi kelebihannya hanya menjadi stok. Baca indikator mesin berdampingan dengan indikator stok dan pengiriman.
KPI pengiriman (D) dan stok serta rumusnya
Indikator pengiriman terbagi dua kelompok: apakah Anda menepati janji ke pelanggan, dan apakah Anda punya kapasitas untuk menepatinya.
- Ketepatan pengiriman (noki junshu-ritsu) = pengiriman yang tiba sesuai tanggal yang dijanjikan ÷ total pengiriman
- Pencapaian rencana produksi (seisan keikaku tassei-ritsu) = kuantitas yang selesai sesuai rencana ÷ kuantitas rencana
- Manufacturing lead time = waktu dari material siap sampai menjadi produk jadi
- Perputaran stok (zaiko kaiten-ritsu) = kebutuhan dalam satu periode ÷ stok rata-rata
- Periode perputaran stok = panjang periode ÷ perputaran stok
Jika 388 dari 400 pengiriman dalam sebulan tiba sesuai janji, ketepatan pengirimannya 388 ÷ 400 = 97,0% (contoh fiktif).
Indikator ini tidak didefinisikan dalam istilah manajemen produksi JIS, dan angkanya berubah tergantung apakah "tanggal yang dijanjikan" adalah tanggal permintaan pelanggan atau tanggal konfirmasi dari Anda. Tuliskan juga apakah yang dihitung jumlah order atau kuantitas, dan bagaimana pengiriman parsial diperlakukan.
Ukur pencapaian rencana produksi per item. Kelebihan produksi satu item bisa menutupi kekurangan item lain dan membuat totalnya 100%, tetapi item yang kurang tetap terlambat dikirim. Laporkan total berdampingan dengan persentase item yang mencapai rencananya.
JIS Z 8141 mendefinisikan lead time sebagai waktu dari pemesanan sampai pengiriman, atau dari material siap sampai menjadi produk jadi. Titik mulai dan titik berhenti pengukuran menentukan apa yang Anda perbaiki, jadi sepakati lebih dulu.
JIS Z 8141 menggambarkan perputaran stok sebagai jumlah putaran stok dalam periode tertentu, dihitung dari kebutuhan dalam periode itu ÷ stok rata-rata. Dengan kebutuhan tahunan JPY 240 juta dan stok rata-rata JPY 30 juta, stok berputar 8 kali setahun. JIS yang sama memperlakukan perputaran sebagai kebalikan dari periode perputaran, sehingga periode perputarannya 12 bulan ÷ 8 = 1,5 bulan (contoh fiktif). Jika dipecah menjadi bahan baku, WIP, dan barang jadi, terlihat di mana stok menumpuk.
KPI keselamatan (S): frequency rate dan severity rate

Dari kelima bidang, keselamatan memiliki definisi yang paling baku. Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang (MHLW) menetapkan frequency rate dan severity rate serta cara menghitungnya dalam Survei Kecelakaan Industri.
- Frequency rate (dosu-ritsu) = korban meninggal dan cedera akibat kecelakaan kerja ÷ total jam kerja aktual × 1.000.000
- Severity rate (kyodo-ritsu) = total hari kerja yang hilang ÷ total jam kerja aktual × 1.000
- Angka tahunan per 1.000 pekerja (nensennin-ritsu) = korban meninggal dan cedera dalam setahun ÷ jumlah pekerja rata-rata tahun itu × 1.000
Frequency rate menunjukkan seberapa sering kecelakaan terjadi, per 1 juta jam kerja. Severity rate menunjukkan seberapa parah, yaitu hari kerja yang hilang per 1.000 jam kerja.
Hari kerja yang hilang mengikuti nilai tetap. Kematian atau cacat tetap total dihitung 7.500 hari, dan cacat tetap sebagian dihitung 50 sampai 5.500 hari menurut tingkatnya. Untuk cedera sementara, hari yang hilang adalah hari kalender tidak masuk kerja × 300/365. Angka tahunan per 1.000 pekerja bisa dihitung meski data jam kerja tidak ada.
Berikut contoh fiktif. Pabrik dengan 300 karyawan bekerja total 600.000 jam dalam setahun dan mengalami satu kecelakaan yang membuat seorang pekerja tidak masuk 30 hari. Frequency rate-nya 1 ÷ 600.000 × 1.000.000 = 1,67. Hari kerja yang hilang adalah 30 × 300 ÷ 365 = 24,66, sehingga severity rate-nya 24,66 ÷ 600.000 × 1.000 = 0,04.
Bandingkan dengan lokasi yang industri dan ukurannya sama.
Sumber: MHLW, Survei Kecelakaan Industri 2025. Menghitung korban meninggal dan cedera dengan satu hari atau lebih tidak masuk kerja, atau kehilangan bagian tubuh atau fungsinya. Cedera tanpa hari hilang tidak termasuk.
Dalam survei MHLW 2025, manufaktur memiliki frequency rate 1,33 dan severity rate 0,07. Di dalam manufaktur, lokasi dengan 1.000 pekerja atau lebih memiliki frequency rate 0,36, sedangkan lokasi dengan 100–299 pekerja 1,93. Lokasi yang lebih kecil cenderung memiliki angka lebih tinggi.
Sebelum membandingkan, periksa dua hal. Pertama, cakupan: survei ini meliputi lokasi yang secara tetap mempekerjakan 100 pekerja atau lebih dan menghitung cedera dengan minimal satu hari tidak masuk kerja. Jika pabrik Anda memasukkan cedera tanpa hari hilang ke frequency rate, angkanya tidak sebanding. Kedua, ukuran: pada contoh di atas, satu cedera dengan hari hilang membuat pabrik 300 orang berada di 1,67, di atas rata-rata manufaktur 1,33 maupun 1,40 untuk lokasi manufaktur 300–499 pekerja. Di lokasi kecil, satu cedera mengubah angka dengan besar, jadi baca bersama jumlah cedera dan jumlah hari tanpa kecelakaan dengan hari hilang.
Membandingkan dengan angka OSHA dan angka lokal
Pabrik yang melapor ke kantor pusat global sering memakai OSHA total recordable incident rate (TRIR): kasus recordable × 200.000 ÷ jam kerja. Basis 200.000 setara 100 karyawan yang bekerja 40 jam seminggu selama 50 minggu. Frequency rate Jepang memakai basis 1.000.000 jam dan hanya menghitung cedera dengan hari hilang, sedangkan kasus recordable OSHA juga mencakup perawatan medis di luar pertolongan pertama. Membagi frequency rate Jepang dengan 5 menyamakan basis jamnya, tetapi kasus yang dihitung tetap berbeda. Jangan menaruh kedua angka itu di kolom yang sama tanpa catatan.
Di Indonesia, K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) diatur antara lain dalam UU No. 1 Tahun 1970. Definisi angka kecelakaan yang dipakai di perusahaan Anda sendiri (misalnya LTIFR) belum diverifikasi di sini, jadi periksa definisinya sebelum membandingkan dengan frequency rate Jepang.
Makin baik catatan keselamatan sebuah pabrik, makin sedikit yang diceritakan oleh jumlah cedera. Setelah berbulan-bulan nol, angka itu tidak lagi memberi informasi. Itulah sebabnya pabrik Jepang juga melacak indikator pendahulu: penilaian risiko yang selesai, persentase temuan keselamatan yang sudah diperbaiki, serta jumlah laporan hiyari hatto (nyaris celaka) dan persentase yang sudah ditutup.
KPI lingkungan (E) dan rumusnya
Indikator lingkungan yang utama adalah intensitas energi (enerugi shohi gentan'i): energi yang dipakai untuk membuat satu unit produk.
- Intensitas energi = pemakaian energi dalam ekuivalen minyak mentah ÷ volume produksi (atau nilai lain yang berkaitan erat dengan pemakaian energi)
- Recycling rate limbah = jumlah yang didaur ulang ÷ limbah yang dihasilkan (salah satu cara hitung yang umum)
UU Konservasi Energi Jepang mewajibkan perusahaan yang memakai energi 1.500 kL atau lebih per tahun (ekuivalen minyak mentah) menyampaikan laporan berkala tentang pemakaian energinya. Perusahaan itu diharapkan menurunkan intensitas energi rata-rata 1% atau lebih per tahun dalam jangka menengah-panjang. Ini target upaya, bukan target wajib, tetapi termasuk sedikit target KPI yang didukung undang-undang. Ini salah satu alasan intensitas energi muncul di daftar KPI Jepang.
Contoh fiktif: tahun lalu sebuah pabrik memakai 1.200 kL (ekuivalen minyak mentah) untuk membuat 8.000 ton; tahun ini memakai 1.180 kL untuk membuat 8.100 ton. Intensitas energi turun dari 0,1500 kL/t menjadi 0,1457 kL/t, yaitu 97,1% dari tahun lalu, penurunan 2,9%.
Intensitas energi juga cenderung memburuk saat output turun, karena AC, lampu, dan mesin yang idle memakai energi berapa pun volumenya. Undang-undang itu membolehkan perusahaan memakai nilai lain yang berkaitan erat dengan pemakaian energi sebagai penyebut, sebagai ganti volume produksi. Pilih penyebut yang cocok dengan operasi Anda, dan pisahkan pemakaian energi tetap dari yang naik-turun mengikuti produksi; perubahan angka jadi lebih mudah dijelaskan.
Emisi CO2 termasuk dalam skema pelaporan wajib gas rumah kaca di Jepang. Untuk CO2 dari energi, skema itu mencakup perusahaan yang total pemakaian energi di semua lokasinya 1.500 kL atau lebih per tahun (ekuivalen minyak mentah), dan laporan UU Konservasi Energi dapat dipakai untuk pelaporan emisi. Pabrik juga dapat menambahkan indikator limbah dan air sesuai produk dan kondisi setempat. Recycling rate berubah menurut pilihan seperti apakah pemulihan panas dihitung sebagai daur ulang, jadi tentukan pembilang dan penyebutnya secara tertulis.
Ketentuan di Indonesia: PP No. 33 Tahun 2023
Di Indonesia, konservasi energi diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 33 Tahun 2023, yang menggantikan PP No. 70 Tahun 2009. Menurut Kementerian ESDM, sektor industri dengan pemakaian energi 4.000 TOE (ton oil equivalent) per tahun atau lebih wajib menjalankan manajemen energi: menunjuk manajer energi bersertifikat, menyusun program konservasi energi, melakukan audit energi oleh auditor bersertifikat, melaksanakan rekomendasi audit, dan melapor.
Jangan menyamakan ambang ini dengan 1.500 kL di Jepang: satuannya berbeda (TOE dan kL minyak mentah), dan kedua aturan berdiri sendiri. Pada awal 2024, Kementerian ESDM menyatakan sedang menyusun peraturan menteri turunan yang memasukkan target penghematan energi; periksa status terbaru sebelum memakai angka target apa pun.
Cara pabrik Jepang menetapkan target KPI
Setelah indikatornya ditetapkan, pertanyaan berikutnya adalah berapa targetnya. Jawaban singkatnya: tidak ada satu nilai benar yang cocok untuk semua pabrik. Produk, mesin, metode produksi, dan definisi indikator semuanya berbeda. Gambar 5 menunjukkan urutan praktis untuk menetapkannya.
Sepakati tujuan, definisi, dan kondisi saat ini sebelum memilih angka.
Uraikan target di atasnya
JIS Q 9023 adalah standar Jepang untuk hoshin kanri (manajemen kebijakan, policy deployment), sistem penetapan target yang dipakai banyak perusahaan Jepang. Standar ini mendefinisikan target sebagai titik yang hendak dicapai dalam upaya mewujudkan suatu tujuan, dan tindakan (hosaku) sebagai cara yang dipilih untuk mencapai target. Butir yang dipilih sebagai ukuran untuk mengelola target disebut item kendali (kanri komoku). KPI adalah item kendali: ia menghubungkan target di atas dengan tindakan di lantai produksi.
Bagi target pabrik menurut bidang, lalu uraikan tiap bagian menjadi indikator yang bisa digerakkan lantai produksi. Gambar 6 menunjukkan satu contoh untuk biaya produksi.
Makin ke bawah, makin responsif indikator terhadap tindakan harian di lantai produksi.
Ini hanya satu cara menguraikan. Pabrik dengan porsi biaya material besar dan pabrik dengan porsi biaya tenaga kerja besar akan memberi bobot pada cabang yang berbeda.
Tetapkan definisi dan kondisi saat ini lebih dulu
"Defect rate" yang sama menghasilkan angka berbeda tergantung apakah penyebutnya unit yang diinspeksi atau unit yang diproduksi, dan apakah produk hasil rework disertakan. Sebelum ada yang berdebat soal nilai target, tulis definisi satu halaman untuk setiap indikator: pembilang, penyebut, cakupan, sumber data, dan siapa yang merekapnya.
Lalu ukur kondisi saat ini dengan definisi itu. Target yang ditetapkan tanpa tahu kondisi saat ini biasanya berakhir terlalu sulit dicapai atau terlalu mudah. Lihat juga sebaran dari bulan ke bulan, supaya satu bulan yang bagus atau buruk tidak mengacaukan penilaian Anda.
Tulis batas waktu dan target dengan angka
JIS Q 9023 menganjurkan agar target menyatakan kondisi yang hendak dicapai dan batas waktunya, serta menekankan bahwa tercapai atau tidaknya harus jelas secara objektif. "Kurangi cacat" tidak memberi siapa pun cara menilai keberhasilan di akhir tahun. "Naikkan first pass yield Line A dari 94,0% menjadi 96,0% pada akhir tahun fiskal" menyatakan cakupan, kondisi saat ini, target, dan batas waktu (contoh fiktif).
Standar yang sama meminta target disepakati dengan manajer di atasnya dan departemen terkait, lalu direvisi bila perlu. Di titik itulah Anda memeriksa apakah ada konflik dengan target departemen lain.
Tetapkan indikator yang saling bertentangan sebagai pasangan
Sebagian indikator pabrik saling tarik-menarik. Memproduksi lebih dulu demi menaikkan utilisasi menurunkan perputaran stok. Memangkas stok terlalu jauh menurunkan ketepatan pengiriman. Inspeksi yang lebih ketat mengurangi cacat yang lolos, tetapi first pass yield tampak lebih buruk. Karena itu, tetapkan target untuk indikator yang cenderung bertentangan sebagai pasangan: OEE dengan perputaran stok, perputaran stok dengan ketepatan pengiriman, produktivitas dengan frequency rate. Saat hanya satu sisi pasangan yang membaik, periksa apa yang terjadi pada sisi lainnya. Panduan kepala pabrik membahas bagaimana trade-off ini sampai ke meja kepala pabrik.
Pakai tolok ukur luar hanya jika kondisinya diketahui
Membandingkan dengan perusahaan lain atau angka industri memang menggoda. Pakai hanya angka yang Anda tahu siapa yang mengumpulkannya, tahunnya, cakupannya, dan cara menghitungnya. Frequency rate dan severity rate di atas berasal dari statistik MHLW dengan cakupan dan rumus yang dipublikasikan, sehingga bisa dipakai untuk perbandingan setelah kondisinya disamakan. Penurunan intensitas energi 1% per tahun adalah target upaya di bawah UU Konservasi Energi Jepang.
Sebaliknya, defect rate, OEE, dan perputaran stok berbeda definisi dan produknya dari pabrik ke pabrik. "Nilai tipikal" tanpa sumber adalah dasar yang lemah untuk target. Catatan prestasi Anda sendiri, serta line lain di perusahaan Anda yang diukur dengan cara yang sama, adalah rujukan yang lebih kokoh.
Tinjauan KPI harian, mingguan, dan bulanan

Target tidak berguna kecuali ada yang melihat angkanya pada waktu dan tempat yang tetap. Sesuaikan seberapa sering sebuah indikator ditinjau dengan seberapa cepat Anda bisa bertindak.
Tinjauan harian menangani masalah, mingguan melihat tren, bulanan memeriksa selisih terhadap target.
Pembagian ini hanya satu contoh. Sesuaikan dengan ukuran lot dan siklus produksi Anda.
Untuk pengendalian harian, tetapkan rentang normal yang terpisah dari target. JIS Q 9023 menyebut nilai atau rentang yang menggambarkan proses yang stabil, atau berjalan sesuai rencana, sebagai kanri suijun (tingkat kendali). Jika Anda juga menentukan siapa melakukan apa saat angka keluar dari rentang itu, rapat harian berubah dari tempat membacakan angka menjadi tempat memutuskan tindakan. Tinjauan bulanan memeriksa indikator hasil terhadap target dan memutuskan penyebab serta penanggulangannya. Bagaimana ini cocok dengan siklus harian, bulanan, dan tahunan kepala pabrik dibahas di panduan kepala pabrik.
Dua kebiasaan menjaga sistem ini tetap berguna. Pertama, pangkas indikator: menambah itu mudah, menghapus itu sulit. Jika sebuah angka memakan waktu untuk direkap dan hanya dibacakan di rapat, tanyakan apakah ada yang memakainya untuk memutuskan sesuatu. Jaga rangkaian untuk seluruh pabrik tetap dalam lima bidang Gambar 1 dan serahkan indikator rinci ke pengendalian harian tiap departemen. Kedua, jangan memakai indikator laporan mandiri untuk menyalahkan orang. Jumlah cacat dan laporan hiyari hatto bergantung pada orang yang mau melapor. Jika orang yang melaporkan angka buruk disalahkan, laporan berkurang, dan angka membaik hanya karena masalah tidak lagi terlihat. Pakai indikator ini untuk mencari penyebab, dan hati-hati mengaitkannya dengan penilaian individu.
Rujukan cepat: istilah KPI Jepang
Pakai tabel ini saat membaca laporan KPI berbahasa Jepang atau mengisi templat dari Jepang.
| Istilah Jepang (romaji) | Padanan | Periksa sebelum membandingkan |
|---|---|---|
| chokko-ritsu | First pass yield (FPY) | Penyebut: unit yang dimulai, diinspeksi, atau diproduksi? |
| koteinai furyo-ritsu | Defect rate dalam proses | Diinspeksi atau diproduksi; apakah produk rework dihitung cacat? |
| ryushutsu furyo-ritsu | Defect rate yang lolos ke pelanggan, ppm | Temuan pelanggan mana yang dihitung; menurut bulan kirim atau bulan temuan |
| budomari | Yield material | Makna JIS: output ÷ input bahan baku, bukan bagus ÷ total unit |
| genka sai | Selisih biaya | Konvensi tanda; pisahkan harga dan kuantitas |
| gentan'i | Pemakaian per unit / intensitas | Penyebut yang dipakai (ton, unit, nilai) |
| kadoritsu | Utilisasi (kadang disebut "availability") | Terhadap waktu tersedia atau waktu kalender; tidak sama dengan availability pada OEE |
| setsubi sogo koritsu | OEE | Cara menetapkan berhenti terencana dan ideal cycle time |
| noki junshu-ritsu | Ketepatan pengiriman | Tanggal permintaan pelanggan atau tanggal konfirmasi Anda; order atau kuantitas |
| zaiko kaiten-ritsu | Perputaran stok | Nilai atau kuantitas; kategori stok yang mana |
| dosu-ritsu | Frequency rate (per 1.000.000 jam) | Cedera dengan 1+ hari tidak masuk kerja (atau kehilangan bagian tubuh atau fungsinya); bukan basis 200.000 jam OSHA |
| kyodo-ritsu | Severity rate (per 1.000 jam) | Nilai hari hilang yang tetap (7.500 untuk kematian) |
| enerugi shohi gentan'i | Intensitas energi | Konversi ke ekuivalen minyak mentah; penyebut |
| kanri komoku / kanri suijun | Item kendali / tingkat kendali | Siapa yang bertindak saat angka keluar dari rentang |
Templat: lembar definisi KPI
Isi satu lembar untuk setiap indikator sebelum menetapkan target atau mengirim laporan pertama ke Jepang. Lembar ini mencegah sebagian besar diskusi "angka Anda tidak cocok dengan angka kami".
| Kolom | Isi | Contoh (fiktif) |
|---|---|---|
| Nama indikator (Indonesia / Jepang) | Nama yang dipakai di kedua laporan | First pass yield / chokko-ritsu |
| Bidang QCDSE dan jenis | Bidang, serta indikator hasil atau pendahulu | Q, pendahulu |
| Rumus | Pembilang ÷ penyebut, dengan satuan | Unit lulus pertama kali ÷ unit yang dimulai |
| Yang termasuk / dikecualikan | Apa yang dihitung dan apa yang tidak | Unit hasil rework dihitung gagal; scrap setup dikecualikan |
| Cakupan | Line, produk, shift | Line A, semua part number, semua shift |
| Sumber data | Sistem atau catatan asal angka | Log inspeksi di MES |
| Pemilik dan perekap | Siapa yang bertanggung jawab (PIC); siapa yang menghitung | Manajer produksi; engineer QC |
| Frekuensi tinjauan | Harian, mingguan, atau bulanan, dan di mana | Harian di morning meeting |
| Kondisi saat ini | Rata-rata dan rentang beberapa bulan terakhir | 94,0% (rentang 92,8–95,1%) |
| Target dan batas waktu | Nilai dan tanggal | 96,0% pada akhir tahun fiskal |
| Tingkat kendali dan respons | Rentang normal; siapa melakukan apa di luar rentang | Di bawah 93%: leader line membuka tinjauan cacat pada hari itu juga |
| Indikator pasangan | Indikator yang mungkin bertentangan | Defect rate yang lolos (ppm) |
Pertanyaan untuk pihak Jepang
- Untuk setiap KPI di templat, apa pembilang dan penyebut persisnya? Apakah ada definisi tertulis yang bisa kami ikuti?
- Apakah produk hasil rework dihitung bagus dalam indikator kualitas Anda?
- Untuk ketepatan pengiriman, apakah tanggal yang dijanjikan adalah tanggal permintaan pelanggan atau tanggal konfirmasi? Apakah yang dihitung order atau kuantitas?
- Apakah angka keselamatan kami harus memakai frequency rate Jepang (per 1.000.000 jam, cedera dengan satu hari atau lebih tidak masuk kerja), angka lokal kami, atau keduanya?
- Penyebut apa yang harus kami pakai untuk intensitas energi, dan faktor konversi mana ke ekuivalen minyak mentah?
- KPI mana yang targetnya ditetapkan kantor pusat, dan mana yang bisa ditetapkan pabrik sendiri?
- Indikator mana yang ditinjau kantor pusat tiap bulan, dan mana yang hanya untuk pemakaian pabrik?
- Kapan penetapan target tahun fiskal berikutnya dimulai, dan kapan Anda membutuhkan data kondisi kami saat ini?
Batas panduan ini
Indikator dan rumus di sini adalah pola yang umum, bukan standar yang diikuti semua perusahaan Jepang. Di luar keselamatan, yang definisinya ditetapkan MHLW, tiap perusahaan dan sering tiap pabrik mendefinisikan KPI-nya sendiri, dan pembagian hasil/pendahulu pada Gambar 1 hanya panduan. Pengelompokan biaya mengikuti aturan akuntansi biaya masing-masing perusahaan. UU Konservasi Energi, skema pelaporan gas rumah kaca, dan survei MHLW berlaku untuk perusahaan dan lokasi di Jepang; pabrik di negara lain, termasuk Indonesia, mengikuti hukum dan aturan pelaporan setempat meski kantor pusat juga meminta angka gaya Jepang. Selalu konfirmasi definisi di templat perusahaan atau pelanggan Anda sendiri.
FAQ
QCDSE adalah singkatan dari apa?
QCDSE adalah singkatan dari quality, cost, delivery, safety, dan environment. Pabrik Jepang memakai kelima bidang ini untuk menyusun KPI, biasanya dengan memasangkan satu indikator hasil dan satu indikator pendahulu di tiap bidang agar seluruhnya muat dalam satu halaman.
Bagaimana cara menghitung frequency rate dan severity rate?
Di Jepang, frequency rate = korban meninggal dan cedera akibat kecelakaan kerja ÷ total jam kerja aktual × 1.000.000, dan severity rate = total hari kerja yang hilang ÷ total jam kerja aktual × 1.000. MHLW menghitung cedera dengan satu hari atau lebih tidak masuk kerja, dan satu kematian dihitung 7.500 hari hilang.
Apakah frequency rate Jepang sama dengan incident rate OSHA?
Tidak. Frequency rate Jepang memakai basis 1.000.000 jam dan menghitung cedera dengan satu hari atau lebih tidak masuk kerja. OSHA total recordable incident rate memakai basis 200.000 jam dan juga menghitung kasus recordable tanpa hari hilang. Laporkan secara terpisah, atau beri label yang jelas angka mana yang Anda pakai.
Apa itu chokko-ritsu?
Chokko-ritsu adalah first pass yield: persentase unit yang lulus pertama kali tanpa rework. JIS tidak mendefinisikannya, jadi konfirmasikan penyebutnya dan perlakuan produk hasil rework kepada perusahaan yang menetapkan indikator itu.
Berapa target OEE atau defect rate yang baik?
Tidak ada satu nilai yang cocok untuk semua pabrik, karena definisi dan produk terlalu beragam. Tetapkan target dari kondisi saat ini yang Anda ukur sendiri, dengan batas waktu dan titik akhir yang dinyatakan, dan pakai angka dari luar hanya jika sumber, cakupan, dan cara hitungnya diketahui.
Sumber
- Frequency rate dan severity rate, nilai hari hilang, angka 2025 menurut industri dan ukuran: MHLW, Gambaran Survei Kecelakaan Industri 2025 (bahasa Jepang)
- Angka tahunan per 1.000 pekerja: Situs Keselamatan Kerja MHLW, "Frequency rate, severity rate, angka tahunan per 1.000 pekerja" (bahasa Jepang)
- OSHA total recordable incident rate: National Safety Council, "TRIR (Total Recordable Incident Rate)"
- Manajemen produksi, yield material, lead time, availability, produktivitas: JIS Z 8141:2022 Istilah manajemen produksi, istilah 1204, 1206, 1215, 1237, 1238 (bahasa Jepang)
- OEE dan perputaran stok: JIS Z 8141:2022, istilah 6501 (bahasa Jepang); istilah 7303 (bahasa Jepang)
- KPI ISO 22400: C. Johnsson dan A. Kirsch, "White Paper: Introducing the ISO 22400 standard"; ISO, "ISO 22400-2:2014" (status dan amandemen)
- Indikator hasil PQCDSME: Japan Institute of Plant Maintenance, data hasil TPM (bahasa Jepang)
- Produktivitas tenaga kerja: Japan Productivity Center, "Apa itu produktivitas?" (bahasa Jepang)
- Pengelompokan biaya dan selisih biaya: Standar Akuntansi Biaya (Dewan Akuntansi Perusahaan, 1962), bagian 8 dan 44 (bahasa Jepang)
- UU Konservasi Energi Jepang dan intensitas energi: Badan Sumber Daya Alam dan Energi, gambaran UU Konservasi Energi (bahasa Jepang); kategori dan kewajiban pelaku usaha (bahasa Jepang); SME Support Japan J-Net21, intensitas energi dan penghematan energi (bahasa Jepang)
- Skema pelaporan gas rumah kaca Jepang: Kementerian Lingkungan Hidup Jepang, gambaran Sistem Perhitungan dan Pelaporan Wajib GRK (bahasa Jepang)
- Konservasi energi di Indonesia: Peraturan Pemerintah No. 33 Tahun 2023 tentang Konservasi Energi; Kementerian ESDM, "Implementasi Manajemen Energi Tahun 2023 Mampu Hemat 10,42 Juta SBM"
- Target, tindakan, item kendali, dan tingkat kendali: JIS Q 9023:2018 Panduan hoshin kanri (manajemen kebijakan) (bahasa Jepang)
Artikel asli dalam bahasa JepangPanduan ini disusun dari artikel MONOSCOPE yang ditulis untuk pembaca di Jepang: 工場のKPI一覧|QCDSE別の指標・計算式と目標設定の考え方


